• Home »
  • Article »
  • Dakar 2017: Toby Price Bercerita Tentang Kronologi Crash di Stage 4

Dakar 2017: Toby Price Bercerita Tentang Kronologi Crash di Stage 4

Rider Red Bull KTM Factory Racing asal Australia, Toby Price, mengalami crash hebat di track antara San Salvador de Jujuy dan Tupiza dalam stage 4 Dakar 2017. Padahal saat itu tinggal tersisa beberapa puluh kilometer sebelum Price menyentuh garis finish sebagai rider dengan catatan waktu tercepat di stage 4. Kalau dilihat dari foto, kerusakan motor KTM 450 Rally milik Price nggak parah-parah amat. Sayangnya akibat crash hebat itu Price mengalami patah tulang paha sebelah kiri, bahkan tulang pahanya pecah jadi empat bagian. Dengan demikian, Price gagal mempertahankan gelar juara Dakar yang dia dapatkan di tahun 2016 dan Dakar 2017 dipastikan memiliki juara baru!

Menariknya, Price bercerita mengenai kronologi crash yang dialami di stage 4 lalu lewat blog miliknya tp87.com.au. Dalam blognya itu Price menyebut menghantam sesuatu yang sangat keras yang dia yakini sebagai batu ketika mendarat di bibir sungai. Berdasarkan ingatan Price, sejumlah orang lalu datang menghampirinya yang sudah berbaring tidak berdaya, termasuk rider Monster Energy Honda Team Paulo Goncalves yang datang membantu. Selanjutnya, Price dibawa oleh tim medis menggunakan helikopter ke stage base sebelum diterbangkan menuju sebuah rumah sakit di La Paz, ibu kota Bolivia, untuk menjalani operasi. Berikut kutipan cerita yang diungkapkan oleh Price:

Yang bisa aku ingat, aku menghantam sesuatu yang keras, itu berada di bibir sungai dan aku yakin itu adalah bebatuan. Bagian terakhir yang aku ingat adalah aku dalam kondisi tengkurap di tanah setelah terbang di udara (jumping) dan melihat bebatuan di bawahku dengan cepat. Aku mendarat dan saat itu berada dalam kondisi yang linglung (bingung), aku tidak begitu yakin mengenai rentang waktunya, tapi beberapa orang mendatangiku, membantuku, dan mengecek kondisiku apakah dalam keadaan baik, serta aku ingat melihat Paulo Goncalves (Monster Energy Honda Team) berada di atasku melakukan hal serupa.

Aku tidak begitu yakin berapa lama sampai helikopter datang untuk menjemputku tapi kemudian aku tahu kalau kakiku patah. Kakiku mulai terasa sakit dan tidak bisa digerakkan, helikopter meluncur menuju markas, kemudian aku diterbangkan dengan pesawat menuju La Paz dan dibawa dengan ambulan menuju rumah sakit, tapi kondisi jalan tidak mulus sehingga aku meminta untuk diikat (di dalam ambulan) dan kembali mendapatkan suntikan (pengurang rasa sakit), dan ya itu semua yang aku ingat. Ini hanyalah rintangan kecil di jalan karena aku mengalami patah tulang, sehingga aku akan pergi (membalap) lagi dan itu semua akan baik-baik saja.

Aku sudah beberapa malam di La Paz, kendala bahasa di sini benar-benar menjadi tantangan dan aku sempat mengalami kejang-kejang tapi para spesialis telah bekerja keras untuk menghentikan pemicunya. Mereka ini (kejang-kejang) terjadi karena penggumpalan darah yang ada pada paru-paruku. Aku berterima kasih, beberapa teman asal Australia yang sedang traveling menonton Rally Dakar sudah berbaik hati menjengukku, tim (Red Bull KTM Factory Racing) juga mengunjungiku kemarin, itu benar-benar luar biasa.

Price saat ini masih menunggu kondisinya sedikit membaik setelah menjalani operasi. Jika semuanya berjalan lancar, Price akan segera kembali ke kampung halamannya di Australia untuk melakukan pemulihan. Dia pun mengungkapkan untuk kembali 100% dalam kondisi prima butuh waktu yang sangat panjang. Tapi dia punya semangat dan punya target yang luar biasa, ingin cepat pulih, dan berharap bisa kembali nunggang motor KTM dalam waktu empat bulan ke depan. Memang bukan hal yang mudah, namun dengan semangatnya dan dukungan dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin target Price bakal tercapai. Kami juga mendoakanmu supaya lekas pulih dan bisa lekas membalap lagi Price!