• Home »
  • Article »
  • Petinggi AHM: Kami Harus Punya Motor Trail, Pakai Mesin 150 cc Cukup!!

Petinggi AHM: Kami Harus Punya Motor Trail, Pakai Mesin 150 cc Cukup!!

Honda-CRF150F-2015-014

Kabar mengenai kehadiran motor trail Honda dari Astra Honda Motor (AHM) bekalangan ini semakin santer terdengar. Nggak cuma dari bocoran-bocoran saja, tapi sejumlah petinggi AHM mulai terang-terangan memberikan kode keras. Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas mengenai Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma yang memberikan indikasi bahwa CRF250L bakal dipasarkan di Indonesia, menemani CRF1000L Africa Twin. Bahkan perilisan itu kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat (semester pertama 2017). Terlebih pendaftaran TPT uji tipe CRF250L di Kementerian Perindustrian telah selesai dilakukan.

Nah… Kalau Inuma San yang notabene orang nomor satu di AHM sudah memberikan kode keras mengenai kehadiran CRF250L, kini anak buah Inuma San yang menjabat sebagai Direktur Marketing AHM Koji Sugita ikut berceloteh tentang motor trail. Tanpa tedeng aling-aling, Sugita San menyebut kalau AHM harus memiliki lineup motor trail. Kenapa? Alasannya Sugita San pernah ikut bermain-main dengan motor trail, dan dia melihat orang bisa bersenang-senang, sangat menikmati ketika nunggang motor trail!

“Penting bagi kami untuk memiliki model trail. Cuma kami tidak bisa menyebutkan apa modelnya, kapan hadirnya. Tapi yang pasti, kami harus punya karena kami melihat orang-orang begitu menikmati motor ini,” ungkap Sugitan San kepada Liputan6.com di sela-sela acara touring CBR250RR di Bali beberapa waktu lalu.

Honda-CRF150F-2015-019

Menurut Sugita lagi, kalau AHM ikut terjun di segmen trail, maka motor trail dengan mesin 150 cc lebih menjadi prioritas ketimbang 250 cc. Dia kerap melihat orang memodifikasi motor seperti MegaPro menjadi motor trail adalah salah satu faktornya, sehingga motor trail dengan mesin 150 cc sudah lebih dari cukup untuk bersenang-senang. Apalagi, IMHO, market di segmen motor trail entry level 150 cc memang jauh lebih gemuk daripada motor trail 250 cc atau lebih.

“Saya lihat banyak masyarakat yang memodifikasi motornya menjadi model trail. Contohnya seperti MegaPro. Mereka hanya ingin bersenang-senang. Menurut saya, mesin 150 cc cukup. Untuk off road ringan tidak perlu tenaga yang sangat besar. Selain itu, harga juga menjadi salah satu pertimbangan,” ungkap Sugita.

Lho… Kalau AHM lebih memprioritaskan motor trail 150 cc, terus gimana kabarnya CRF250L? Menurut Adventuriderz.com, itu sudah sangat sejalan dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh petinggi AHM sebelumnya. CRF250L tetap akan dijual oleh AHM, tapi hanya sekedar alat marketing. CRF250L bersama dengan CRF1000L Africa Twin diposisikan sebagai produk flagship yang dipakai untuk memperkuat branding AHM di segmen trail. CRF250L bukan peluru penjualan yang utama karena harganya dipastikan nggak murah (lebih dari Rp 60 jeti), plus CRF250L didatangkan secara impor utuh (CBU) dari Thailand, bukan diproduksi secara lokal. Jualan utama AHM di segmen trail adalah CRF150L (nama unofficial), diproduksi secara lokal di Indonesia oleh AHM, dan menjadi penantang serius bagi Kawasaki KLX150 yang kini bisa terjual 5.000 unit per bulan. Kita tunggu saja deh sampai AHM benar-benar nyemplung ke segmen ini!

Advertisements