Melihat Lebih Dekat Bentuk Kolaborasi KTM-Bajaj di Indonesia

KTM-Indonesia-RC-250-GIIAS-2016-Kristianto-Goenadi-001

Kemarin di GIIAS 2016, KTM Indonesia sudah mengumumkan penurunan harga lima street bike andalannya dengan mesin di bawah 400 cc, yaitu Duke 200, RC 200, Duke 250, RC 250, dan RC 390 ABS. Harga kelima motor itu turun cukup jauh saati kolaborasi antara KTM dan Bajaj diumumkan secara resmi, Senin (15/8/2016). Misalnya saja Duke 200 turun harga dari Rp 52 juta menjadi Rp 33 juta, RC 200 turun dari Rp 58 juta menjadi Rp 37 juta, Duke 250 turun dari Rp 69,5 juta menjadi Rp 44 juta, RC 250 turun dari Rp 74 juta menjadi Rp 48 juta, dan RC 390 ABS turun harga dari Rp 125 juta menjadi Rp 99 juta. Memang bagaimana sih bentuk kolaborasi antara KTM dan Bajaj di Indonesia sehingga harganya bisa turun jauh seperti itu?

Kalau mas bro jeli dengan artikel-artikel terdahulu, di sana dijabarkan bahwa Bajaj memiliki 48 persen saham di KTM (Austria) sejak tahun 2008. Dengan jumlah saham sebesar itu, maka nggak heran kalau Bajaj juga memiliki andil yang sangat besar dalam mengembangkan KTM. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan memproduksi street bike KTM (Duke/RC 125, 200, 250, 390) di pabrik Bajaj di India agar cost menjadi lebih murah, kemudian produk diekspor ke lebih dari 60 negara di dunia. Strategi itu membuat Duke dan RC series yang diproduksi oleh Bajaj begitu diminati di pasaran, khususnya India, lantaran harganya sangat terjangkau.

Selanjutnya, Bajaj menilai ada potensi besar kalau strategi yang sama diterapkan pada KTM di Indonesia. Bajaj melihat brand KTM di Indonesia sudah cukup kuat. Maka KTM-Bajaj secara resmi telah menunjuk PT Penta Jaya Laju Motor (KTM Sunter) sebagai distributor resmi produk joint venture yang merupakan street bike under 400 cc, sedangkan untuk dirt bike dan moge masih tetap dipegang oleh distributor sebelumnya, yaitu PT Jaya Selaras Sejahtera. Menurut penuturan Presiden Direktur PT Penta Jaya Laju Motor Pak Kristianto Goenadi, KTM-Bajaj cukup sadar untuk memenangkan pertarungan melawan brand Jepang kuncinya pada harga. Nama besar KTM sendiri nggak akan cukup bisa mengalahkan brand Jepang kalau harga produknya mahal. Brand harus oke, spesifikasi tinggi, dan harga mesti bersaing. Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemangkasan harga yang sangat drastis, sementara langkah kedua membangun pabrik agar produk bisa dibuat CKD. Menariknya, produk yang dijual sekarang masih CBU tapi sudah harga CKD. Kenapa demikian? KTM-Bajaj sudah menghitung nantinya kalau Duke/RC sudah diproduksi secara CKD nggak ada lagi penyesuaian harga. Jadi bisa dipastikan harga Duke/RC sekarang bakal sama dengan Duke/RC versi CKD yang kemungkinan baru ada 2 tahun lagi. Kalau ada yang berharap produk Bajaj dijual lagi di Indonesia rasanya masih mimpi mas bro, karena PT Penta Jaya Laju Motor nggak punya rencana sama sekali menjual produk Bajaj!!

KTM-Indonesia-Duke-250-GIIAS-2016-001

Advertisements