Graham Jarvis Juarai Roof of Africa 2016, Alfredo Gomez Kedua



roof-of-africa-2016-podium-001

Rider extreme enduro dari Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing, Graham Jarvis, menutup tahun 2016 dengan manis karena bisa menjuarai kompetisi extreme enduro Roof of Africa 2016 yang digelar selama tiga hari (1-3 Desember 2016) di Lesotho, Afrika Selatan. Kemenengan Jarvis tahun ini sekaligus memberikannya koleksi gelar juara Roof of Africa sebanyak empat kali. Sebelumnya Jarvis berhasil memenangkan Roof of Africa pada tahun 2011, 2013, dan 2015.

Pastinya kemenangan Jarvis di Roof of Africa 2016 nggak didapatkan dengan mudah. Bahkan Jarvis sempat terpuruk di babak kualifikasi “Round the Houses” lantaran harus puas berada di urutan ke-17. Beruntung dia berhasil mendapatkan catatan waktu tercepat pada babak “Time Trial”, sehingga Jarvis sudah memiliki modal di urutan kedua klasemen sementara di bawah rider Yamaha, Brett Swanepoel, di hari pertama ini. Tentu itu modal bagus bagi Jarvis yang bisa dia bawa di race hari kedua.

roof-of-africa-2016-alfredo-gomez-ktm-vs-graham-jarvis-husqvarna



Pada hari kedua, Jarvis mendapatkan persaingan yang amat sangat ketat dengan rider Red Bull KTM Factory Racing, Alfredo Gomez. Gomez seperti kesetanan di hari kedua ini hingga bisa memangkas gap 10 menit ketertinggalannya pada hari pertama. Di hari ketiga (terakhir), Gomez tetap tampil impresif… Jalur yang didominasi oleh tanjakan-tanjakan super curam dan banyak bebatuan terjal nggak membuatnya mengendurkan serangan terhadap Jarvis. Bahkan Gomez menjadi rider yang berhasil menyentuh garis finish pertama kali. Sayang sekali, catatan waktu total Jarvis masih lebih cepat dibandingkan dengan Gomez. Selisihnya amat sangat tipis, hanya sembilan detik saja!

Yups… Pada hari ketiga Gomez boleh saja menyentuh garis finish lebih awal dari Jarvis. Tapi gelar juara Roof of Africa 2016 tetap berada di tangan Jarvis, karena gelar juara nggak ditentukan pada penampilan satu race saja, melainkan akumulasi dari race selama tiga hari. Bagi Gomez tentu ini cukup menyesakkan lantaran kalah hanya sembilan detik saja dari Jarvis. Gomez bisa mencoba peruntungannya mengalahkan Jarvis di berbagai kompetisi extreme enduro tahun depan. Anyway, congratulation Jarvis!!

roof-of-africa-2016-graham-jarvis-husqvarna

“Mengakhiri musim dengan kemenangan lagi tentu sangat bagus. Agar fair, tahun ini Roof of Africa berbeda dengan tahun-tahun lain yang sudah pernah aku ikuti balapannya. Ini menjadi musim yang fantastis bagiku dan aku sangat berterimakasih kepada Rockstar Energy Husqvarna atas dukungan mereka. Dalam balapan itu sangat sulit mendapatkan gap pada siapapun, sehingga aku akhirnya riding pada sebagian besar balapan dengan menempel Gomez. Aku kira itu hal yang baik bagi kami berdua, karena kami saling membantu dalam navigasi kami. Aku tahu, aku tidak bisa mendahului Alfredo (Gomez) jadi aku mempersiapkan diri menggeber motor dengan maksimal hingga akhir,” tutur Jarvis.

“Kami kalah hanya sembilan detik, tapi kami akan jauh lebih kuat tahun depan,” kata Alfredo Gomez singkat.

roof-of-africa-2016-001

  1. Graham Jarvis ( Husqvarna) – 16:14:40
  2. Alfredo Gomez (KTM) – 16:14:49
  3. Scott Bouverie (KTM) – 16:21:56
  4. Travis Teasdale (KTM) – 16:23:55
  5. Blake Gutzeit (Yamaha) – 16:28:01
  6. Brett Swanepole (Yamaha) – 16:53:25
  7. Billy Bolt (KTM) – 17:14:11
  8. Andreas Lettenbichler (KTM) – 17:32:44
  9. Altus De Wet (Yamaha) – 17:41:50
  10. Dwayne Kleynhans (KTM) – 18:30:00
Advertisements