• Home »
  • Article »
  • Alta Motors Redshift MX – Saat Mesin Listrik Merambah ke Motor Trail!

Alta Motors Redshift MX – Saat Mesin Listrik Merambah ke Motor Trail!



Saat ini sudah banyak pabrikan motor yang menggunakan mesin bertenaga listrik yang digadang-gadang sebagai motor masa depan dengan kelebihan jauh lebih hemat energi dan ramah terhadap lingkungan karena motor bermesin listrik nggak mengeluarkan emisi gas buang sama sekali (zero emission). Menariknya, motor bermesin listrik nggak melulu bergenre bebek, skuter, atau sport, tapi kini sudah merambah ke motor dengan genre trail. Salah satu produsen yang memproduksi motor trail bermesin listrik adalah Alta Motors dengan nama produk Redshift MX.

Di dunia ini mungkin Alta Motors bukanlah pabrikan pertama yang memproduksi motor trail bermesin listrik. Sebelumnya sudah ada pabrikan lain yang meluncurkan trail listrik. Sebut saja KTM dengan Freeride E-SX (motocross), Freeride E-XC (enduro), dan Freeride E-SM (supermoto). Ada juga pabrikan asal Amerika Serikat, Zero Motorcycles, yang memproduksi motor trail Zero FX. Tapi sebagai pendatang baru tentu saja Alta Motors Redshift MX membawa sejumlah keunggulan dibandingkan dengan motor-motor trail listrik yang sudah keluar lebih dulu. Memang apa keunggulan Redshift MX??



Pada dasarnya Redshift MX diciptakan sebagai sosok motocross (MX). Artinya, motor ini lebih cocok dipakai di sirkuit motocross ketimbang medan off road/enduro. Bahkan Alta Motors sendiri mendesain Redshift MX agar bisa masuk ke dalam kelas balap motocross MX2. Dari segi desain, penampilan Redshift MX tergolong menawan, ramping, dan sangat ringkas. Kalau pada motor trail konvensional di bawah sasis itu dipenuhi oleh mesin, pada Redshift MX dipenuhi oleh battery pack yang ukurannya memang sangat besar. Battery itu dipakai untuk menyuplai tenaga mesin. Alta Motors mengklaim battery Redshift MX bersifat waterproof dengan rating IP67, mampu menahan getaran maupun goncangan hingga 20G, dan memiliki sistem self monitoring digital. Konon kabarnya battery yang berkapasitas 5,8 kWh ini mampu bertahan selama 3 jam jika digunakan secara terus-menerus, sedangkan pengisian battery dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu 2,5 jam menggunakan listrik 220 volt atau 4 jam dengan listrik 110 volt.

Nah… Mesin yang terlihat amat ringkas pada Redshift MX rupanya mampu mengeluarkan tenaga maksimal sebesar 40 HP. Tenaga sebesar itu memang terlihat biasa saja. Sebanding dengan motocross bermesin 4T konvensional berkapasitas 250 cc. Tapi jangan salah nih bro… Torsi yang maksimal yang mampu dikeluarkan oleh Redshift MX tembus 165 Nm!!! Asli ngeri banget torsinya, meskipun kecepatan maksimal yang bisa dikail hanya sekitar 105 km/jam. Bagi rider yang sudah terbiasa menggunakan mesin konvensional, yang bikin kagok pada Redshift MX adalah motor ini menggunakan sistem transmisi 1-speed atau boleh dibilang otomatis. Oh ya, mesin listrik/motor pada Redshift MX menyatu dengan sasis atau bahasa kerennya monocoque chassis. Dari gambar terlampir terlihat sangat jelas kalau motor menyatu dengan sasis yang berukuran lumayan lebar. Mesin dan sasis monocoque ini kemudian terhubung dengan suspensi dan swing arm melalui linkage.

Beberapa hal menarik lainnya adalah dalam membangun Redshift MX, Alta Motors didukung oleh vendor-vendor ternama. Sebut saja WP yang ikut menyuplai suspensi. Bukan rahasia lagi, WP merupakan produsen suspensi terbesar di Eropa. Alta Motors menyebut Redshift MX menggunakan suspensi WP 4CS yang dibuat khusus berdasarkan spesifikasi riset tim Alta Motors. Kemudian pada bagian plastic body dan sub-frame disuplai oleh Acerbis, rem dari Brembo, wheels set dari Wrap 9 Racing dengan ukuran velg 19 inch di belakang dan 21 inch di depan, ban buatan Bridgestone, dan handlebar buatan Neken. Boleh dibilang semua komponen disuplai oleh brand mentereng di dunia bro!

Terus, apakah ke depan motor trail dengan mesin listrik bakal populer? Hanya waktu yang bisa menjawabnya bro… Tapi kalau dalam waktu dekat ini sepertinya sih belum. Menurut opini Adventuriderz.com, kendala utama motor listrik ada pada battery. Battery yang berkapasitas besar tentu saja memiliki harga yang mahal dan berujung pada harga motor yang mahal pula. Selain itu, kapasitas battery yang besar juga membutuhkan proses pengisian yang lama. Jika pabrikan sudah mendapatkan solusi pengembangan battery dengan ukuran seringkas mungkin, berkapasitas besar, waktu pengisian sebentar, dan harga lebih terjangkau, bukan nggak mungkin motor listrik atau khususnya motor trail listrik bakal sukses. Tapi dengan range battery sekarang yang maksimal hanya bisa dipakai selama 3 jam, sulit membawa motor trail seperti ini ke medan off road/enduro. Semoga berguna!

Advertisements