Dakar 2017: Ini Para Rider Non-Unggulan yang Berpeluang Juara


Selalu banyak kejutan yang terjadi dalam ajang balap rally paling kejam di dunia, Dakar, termasuk pada gelaran Dakar 2017. Sebelum perlombaan dimulai, penyelenggara sudah mengeluarkan daftar 15 rider unggulan yang berpotensi menggondol gelar juara Dakar 2017. Mereka antara lain Joan Barreda, Kevin Benavides, Paulo Goncalves, dan Ricky Brabec dari Monster Energy Honda Team; Sam Sunderland, Ivan Ramirez, Matthias Walkner, Toby Price, dan Laia Sanz dari KTM Factory Racing; Helder Rodrigues, Alessandro Botturi, dan Adrien Van Beveren dari Yamalube Yamaha Official Rally Team; Pablo Quintanilla dari Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing, Juan Pedrero Garcia dari Sherco TVS Factory Rally Team; dan Stefan Svitko dari Slovnaft Rally Team. Menariknya, sejumlah rider unggulan justru tumbang atau tidak perform sesuai harapan. Di sisi lain justru ada sejumlah rider non-unggulan yang tampil baik dan konsisten, membuat mereka juga berpeluang mendapatkan gelar juara Dakar 2017. Siapa saja mereka??

Gerard Farres Guel – HIMOINSA Racing Team

Secara mengejutkan Gerard Farres Guel yang bernaung dalam tim privater HIMOINSA Racing Team tampil baik dan secara konsisten berada di 10 besar klasemen sementara hingga stage 8, tepatnya dia kini bertengger di urutan kelima pasca race stage 8. Padahal rider yang menggunakan motor KTM 450 Rally ini tidak bernaung di tim factory, melainkan di tim privater. Bahkan di HIMOINSA Racing Team, rider yang diharapkan bisa nyodok di papan atas adalah Ivan Cervantes. Tapi nyatanya Cervantes nggak tampil dengan baik, justru Farres yang tampil mempesona. Farres kini hanya tertinggal 34 menit 24 detik dari pemuncak klasemen sementara. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin posisi lima besar tetap dia genggam di akhir kompetisi. Tidak mustahil juga dia bisa nyodok ke posisi tiga besar atau malah mendapatkan gelar juara kalau memang keberuntungan berpihak kepadanya.

Gerard Farres

Xavier de Soultrait – Viltais Racing Team HFP

Di stage 1 Dakar 2017 nama Xavier de Soultrait langsung menggebrak dengan berada di urutan pertama. Sayangnya dia melakukan pelanggaran di speed limit zone sehingga mendapatkan ganjaran penalty waktu 10 menit dan gagal memuncaki klasemen sementara pasca race stage 1. Meskipun demikian, rider yang menggeber Yamaha WR450F Rally itu terus tampil konsisten di stage-stage berikutnya. Malah dia beberapa kali mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan rider-rider tim factory Yamaha (Yamalube Yamaha Official Rally Team) seperti Adrien Van Beveren, Helder Rodrigues, dan Alessandro Botturi. Setelah race stage 8, Xavier de Soultrait masih bertengger di urutan keenam klasemen sementara, persis di bawah Gerard Farres, dan hanya tertinggal 50 menit 10 detik dari Sam Sunderland di posisi puncak. Tidak keluar dari posisi 10 besar sudah menjadi prestasi yang sangat bagus bagi Xavier de Soultrait. Semoga saja di Dakar tahun depan dia dipromosikan ke tim factory Yamaha!

Xavier de Soultrait

Pela Renet – Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing

Pela Renet merupakan rider baru Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing yang menjadi tandem bagi Pablo Quintanilla. Malah Pela Renet baru ikut membalap dengan Husky di Dakar 2017 ini. Sebagai debutan di Husky, ternyata hasil yang bisa diraih oleh Pela Renet cukup lumayan. Posisinya di klasemen malah lebih baik daripada sejumlah rider unggulan. Hingga stage 8 dia bertengger di urutan ketujuh atau tertinggal 1 jam 8 menit 9 detik dari sang pemuncak klasemen Sam Sunderland. Sama seperti Xavier de Soultrait, konsisten berada di zona 10 besar sudah menjadi prestasi bagus bagi Pela Renet!

Pela Renet

Joaquim Rodrigues – Hero Motorsport Rally Team

Pabrikan motor asal India, Hero, ikut Dakar 2017?? Benar sekali, tidak salah! Di bawah penanganan Speedbrain yang sudah banyak malang-melintang di ajang balap rally, Hero ikut terjun di Dakar dengan mengusung nama Hero Motorsport Rally Team. Tim ini mengandalkan motor Speedbrain 450 Rally, sebuah motor yang diracik oleh Speedbrain menggunakan basis mesin motor lawas Husqvarna (era BMW). Mesin generasi tua itu rupanya masih punya taji. Secara mengejutkan salah satu rider Hero Motorsport Rally Team, Joaquim Rodrigues, mampu bertengger di urutan ke-10 pasca race stage 8. Sayangnya posisi Joaquim Rodrigues di urutan 10 bisa digeser dengan mudah oleh deretan rider Honda seperti Ciami (Honda South America Rally Team), Ricky Brabec (Monster Energy Honda Team), dan Michael Metge (Monster Energy Honda Team) yang sebenarnya tampil lebih meyakinkan. Hanya saja rider-rider Honda itu posisinya terlempar dari 10 besar karena mendapatkan penalty waktu 1 jam. Biar tetap berada di posisi 10 besar, sudah pasti Joaquim Rodrigues mesti bekerja lebih keras dan membalap lebih kencang!

Joaquim Rodrigues


Advertisements