Perceraian Kawasaki – Bajaj Merembet Hingga ke India


Beberapa waktu yang lalu dunia otomotif roda dua di Indonesia dihebohkan oleh kabar perceraian antara Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dan Bajaj Auto Limited (BAL). Bajaj memang pernah eksis di market roda dua Indonesia selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan angkat kaki dengan alasan yang tidak jelas. Bajaj kemudian menitipkan salah satu produknya, Pulsar 200 NS, kepada KMI. Sayangnya penjualan Pulsar 200 NS titipan itu nggak berjalan dengan baik. Bahkan KMI harus memangkas harga Pulsar 200 NS hingga 50 persen agar motor itu bisa keluar seluruhnya dari gudang. Kedua pabrikan motor itupun memutuskan untuk menghentikan kerja sama penjualan motor. Sebagai gantinya, Bajaj kembali masuk ke Indonesia lewat KTM yang didistribusikan oleh PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM). Namun, PJLM hanya menjual produk-produk street bike KTM yang diproduksi oleh Bajaj, antara lain 200/250 Duke dan RC 200/250/390. Itu juga berarti Bajaj bermain di pasar Indonesia tidak menggunakan brand-nya sendiri, melainkan menggunakan brand KTM yang 48 persen sahamnya dikuasai oleh Bajaj. Strategi Bajaj yang terakhir ini sepertinya cukup sukses karena brand KTM yang sudah mendunia dapat dengan mudah diterima oleh konsumen Indonesia. Apalagi produk-produknya memiliki performa jempolan dan didukung oleh vendor-vendor parts papan atas dunia.

Rupanya, aksi perceraian antara Kawasaki dan Bajaj nggak cuma terjadi di Indonesia. Baru-baru ini terdengar kabar kalau Kawasaki India dan Bajaj juga memutuskan berpisah. Tapi kasus perceraian antara Kawasaki dan Bajaj di India dengan di Indonesia sedikit berbeda. Di India, Kawasaki lah yang menitipkan penjualan produknya di showroom Bajaj. Selain itu, Kawasaki juga merakit motor 650 cc ke bawah di pabrik Bajaj yang berlokasi di Akurdi. Sampai sekarang memang tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab perpisahan antara Kawasaki dan Bajaj di India. Namun yang pasti, Kawasaki India sudah memutuskan akan menjual produknya di showroom Kawasaki sendiri.

Nah… Ada sejumlah teori yang mungkin bisa menjadi penyebab perpisahan antara Kawasaki dan Bajaj di India. Pertama, mungkin Kawasaki sudah merasa mampu mengurus penjualan produk dan layanan after sales sendiri sehingga mengambil keputusan berpisah dengan Bajaj.  Kemungkinan kedua penyebab perceraian antara Kawasaki dan Bajaj di India adalah showroom Bajaj di sana sekarang nggak cuma menjual produk dari Kawasaki dan Bajaj saja. Tapi juga ikut menjual deretan produk dengan merek KTM dengan layanan dan fasilitas yang sama. Hal itu sebenarnya cukup lumrah karena Bajaj merupakan pemegang 48 persen saham KTM Austria, dan Bajaj juga yang memproduksi street bike KTM under 400 cc. Sayangnya, Kawasaki seperti nggak rela kalau dimadu.

Dengan perpisahan itu, maka jaringan penjualan Kawasaki di India bakal turun amat sangat signifikan, dari awalnya 160 outlet menjadi hanya 10 outlet saja. Umumnya 10 outlet itu hanya tersedia secara eksklusif di kota-kota besar dan hanya menjual produk buatan Kawasaki saja, bukan multi-brand seperti outlet Bajaj. Outlet eksklusif yang dimiliki oleh Kawasaki India ini rencananya akan menjual berbagai produk, baik itu yang diimpor secara utuh (CBU) maupun yang dirakit secara lokal (CKD) di India. Beberapa produk yang diimpor utuh (CBU) itu antara lain motocross KX100 dan KX250F model year 2017 yang baru-baru ini dirilis di India. Belum diketahui juga apakah produk CKD Kawasaki masih akan dirakit di pabrik Bajaj atau tidak. Di sisi lain, Bajaj berencana memperluas ekspansinya melalui deretan produk KTM lantaran ada perluasan showroom milik Bajaj di berbagai tempat di India sana.