Mayoritas Penggemar Off Road Ingin Honda K84A Pakai Karburator

Honda-CRF150F-2015-019

Kemarin kita sudah membahas mengenai kemungkinan sistem pembakaran yang akan digunakan oleh motor trail lokal 150 cc buatan Astra Honda Motor (AHM) yang menggunakan kode K84A, apakah menggunakan sistem pembakaran karburator atau sistem pembakaran injeksi (electronic fuel injection/EFI). Artikelnya bisa mas bro baca di sini. Setelah artikel itu dishare di fans page Adventuriderz.com, rupanya ada beberapa tanggapan yang ditulis di dalam komentar mas bro… Namun, mayoritas sepakat kalau mereka lebih menginginkan Honda K84A menggunakan sistem pembakaran karburator! Biyuuuh!!

Karakter pengguna motor trail memang agak berbeda dengan street bike mas bro… Mayoritas pengguna motor trail, khususnya motor trail lokal dengan mesin 150 cc, nggak puas sama tunggangannya. Mereka menilai mesin standar masih kurang nampol untuk melibas jalur off road yang ekstrem. Nggak heran begitu beli motor trail baru langsung dioprek, biar tarikan lebih beringas dan mampu melibas tanjakan-tanjakan tinggi. Terus, kenapa kok motor dengan mesin karburator lebih disukai oleh pecinta off road? Yang jelas motor dengan sistem pembakaran karburator jauh lebih mudah dioprek, biaya buat ngopreknya pun lebih murah dibandingkan dengan sistem injeksi, dan perawatannya juga gampang, bahkan sekelas bengkel pinggir jalan pun bisa mengutak-atik. Apalagi namanya off road kan di hutan atau di pedalaman, nggak ada bengkel yang punya fasilitas canggih untuk menangani sistem injeksi.

screenshot_2016-07-31-10-37-10.jpg

Tapi bagaimana dengan realitanya? Kita masih belum tahu mas bro, apakah AHM akan menyematkan sistem pembakaran karburator atau injeksi pada Honda K84A. Peluang penggunaan sistem pembakaran karburator memang masih ada, namun sangat kecil. Kenapa? Pertama, saya meyakini bahwa Honda K84A diciptakan sebagai motor dual sport (on road – off road) yang bersifat street legal, bukan motor off road murni sehingga penggunaan sistem pembakaran injeksi jauh lebih logis dengan mempertimbangkan emisi gas buang yang lebih terkendali (lolos Euro 3) dan efisiensi bahan bakar. Alasan kedua, AHM sudah tidak memiliki produk yang menggunakan sistem pembakaran karburator. Sejak diberlakukannya Euro 3 di Indonesia, AHM meninggalkan sistem karburator dan menggantinya dengan sistem injeksi. Rasanya agak impossible kalau AHM rela membuat satu motor dengan sistem pembakaran yang berbeda. Malah akan menjadi langkah mundur bagi AHM kalau nekat pakai sistem karburator di Honda K84A. Terlebih mesin Honda Verza/MegaPro yang digadang-gadang sebagai basis mesin Honda K84A juga sudah menggunakan sistem injeksi. Semoga saja nanti AHM tetap bisa menyajikan motor trail 150 cc injeksi dengan performa yang galak seperti sistem karburator… Amiiiin!

Advertisements