Cleveland CycleWerks Indonesia Bakal Tancap Gas di Tahun 2017

Bro sekalian… Cleveland bukanlah brand motor yang benar-benar baru di Indonesia. Brand motor asal Amerika Serikat ini sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2013 melalui Rocket Motor Company dandilanjutkan oleh PT Javas CycleWerks Indonesia pada tahun 2014. Kemudian pada akhir tahun 2016, Cleveland diambil alih oleh PT Sumatra Motor Indonesia. Antara PT Javas CycleWerks Indonesia dan PT Sumatra Motor Indonesia merupakan dua entitas yang berbeda. Tapi hal itu nggak jadi masalah karena lisensi penjualan motor Cleveland di Indonesia sudah diteruskan oleh PT Sumatra Motor Indonesia.

Menariknya nih bro… Cleveland bakal tancap gas dengan memperkenalkan berbagai produk baru di Indonesia sejak awal tahun 2017 ini. Sejumlah lineup produk sudah dipersiapkan, mulai dari motor-motor custom bergaya retro yang sudah menjadi trademark Cleveland motor-motor modern dengan gaya off road akan meramaikan market roda dua di tanah air. Namun, Cleveland di tangan PT Sumatra Motor Indonesia juga nggak mau terburu-buru. Mereka saat ini sedang mempersiapkan showroom pertamanya yang berada di kawasan Bintaro.

“Kami lagi fitting showroom persiapan menuju itu. Kami nggak mau terburu-buru karena untuk menghindari lubang yang sama, jangan sampai masuk ke lubang yang sama. Karena motor ini sudah menjadi perhatian, banyak yang suka tapi belum bisa beli. Jadi kami akan menyelesaikan dulu pekerjaan rumah baik dari sisi perijinan, persiapan internal, dan sebagainya. Makanya dari tahun 2016 kami selesaikan dulu, pas waktu opening semua masalah internal, sistem, dan harga sudah tepat atau belum. Makanya kami nggak mau terburu-buru,” ungkap Presiden Direktur Sumatra Group Kennard Rusli, dikutip dari detikOto.

Lho, terus bagaimana dengan motor-motor trail/off road Cleveland yang sudah mulai dipasarkan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah?? Cleveland memang sudah menyebarkan motor off road seperti FXX, FXR, Hooligun 250X, dan Hooligun 450X sejak akhir tahun 2016 lalu. Akan tetapi, motor-motor itu hanya dititipkan ke showroom yang menjual motor multi-brand, bukan showroom eksklusif. Selain itu, motor-motor trail/off road itu juga hanya dijual dalam bentuk off the road, tanpa surat-surat, dan nggak bisa digunakan di jalan raya. Jadi perijinannya memang nggak serumit motor-motor yang dijual secara on the road. Kita lihat deh apakah Cleveland di tangan PT Sumatra Motor Indonesia bisa sukses di market roda dua Indonesia yang amat sangat ketat!


Advertisements