• Home »
  • Article »
  • Jika Direalisasikan, Trail Entry Level KTM Bisa Obrak-Abrik Brand Jepang

Jika Direalisasikan, Trail Entry Level KTM Bisa Obrak-Abrik Brand Jepang

Ngomongin soal motor trail, di Indonesia ini sudah banyak pemainnya, terutama untuk motor trail high end dengan harga mahal. Dari brand Eropa ada KTM, Husqvarna, Sherco, dan Beta, sedangkan dari brand Jepang ada Kawasaki dan Yamaha melalui Yamaha CBU Off Road Indonesia. Honda dan Suzuki tidak disebutkan karena Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) keduanya sampai saat ini tidak/belum menjual motor trail.

Tapi kalau yang dibicarakan adalah motor trail entry level, pemainnya justru sangat sedikit. Dari brand global hanya Kawasaki yang sudah menjual motor trail entry level di Indonesia melalui KLX150 series. Makanya nggak mengherankan kalau KLX150 series begitu laris-manis di sini. Tak kurang dari 5.000 unit KLX150 series terjual setiap bulannya, membuat motor trail ini menjadi volume maker bagi Kawasaki Motor Indonesia (KMI) selaku ATPM. Selebihnya motor trail entry level hanya diisi oleh brand-brand lokal yang mengambil basis dari produk China.

Masih tingginya peluang bermain di segmen motor trail entry level rupanya diperhatikan betul oleh PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM) yang saat ini ditunjuk sebagai distributor resmi street bike KTM under 400 cc di Indonesia. Presiden Direktur PJLM Pak Kristianto Goenadi pada Agustus 2016 lalu pernah bilang ke Adventuriderz.com bahwa pihaknya sudah meminta kepada prinsipal untuk secara khusus mengembangkan motor trail entry level. Bahkan PJLM juga sudah menyodorkan data penjualan motor trail entry level di Indonesia sebagai bahan pertimbangan. Mungkinkah hal itu direalisasikan?

KTM bukanlah pabrikan kecil. Tidak ada yang tidak mungkin bagi KTM, termasuk dalam mengembangkan motor trail entry level berharga murah. Kalau KTM mau, pengembangan bisa dilakukan dengan cepat. Apalagi mereka memiliki Bajaj sebagai salah satu pemegang saham utama. Dalam waktu beberapa tahun belakangan ini KTM sudah terbukti berhasil melakukan kolaborasi dengan Bajaj dalam memproduksi street bike entry level dengan harga terjangkau dalam wujud 125/200/250/390 Duke dan RC 125/200/250/390.

Belum lama ini Sales and Marketing Strategic Advisor PJLM Pak Akhmad Zafitra Dalie sempat melontarkan pernyataan bahwa motor trail entry level KTM nanti berpeluang menggunakan mesin berkapasitas 200-250 cc. Tentu ini sangat logis! Kenapa? Karena PJLM berafiliasi dengan Bajaj, jadi motor trail entry level KTM sangat mungkin menggunakan mesin 200 Duke dan/atau 250 Duke yang selama ini memang diproduksi oleh Bajaj di India, bukan KTM Austria. Soal performa nggak perlu diragukan lagi… Mesin 200/250 Duke itu paling powerful dan torque di kelasnya. Cocok dijadikan mesin trail!

“Untuk motor trail, kita sudah mengusulkan langsung ke prinsipal, karena secara image, KTM kan juga terkenal dengan model-model trailnya. Tapi yang jelas, kita sudah menunjukkan kepada mereka bahwa market Indonesia di segmen trail entry level itu cukup besar dan potensial. Doakan saja semoga tahun 2018 sudah tersedia,” kata Pak Dalie kala itu.

Jika motor trail entry level KTM berbasis mesin 200/250 Duke benar-benar direalisasikan, jelas akan membuat geger market dan berpotensi besar mengobrak-abrik brand Jepang. Apa alasannya? Pertama, nama besar KTM sudah sangat dikenal di kalangan pecinta trail. Malah KTM tergolong sebagai produsen motor off road terbesar di dunia. Kedua, kolaborasi antara KTM dan Bajaj membuat harga motor menjadi benar-benar terjangkau, tapi spesifikasi dan fiturnya tetap nggak main-main. Coba deh perhatikan 200 Duke dan 250 Duke! Dengan fitur super lengkap, part dari vendor/brand ternama dunia, dan spesifikasi begitu menggiurkan hanya dijual dengan harga masing-masing Rp 33 juta dan Rp 44 juta. Bayangkan kalau ada trail entry level berbasis 200 Duke dengan harga Rp 40 juta dan yang berbasis 250 Duke Rp 50 jutaan saja. Pasti bikin pontang-panting brand Jepang. Lha wong KLX150 BF dengan fitur dan spesifikasi pas-pasan saja harganya RP 32-35 jutaan kok!

Advertisements