Ada Importir Umum Daftarkan TPT Zongshen RX3… Viar Kalah Cepat??



Zongshen-RX3-007

Mas bro… Seperti diketahui PT Triangle Motorindo selaku agen tunggal pemegang merek Viar Motor Indonesia telah memamerkan motor adventure yang diberi nama Viar Tour X 250 di ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) pada pertengahan tahun 2016 ini. Mungkin mas bro juga udah pada tau kalau Viar Tour X 250 identik dengan Zongshen RX3 atau Cyclone RX3 yang dipasarkan di Amerika Serikat. Sayangnya, di Jakarta Fair lalu Viar hanya memamerkan prototipe Zongshen RX3 alias Viar Tour X 250 saja tanpa bisa memberikan kepastian apakah motor itu bakal benar-benar dipasarkan atau tidak. Intinya Viar baru sekedar tes pasar sembari terus melakukan tes internal terhadap unit motor prototipe agar benar-benar siap jika memang akan dilempar ke pasaran.

Menariknya, baru-baru ini ada sebuah perusahaan importir umum yang mendaftarkan TPT uji tipe Zongshen RX3 di Kementerian Perindustrian… Yups… Saat Viar baru sekedar tes pasar, justru ada PT Jasa Utama Transporindo yang melangkah lebih jauh dengan mendaftarkan TPT uji tipe. Biasanya setelah TPT uji tipe sukses didaftarkan, diikuti dengan pendaftaran TPT impor atau produksi dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan ke depan. Bukan nggak mungkin PT Jasa Utama Transporindo bakal memasarkan Zongshen RX3 di Indonesia lebih dahulu ketimbang Viar. Apakah ini artinya Viar kecolongan dan kalah cepat?

screenshot_2016-10-13-11-43-08_1.jpg



Bagi Viar yang notabene produsen motor lokal terbesar di Indonesia, tentu butuh pertimbangan yang lebih jelimet sebelum meluncurkan sebuah produk baru. Viar sudah punya pabrik besar di Semarang. Kalau ingin meluncurkan produk baru, targetnya ya mesti diproduksi/dirakit di pabriknya sendiri, bukan impor utuh (CBU). Tidak lupa Viar memberikan kandungan lokal pada si motor baru. Imbasnya perusahaan mesti hitung-hitungan antara biaya produksi dengan proyeksi angka penjualan. Kalau nggak nyucuk ya sulit juga sebuah produk dilempar ke pasaran. Apalagi Viar tergolong brand yang masih dipandang sebelah mata sehingga dituntut memberikan harga yang murah. Belum lagi mikirin masalah purna jual kan?

Bagaimana dengan importir umum? Importir umum nggak punya fasilitas produksi (pabrik), nggak sedikit importir umum yang jual putus tanpa mementingkan layanan purna jual, importir umum mengambil produk dengan impor utuh (CBU), importir umum tidak dituntut menjual produk dengan harga murah, dan unit yang diimpor oleh importir umum biasanya sangat sedikit. So, rasanya nggak aneh kalau misalnya ada importir umum yang jualan Zongshen RX3 lebih dulu ketimbang Viar. Jika PT Jasa Utama Transporindo jadi memasukkan Zongshen RX3, jumlahnya paling-paling nggak lebih dari 10 unit. Harganya pun dipastikan di atas Rp 50 juta. Bahkan nggak perlu heran kalau harganya tembus Rp 70-90 juta. Sekarang mas bro tinggal pilih aja, nunggu Viar menjual Viar Tour X 250 dengan harga sangat logis dan jaringan 3S lumayan banyak tapi tanpa kepastian kapan diluncurkan, atau ambil unit di importir umum yang jelas lebih cepat, lebih mahal, dan tanpa jaminan layanan purna jual?

Viar-Zongshen-RX3-002

Advertisements