• Home »
  • Article »
  • Seruuuuu…. Dua Perusahaan Rebutan Jadi Distributor KTM di Indonesia!

Seruuuuu…. Dua Perusahaan Rebutan Jadi Distributor KTM di Indonesia!



KTM-Indonesia-Duke-250-GIIAS-2016-005

Tanggal 15 Agustus 2016 lalu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, saya mendapatkan undangan dari PT Penta Jaya Laju Motor untuk menghadiri konferensi pers mengenai strategi baru KTM di Indonesia yang sudah mendapatkan sokongan dari Bajaj Auto Limited (BAL). Di situ PT Penta Jaya Laju Motor mengumumkan sebagai distributor resmi produk joint venture KTM-Bajaj yang merupakan street bike under 400 cc, di antaranya Duke 200, RC 200, Duke 250, RC 250, dan RC 390. Selain itu, PT Penta Jaya Laju Motor juga akan membangun pabrik perakitan di Indonesia yang akan selesai kurang lebih dalam waktu dua tahun mendatang.

Dalam kesempatan itu pula PT Penta Jaya Laju Motor mengumumkan harga baru lima produk tersebut. Nggak tanggung-tanggung, sebagai distributor resmi yang baru, PT Penta Jaya Laju Motor menurunkan harga Duke/RC series sangat signifikan. Rata-rata penurunan harga terjadi sebesar 40 persen. Kalau dinilai dengan mata uang, penurunan harga per produk bisa mencapai Rp 19-26 juta. Daftar harga baru Duke/RC series yang dijual oleh PT Penta Jaya Laju Motor bisa mas bro lihat di bawah:

  • KTM Duke 200 – Rp 33.000.000 OTR Jakarta
  • KTM RC 200 – Rp 37.000.000 OTR Jakarta
  • KTM Duke 250 – Rp 44.000.000 OTR Jakarta
  • KTM RC 250 – Rp 48.000.000 OTR Jakarta
  • KTM RC 390 – Rp 99.000.000 OTR Jakarta

Hanya hitungan hari setelah pengumuman harga baru dari PT Penta Jaya Laju Motor itu, terdengar kabar yang sangat mengejutkan. Duaaaaar!!! PT Jaya Selaras Sejahtera yang membawa bendera Moto KTM Indonesia membantah ada penurunan harga. Bahkan PT Jaya Selaras Sejahtera yang mengklaim dirinya sebagai distributor resmi (Agen Pemegang Merek/APM) KTM di Indonesia mengatakan bahwa PT Penta Jaya Laju Motor selaku salah satu jaringan dealer dari PT Jaya Selaras Sejahtera telah berbuat sewenang-wenang dan melawan hukum dengan melakukan penurunan harga tanpa persetujuan dari distributor resmi (PT Jaya Selaras Sejahtera).



“Ada pihak yang overlapping dalam memberikan press conference. Dealer kan seharusnya tidak punya kewenangan kecuali mendapatkan persetujuan dari APM. Itu saja masalah utamanya. Yang saya tahu tidak ada rencana itu dalam waktu dekat. Kemarin lusa sudah saya confirm secara lisan dengan pihak prinsipal di Austria,” ungkap Presiden Direktur PT Jaya Selaras Sejahtera Jimmy Budhijanto, dikutip dari Otomotifnet.com.

Lalu, bagaimana tanggapan PT Penta Jaya Laju Motor mengenai sanggahan dari PT Jaya Selaras Sejahtera? Pak Akhmad Zafitra Dalie, Head of Sales and Marketing PT Penta Jaya Laju Motor menceritakan kalau PT Jaya Selaras Sejahtera dulu memang menjadi Agen Pemegang Merek (APM) KTM, tapi sekarang tidak lagi. Menurutnya APM KTM sekarang dipegang oleh dua perusahaan. Pertama ada di Bali, yaitu Euro Moto Sport, yang khusus menjual dirt bike dan big bike (moge). Kemudian yang kedua adalah PT Penta Jaya Laju Motor dengan tugas memasarkan street bike under 400 cc. PT Jaya Selaras Sejahtera sendiri memang memasarkan seluruh varian produk KTM, mulai dari dirt bike, big bike, hingga steet bike berkapasitas rendah.

“Awalnya KTM di Indonesia itu kan satu (APM). Hanya (terjadi) pergantian APM saja. Sebelum kita (PT Penta Jaya Laju Motor), itu namanya Moto KTM Indonesia (PT Jaya Selaras Sejahtera). Setelah itu, sekarang policy setahun yang lalu, sejak IIMS 2015, itu kan sudah diumumkan bahwa KTM (di Indonesia) yang megang dua perusahaan, yaitu satu penjualan khusus untuk big bike dan dirt bike di Bali, Euro Moto Sport, sedangkan satu lagi adalah street bike itu kami PT Penta Jaya Laju Motor. Dan waktu itu (IIMS 2015) juga sudah ada tim KTM Austria sendiri yang datang langsung,” ungkap Pak Dalie seperti ditulis detikOto.

KTM-Indonesia-Kristianto-Goenadi-dan-AZ-Dalie-001

Kristianto Goenadi (President Director PT Penta Jaya Laju Motor) dan Akhmad Zafitra Dalie (Head of Sales & Marketing PT Penta Jaya Laju Motor)

Ternyata pada intinya hanya persaingan bisnis antara dua perusahaan saja mas bro… PT Jaya Selaras Sejahtera nggak terima posisinya sebagai APM KTM di Indonesia digeser oleh Euro Moto Sport (Bali) dan PT Penta Jaya Laju Motor (Jakarta – Sunter). Untuk Euro Moto Sport mungkin nggak ada gesekan ya dengan PT Jaya Selaras Sejahtera karena Euro Moto Sport yang fokus menjual dirt bike dan big bike nggak melakukan penurunan/koreksi harga. Artinya nggak mengganggu penjualan produk KTM milik PT Jaya Selaras Sejahtera.

Nah… Lain ceritanya dengan PT Penta Jaya Laju Motor… Jelas saja dengan penurunan harga Duke/RC series sekitar 40 persen oleh PT Penta Jaya Laju Motor membuat PT Jaya Selaras Sejahtera kerut-kerut. Mau ikutan banting harga seperti yang sudah dilakukan oleh PT Penta Jaya Laju Motor tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Apalagi jaringan dealer milik PT Jaya Selaras Sejahtera juga sudah lumayan banyak. Kalau stok Duke/RC masih melimpah, jelas kerugian yang ditanggung juga sangat besar. Tidak banting harga ya membuat produk nggak laku, menumpuk di gudang. Contoh, kalau ada yang jualan Duke 200 dengan harga Rp 33 juta (PT Penta Jaya Laju Motor), siapa yang mau beli Duke 200 seharga di atas Rp 50 juta (PT Jaya Selaras Sejahtera)???

Mungkin sekarang mas bro bertanya-tanya, siapa yang sekarang menjadi APM alias distributor resmi KTM di Indonesia? Kali ini posisi PT Jaya Selaras Sejahtera memang kurang diuntungkan mas bro… Pak Dalie dari PT Penta Jaya Laju Motor mengatakan kalau ingin mencari tahu siapa distributor/dealer resmi KTM di Indonesia bisa meluncur ke website www.ktm.com. Benar saja, di sana tersedia kolom pencarian dealer KTM di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Hasilnya, dari website www.ktm.com ditemukan dua distributor/dealer resmi KTM di Indonesia. Siapa mereka???

  • Euro Moto Sport: Jl. By Pass Ngurah Rai 108X, Pesanggaran – Bali
  • Flagship Sunter: Ruko Green Lake Sunter, Danau Sunter Blok S,T, Sunter – Jakarta

Untuk yang pertama sih jelas ya punya Euro Moto Sport alias Bali Dirt Bike yang juga memegang produk Husqvarna di Indonesia. Sedangkan yang kedua memang nggak disebutkan sebagai PT Penta Jaya Laju Motor, tapi dari alamatnya sangat klop dengan alamat milik PT Penta Jaya Laju Motor (KTM Sunter). Di website resmi KTM nggak ada dealer dengan nama PT Jaya Selaras Sejahtera maupun Moto KTM Indonesia.

KTM-Duke-250-004

Rasanya kurang lengkap kalau pernyataan hanya keluar dari dua pihak, dalam hal ini PT Jaya Selaras Sejahtera dan PT Penta Jaya Laju Motor. Bagaimana kalau kita melihat pernyataan dari KTM Group? Dalam pernyataannya pada April 2016 lalu KTM Group mengatakan bahwa mereka membuat strategi baru terhadap operasi KTM di Indonesia, di mana street bike under 400 cc didistribusikan oleh rantai KTM Dealership yang dikelola oleh Bajaj Auto Limited, dalam hal ini adalah PT Penta Jaya Laju Motor. Di lain pihak, KTM Group mengatakan PT Jaya Selaras Sejahtera masih tetap menjadi mitra importir KTM yang fokus pada model di atas 400 cc. Press release dari KTM Group itu bisa dibaca di sini.

KTM & Bajaj Join Force in Indonesia

Motorcycles are traditionally one of the most popular modes of transport in this country of some 260 million people.

An agreement has been reached between the two successful manufacturers that will see Bajaj extend its distribution network to embrace Indonesia. The arrangement involves KTM branded DUKE and RC motorcycles up to a displacement of 400 cc, which are developed and assembled by the successful Austrian-Indian joint venture.  The motorcycles will be distributed through a chain of KTM Dealerships, to be managed by Bajaj, with the aim of expanding the business in this relevant, growing and price sensitive market in South East Asia.

“The decision to emphasize our sales activities in the South-East Asian distribution network is the logical next step in our long term oriented strategy. It supports our presence in the price sensitive Indonesian market by using synergies from our strong alliance with Bajaj”, explains Hubert Trunkenpolz, CSO, KTM AG.

Rakesh Sharma, President International Business of Baja Auto, adds to the announcement: “Bajaj has successfully established the KTM brand in India with an exclusive channel of 250 KTM stores. For Bajaj Auto this agreement to distribute sub 400 cc KTM bikes in Indonesia is a major step forward. We will endeavor to strongly establish this Premium European Brand in Indonesia.”

The existing business partnership with the current importer P.T. Jaya Selaras Sejahtera will remain, but will now fully focus model range above 400cc.

KTM and Bajaj together represent driving forces in the development, production and distribution of sport motorcycles. Strategies for the successful partnership of these forward moving companies were established almost 10 years ago. The move elevated the KTM 125 DUKE into the position of first top selling product in 2011 in Europe and brought up a line-up of class leading eight Duke & RC models overall. Meanwhile, the co-working has resulted in the creation of more than 125,000 new customers for the globally expanding KTM GROUP.

So, apakah harga murah KTM Duke dan RC 200/250/390 itu hoax? Sama sekali nggak hoax kok mas bro… Mas bro bisa mendapatkan Duke/RC murah itu di KTM Sunter dan KTM Bandung yang masuk ke dalam jaringan PT Penta Jaya Laju Motor, bukan yang lain. Jaringan dealer PT Penta Jaya Laju Motor memang baru terbatas pada dua dealer itu, dan mungkin beberapa dealer independent. Kalau beli di dealer lain yang tidak masuk ke dalam jaringan PT Penta Jaya Laju Motor ya jelas harganya jauh lebih mahal alias tanpa diskon. Sepertinya antara PT Jaya Selaras Sejahtera dan PT Penta Jaya Laju Motor hanya terjadi miss communication saja, karena PT Jaya Selaras Sejahtera berhubungan langsung dengan KTM Austria sedangkan PT Penta Jaya Laju Motor berkomunikasi dengan Bajaj Auto Limited. Kurang koordinasi membuat KTM, Bajaj, PT Jaya Selaras Sejahtera, dan PT Penta Jaya Laju Motor nggak match. Mereka mesti rundingan bareng lagi nih biar konsumen nggak galau ketika mau beli produk!

KTM-Indonesia-RC-250-GIIAS-2016-001

Advertisements