Kenapa New Kawasaki KLX Off Road Malah Pakai Suspensi Teleskopik?

Kawasaki-KLX150-Off-Road-014

Mas bro… Beberapa waktu yang lalu Kawasaki Motor Indonesia (KMI) secara resmi meluncurkan New KLX (tanpa 150) yang didesain khusus sebagai motor off road. Bodywork New KLX memang berbeda kalau dibandingkan dengan KLX150G atau KLX150 BF karena terlihat lebih runcing dan tajam. Selain itu, karena New KLX hanya digunakan sebagai motor off road, maka nggak heran kalau di sana mas bro nggak melihat adanya headlight, tail light, lampu sign, kaca spion, bahkan kunci kontak dan panel speedometer pun tidak ada. Apalagi dalam penjualannya pun tidak dilengkapi dengan surat-surat. Artinya, New KLX bukan merupakan motor street legal alias tidak bisa dipakai di jalan raya.

Meskipun demikian, New KLX memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan KLX150G atau KLX150 BF yang notabene dilahirkan sebagai motor dual sport. Memang apa saja keunggulan New KLX? Beberapa di antaranya ada pada bagian swing arm yang terbuat dari bahan aluminium, suspensi belakang menggunakan piggyback reservoir yang bersifat fully adjustable, mesin sama dengan KLX150G/BF tapi memiliki torsi yang lebih besar, dan salah satu keunggulan utamanya adalah bobot yang sangat ringan hanya 99 kg saja.

Dari berbagai keunggulan itu, ada yang mau saya soroti nih mas bro… Kenapa ya New KLX yang didesain khusus untuk off road justru menggunakan suspensi depan model teleskopik, bukan model upside down? Padahal KLX150 BF yang harganya lebih murah saja menggunakan suspensi upside down sehingga terlihat lebih kekar… Yah… Kalau berdasarkan pengalaman menggunakan KLX150L (suspensi teleskopik) dan KLX150 BF (suspensi upside down), memang suspensi teleskopik lebih nyaman, lebih empuk, dan tergolong enak buat anjrut-anjrutan. Berbeda dengan suspensi upside down KLX150 BF yang seringkali terasa njleduk saat melibas bebatuan, jalan berlubang, maupun ketika anjlok-anjlokan.

Berkaca dari hal itu, nggak heran kalau banyak testimoni dari mantan pengguna KLX150S/KLX150L yang beralih ke KLX150 BF merasa nggak puas dengan suspensi upside down-nya. Justru mereka lebih menyukai suspensi teleskopik. Apalagi ada juga yang memberikan testimoni pengguna KLX150 BF sudah mengganti seal oli suspensi upside down sebanyak dua kali dalam tiga bulan terakhir. “Suspensi upside down KLX150 BF kaku alias nggak nyaman… Masih mending yang teleskopik, lebih tahan banting, dibandingkan yang sekarang upside down. Sejak saya pakai selama tiga bulan ini, saya sudah dua kali ganti oil seal, akibat benturan, cuma gara-gara jumping yang tidak tinggi… Tingginya biasa-biasa saja, akhirnya muncrat olinya lewat seal. Beda dengan yang teleskopik lebih tahan benturan, walaupun diajak lompat tinggi-tinggi,” kata pengguna KLX150 BF Ahmad Yarham.

Mungkin sudah cukup jelas ya, kenapa New KLX off road tidak menggunakan suspensi upside down seperti KLX150 BF… Karena faktanya suspensi upside down di KLX150 BF tidak memberikan riding experience yang lebih baik daripada suspensi teleskopik. Kawasaki pun sepertinya sangat sadar akan hal ini. Toh kalau mau nekat memberikan suspensi upside down yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih nyaman pada New KLX, tentu harganya nggak bisa dibandrol murah. Harga New KLX sebesar Rp 35,9 juta saja sudah dianggap mahal, apalagi kalau dipasangi suspensi upside down berkualitas bagus? Mau dijual berapa?

Kawasaki-KLX150-Off-Road-012

Advertisements