Ikut Terjun di Segmen Trail Nasional, Bagaimana Kans Cleveland?

Market motor trail di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Hal ini membuat sejumlah brand motor tertarik masuk ke segmen ini. Nggak cuma dari pabrikan motor Jepang, tapi juga pabrikan motor non-Jepang, salah satunya adalah Cleveland. Mungkin bro masih banyak yang asing dengan yang namanya Cleveland. Ya, itu memang nggak bisa disalahkan karena Cleveland sendiri baru berdiri sekitar 8 tahun yang lalu di Kota Cleveland, Amerika Serikat. Kemudian Cleveland masuk ke Indonesia baru beberapa tahun terakhir. Itupun lebih fokus dalam menjual motor custom, bukan trail. Terus gimana peluang Cleveland di market motor trail nasional?

Nah… Mulai akhir tahun 2016 dan di tahun 2017 nanti Cleveland sepertinya bakal genjar dalam berjualan motor trail. Sejumlah produk dipersiapkan, mulai dari FXx 110, FXr 110, FXx 125, FXr 125, Hooligun 250X, Hooligun 250R (supermoto), Hooligun 450X, hingga Hooligun 450R (supermoto). Untuk saat ini yang sudah dijual baru FXx & FXr 110, Hooligun 250X, dan Hooligun 450X, yang semuanya baru sebatas dijual dalam bentuk off the road (non-street legal) tanpa surat-surat. Di awal tahun 2017, rencananya bakal hadir FXr 125 dan Hooligun 250X yang dijual secara on the road (street legal) lengkap dengan surat-surat dan berbagai kelangkapan standar motor jalan raya. Boleh dibilang lineup produk yang ditawarkan oleh Cleveland cukup lengkap!!

Sayangnya, sebagai pendatang baru Cleveland mematok harga yang cukup mahal. Sebut saja motor mungil yang mirip seperti sepeda downhill dengan mesin 110 cc seperti FXx dan FXr dibandrol dengan harga masing-masing Rp 30 juta dan Rp 32 juta off the road. Padahal motor ini diproduksi atau berasal dari Tiongkok, bukan hasil kreasi Cleveland sendiri. Malah salah satu petinggi brand motor lokal pernah mengungkapkan kepada Adventuriderz.com bahwa pihaknya bisa saja mendatangkan motor serupa/mirip FXx dan FXr kemudian menjualnya dengan bandrol harga Rp 20 jutaan atau malah di bawah Rp 20 juta. Belum lagi motor seperti Hooligun 250X juga dibandrol Rp 74 juta off the road, lebih mahal dibandingkan motor dengan spesifikasi, desain, dan fitur yang sama persis Gazgas GE 250 GZ1. Kemudian Hooligun 450X bandrolnya nggak kalah fantastis, tembus Rp 147 juta off the road. Harga Rp 147 juta itu sudah masuk ke zona motor-motor trail buatan Eropa seperti KTM, Husky, Sherco, dan Beta yang secara kualitas lebih teruji, performa lebih ganas, dan bobot jauh lebih ringan.

Menurut Adventuriderz.com, Cleveland terlalu berani membandrol motor-motor trailnya dengan harga mahal. Padahal produk yang ditawarkan nggak beda dengan Viar atau Gazgas yang mengambil basis dari Tiongkok. Artinya, secara brand maupun produk, Cleveland masih berada di liga yang sama dengan Viar, Gazgas, dan brand-brand lokal lainnya. Cleveland masih belum bisa dibandingkan dengan brand Jepang dan Eropa. Walaupun nggak bisa dipungkiri juga kalau Cleveland adalah brand yang berasal dari Amerika Serikat. Kalau dibilang laku sih ya tetep laku, terutama di lineup bawah macam FXx dan FXr karena desainnya unik dan harganya masih masuk ke segmen entry level. Tapi mau berapa banyak? Dengan brand image kurang dikenal, jaringan 3S minim, mengandalkan basis produk Tiongkok, dan harga yang mahal, rasanya sulit bagi Cleveland mendulang volume penjualan yang tinggi. Bisa laku puluhan unit per bulan saja sudah bagus. Kalau tembus ratusan unit per bulan tentu jadi prestasi luar biasa… Kita lihat saja deh kiprah Cleveland yang kemungkinan lebih agresif di tahun 2017…


Advertisements