Musim Banjir… Momen Tepat Untuk Genjot Penjualan Motor Trail!

kawasaki-klx150-bf-showroom-jogja-2016-001

Beberapa tahun belakangan, cuaca dan iklim semakin tidak bisa diprediksi. Waktu yang mestinya masuk musim kemarau justru hujan lebat bahkan kadang banjir, waktunya musim hujan malah panasnya nggak karuan. Tidak jarang banjir pun bisa datang sewaktu-waktu, nggak peduli itu yang mestinya musim hujan atau musim panas. Tengok saja di berita, cukup sering kita melihat adanya banjir, mulai dari Jakarta, Bandung, Cianjur, maupun kota-kota lain di berbagai penjuru Indonesia. Termasuk Surabaya dan Sidoarjo yang notabene tempat tinggal Adventuriderz.com juga banjir kok kalau hujan parah…

Nah… Sebenarnya banjir yang kerap melanda di sejumlah wilayah juga bisa menjadi strategi marketing yang apik bagi pabrikan motor, khususnya yang menjual motor trail. Kenapa? Di kala banjir, jalanan jelas tergenang tinggi, nggak sedikit pula yang hancur setelah banjir. Di sinilah motor trail memiliki peran yang lebih baik ketimbang motor biasa. Trail bisa melibas genangan banjir dengan mudah… Setidaknya kalau banjir 30 cm masih eces bagi motor trail yang memang memiliki ground clearance tinggi. Pasca banjir, jalanan yang rusak juga bukan jadi masalah bagi sosok motor trail. So, akitifitas tetap bisa dilakukan dengan luwes menggunakan motor trail.

Sekarang tinggal gimana pabrikan deh… Mau memanfaatkan momen ini atau tidak… Tentu yang dibutuhkan di sini adalah motor trail street legal alias motor dual sport/dual purpose yang dilengkapi dengan surat-surat, bukan motor trail off road tulen. Ada beberapa pabrikan motor yang menjual motor trail street legal atau dual sport, seperti Kawasaki (KLX150 & KLX250), Yamaha (WR250R), Viar (Cross X 150 & Cross X 200), dan Gazgas (Hummer 150). Meskipun potensi besar ada pada motor trail entry level dengan harga Rp 20-35 juta daripada motor trail high end di atas Rp 65 juta. Kadang¬†memang ada opportunity dalam sebuah musibah… Gimana menurutmu mas bro??

cross-x-200es-full-side.jpg

Advertisements