Mengenal Profil 5 Rider Monster Energy Honda Team Untuk Dakar 2017

Salah satu ajang balap off road paling ekstrem di dunia, Rally Dakar 2017, akan segera dimulai dalam waktu 2 hari lagi atau tepatnya pada 2 Januari 2017. Kalau sekarang banyak di antara bro sekalian yang sedang mempersiapkan acara pesta malam tahun baru atau liburan tahun baru, maka itu nggak terjadi pada rider dan anggota tim yang berlaga di Dakar 2017. Justru mereka sedang sibuk-sibuknya melakukan persiapan dengan maksimal agar bisa mendapatkan hasil terbaik dalam ajang balap yang digeber selama setengah bulan itu.

Tim yang cukup sibuk dalam mempersiapkan diri di ajang Dakar 2017 adalah Monster Energy Honda Team alias Honda Racing Corporation (HRC). Nggak salah kalau Honda amat sangat sibuk karena sebagai pabrikan motor terbesar di dunia, mereka sangat gatal ingin merengkuh gelar juara Dakar yang selama ini sangat didominasi oleh pabrikan motor asal Austria, KTM. Untuk dapat merebut gelar juara itu, Honda bahkan sudah mempersiapkan lima orang rider tangguh sekaligus. Mereka adalah Paulo Goncalves, Michael Metge, Ricky Brabec, Kevin Benavides, dan Joan Barreda Bort. Sayangnya, dari total lima rider itu hanya akan ada empat rider yang bertarung di Dakar 2017 karena salah satu rider andalan Honda, Kevin Benavides, justru mengalami cidera yang serius pada tangan kanannya akibat crash hebat saat latihan di Argentina. Sekarang nggak ada salahnya kalau kita bahas mengenai profil masing-masing rider Monster Energy Honda Team di Dakar 2017 yuk!

Paulo Goncalves

Paulo “Speedy” Goncalves merupakan seorang rider veteran di kelas balap rally. Dia pertama kali mengikuti balap Dakar pada tahun 2009. Kemudian mendapatkan kemenangan stage pertamanya dua tahun kemudian. Rider yang berasal dari Portugal itu sudah pernah mendapatkan gelar juara Cross Country Rallies World Championship 2013 dan menjadi runner up pada Dakar 2015. Dengan pengalaman segudang, kecepatan yang bagus, skill luar biasa, dan kemampuan menganalisa stage dengan sangat baik, maka nggak heran kalau Honda nanti cukup bertumpu pada Paulo Goncalves untuk mendapatkan prestasi yang bagus.

Michael Metge

Sepertinya Michael Metge memang dilahirkan untuk menjadi pembalap rally. Kenapa? Karena dia dilahirkan di dalam keluarga pembalap rally. Ketika Michael Metge baru bisa merangkak, ayahnya sudah berusaha melakukan perjalanan dari Paris menuju Dakar (Senegal) melintasi medan off road berupa gurun menggunakan motor rally. Ayah Michael Metge baru bisa mewujudkan ambisinya melakukan perjalanan dari Perancis ke Dakar itu setelah enam kali percobaan. Kemudian saudara sepupu kedua Michael Metge, Rene Metge, merupakan juara Dakar sebanyak tiga kali. So, darah rally sudah mengalir deras dalam tubuh Michael Metge.

Meskipun demikian, karir balap Michael Metge nggak ujug-ujug langsung terjun ke ajang balap rally. Metge junior sudah memiliki motor sendiri ketika berusia empat tahun. Di usia yang masih sangat bocah, pria asal Perancis ini sudah mengikuti kompetisi balap motocross lokal dan regional. Menariknya, dia banting stang dari motocross ke enduro. Di sini dia justru menunjukkan performa yang sangat baik karena Michael Metge mampu menorehkan prestasi urutan kelima pada kompetisi yang prestisius di negaranya, French Enduro Championship, dan pada tahun 2010 dia mampu meraih runner up di kelas E2 European Enduro.

Karir di dunia balap rally Michael Metge justru baru dimulai pada tahun 2008 ketika dia mengikuti Sardinia Rally Race. Pada tahun 2013, Michael Metge baru mengikuti ajang balap Dakar. Di situ Michael benar-benar menunjukkan memiliki bakat yang sangat menjanjikan. Pada musim pertamanya ikut Dakar, Michael Metge berhasil menempati urutan ke-18. Nggak ada yang mengejek prestasinya itu karena bagi pembalap pemula sangat sulit langsung mendapatkan posisi yang bagus di Dakar. Berada di urutan ke-18 klasemen akhir saja sudah sangat baik. Setelah mendapatkan hasil yang bagus di Dakar 2013, Michael Metge menandatangani kontrak dengan salah satu tim factory untuk musim Dakar 2014 dengan hasil akhir di urutan ke-13. Cidera dan permasalahan teknis melanda Michael Metge sehingga dia keluar dari Dakar 2015. Kita lihat apakah Michael Metge bisa mendapatkan prestasi yang lebih bagus dengan Honda di Dakar 2017 nanti.

Ricky Brabec

Ricky Brabec merupakan rider yang berasal dari Amerika Serikat. Dia memang sangat gemar dengan yang namanya balap motor, lebih spesifik lagi balap gurun (desert racing). Bahkan Brabec sudah terjun di ajang balap Dakar di usia yang masih sangat muda, 24 tahun. Sebelum terjun di Dakar, Brabec sudah pernah menggenggam sejumlah prestasi desert racing seperti Hare & Hound, Desert and Score, Baja 1000, Baja 500, dan Baja 250. Melihat talenta dia yang menjanjikan, Honda mengajak Brabec ikut serta di ajang balap Abu Dhabi Desert Challenge pada awal tahun 2015. Itu merupakan penampilan perdana Brabec di ajang balap internasional. Hasilnya, dia menjadi rider urutan pertama di kelas junior dan urutan kelima overall.

Kevin Benavides

Boleh dibilang Kevin Benavides menjadi salah satu pembalap unggulan Honda di Dakar 2017 nanti. Kenapa? Karena dia memiliki kecepatan yang luar biasa ditambah dengan pengalaman segudang di kompetisi enduro. Total Benavides sudah ikut kompetisi lebih dari 300 race. Prestasinya yang bisa diunggulkan adalah mendapatkan empat medali emas di kompetisi enduro, salah satunya International Six Days Enduro (ISDE) 2014 di San Juan. Normalnya seorang rider yang sudah berprestasi di satu ajang kompetisi, Benavides ingin tantangan baru dan memilih berkarir di ajang balap rally. Dia menjadi pembalap Honda di Dakar sejak tahun 2016 dan rencananya pada tahun 2017 ini. Sayangnya Benavides malah mengalami patah tangan kanan karena crash hebat saat latihan dalam rangka persiapan Dakar 2017.

Joan Barreda Bort

Nah, ini dia salah satu rider yang bakal sangat diandalkan oleh Honda selain Paulo Goncalves di Dakar 2017, yaitu Joan Barreda Bort. Honda mengklaim bahwa Joan Barreda merupakan rider paling bertalenta di kompetisi Cross Country Rallies dan pada tahun 2017 nanti merupakan ketujuh kalinya dia ikut kompetisi Dakar. Salah satu prestasi fenomenal yang ditorehkan oleh Joan Barreda adalah pada saat mengikuti kompetisi Dakar 2013. Nggak tanggung-tanggung, dia berhasil menang di empat stage dari total 12 stage yang diperlombakan. Pada Dakar 2014, Joan Barreda kembali mendapatkan kemenangan stage dengan jumlah yang lebih banyak. Total lima kemenangan dia dapatkan pada tahun 2014. Amat disayangkan dia gagal menjadi juara karena crash hebat di dua stage terakhir dan harus puas berada di urutan ketujuh klasemen akhir. Pada tahun 2015 lagi-lagi Joan Barreda memiliki performa yang bagus dengan empat kemenangan stage. Sayangnya terjadi insiden di stage Uyuni yang membuat Joan Barreda melepaskan gelar juara Dakar saat itu.

Advertisements