Motor Enduro, Pilih Mesin 2T atau 4T? Masing-Masing Punya Keunggulan!

Dulu motor dengan mesin 2-stroke (2T) memang sangat populer. Bahkan mungkin di masa jayanya popularitas mesin 2T lebih unggul dibandingkan dengan mesin 4-stroke (4T). Namun belakangan motor dengan mesin 2T mulai ditinggalkan oleh konsumen karena mereka lebih memilih mesin 4T, termasuk di segmen motor enduro. Meskipun demikian, motor enduro 2T nggak benar-benar punah. Malah motor enduro 2T tetap terus eksis, khususnya dari kalangan brand motor asal Eropa. Boleh dibilang sebagian besar brand motor off road asal Eropa masih punya motor enduro 2T dalam lineup produknya. Sebut saja KTM 125/150 XC-W, KTM 250/300 EXC, Husqvarna TX 125/150, Husqvarna TE 250/300, Beta Xtrainer 250/300, Beta RR 2T 250/300, Sherco 250/300 SE-R, hingga Gas Gas EC 250/300. Sementara brand Jepang yang masih memproduksi motor enduro 2T hanya Yamaha melalui Yamaha YZ250X. Motor enduro 2T juga masih merajai berbagai kompetisi Hard Enduro di dunia dan digunakan oleh sejumlah rider top seperti Graham Jarvis, Billy Bolt, Jonny Walker, Alfredo Gomez, Wade Young, Mario Roman, dan lain-lain. Lalu, lebih unggul mana sih antara motor enduro 2T dengan 4T?

Membandingkan mesin 2T dan 4T memang tidak ada habisnya. Masing-masing memiliki keunggulan yang bisa memikat hati konsumen dan nggak ketinggalan juga punya kelemahan. Berikut ini Adventuriderz.com jabarkan apa saja keunggulan dan kelemahan motor enduro 2T dibandingkan dengan motor enduro 4T, biar bisa menjadi pertimbangan bagi bro sekalian sebelum membeli motor enduro baru di tahun 2017 ini. Yuk disimak penjabarannya berikut ini bro!

  • Dengan kapasitas mesin yang sama, harga akuisisi motor enduro 2T lebih murah ketimbang motor enduro 4T. Sebagai contoh, KTM 250 EXC Six Days dan Husky TE 250 model year 2017 yang menggunakan mesin 2T di Indonesia dijual dengan harga Rp 139 juta, sedangkan KTM 250 EXC-F Six Days dan Husky FE 250 yang mengandalkan mesin 4T harganya Rp 150 juta. Ada perbedan sebesar Rp 11 juta.
  • Meskipun harganya lebih murah, tapi faktanya motor enduro 2T memiliki tenaga yang lebih besar dan bobot lebih ringan ketimbang motor enduro 4T. Misalnya saja KTM 250 EXC memiliki tenaga sekitar 52 HP dengan bobot hanya 100,5 kg, sementara KTM 250 EXC-F tenaganya hanya berkisar 42-44 HP dengan bobot 103,5 kg.
  • Dari segi perawatan, motor enduro 2T itu lebih mudah daripada motor enduro 4T. Motor enduro 2T sampai saat ini masih belum ada yang menggunakan sistem pembakaran injeksi. Semuanya masih mengandalkan sistem pembakaran karburator. Tidak terlalu sulit mencari bengkel yang bisa merawat motor dengan sistem pembakaran karburator. Di sisi lain, hampir sebagian besar motor enduro 4T (Eropa dan Jepang) sudah mengandalkan sistem pembakaran injeksi yang lebih kompleks. Hanya bengkel-bengkel khusus dengan alat canggih yang bisa memperbaiki jika ada kerusakan. Tentunya dengan merogoh kocek lumayan dalam.
  • Kemudian dari sisi biaya perawatan, motor enduro 2T masih lebih murah dibandingkan dengan motor enduro 4T. Australasian Dirt Bike (ADB) misalnya, membandingkan biaya perawatan antara KTM 300 EXC (2T) dan KTM 450 EXC-F (4T). ADB melakukan penghitungan biaya perawatan dan pergantian spare parts dua motor itu, mulai pergantian piston,  gasket, perbaikan knalpot, bearing, stel klep, rantai, oli, dan lain sebagainya. Hasilnya adalah total biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat KTM 300 EXC sebesar AU$ 3.594 (Rp 35,6 juta), sementara KTM 450 EXC-F menghabiskan biaya AU$ 5.428 (Rp 53,8 juta). Ada selisih biaya perawatan AU$ 1.834 (Rp 18,2 jutaan). So, motor enduro 2T biaya akuisisinya lebih mudah dan juga biaya perawatannya lebih murah.
  • Menariknya, walaupun motor enduro 2T memiliki tenaga yang lebih besar, tapi nggak semua rider bisa menaklukkannya. Kenapa? Karena power delivery motor enduro 2T lebih liar, sehingga butuh rider yang lebih “aktif” dalam pengendalian motor. Sementara itu, motor enduro 4T lebih cocok dipakai oleh rider yang bersifat “pasif” lantaran power delivery lebih smooth dan motor lebih mudah dikendalikan.
  • Salah satu hal yang menjengkelkan pada motor enduro 2T adalah rider mesti mencampurkan oli dengan bensin setiap kali melakukan pengisian bahan bakar. Itu tidak berlaku pada motor enduro 4T.
  • Motor enduro 2T terkenal ngebul, menimbulkan polusi udara yang besar. Di sisi lain, motor enduro 4T memiliki emisi gas buang yang jauh lebih clean dibandingkan dengan motor enduro 2T. Bahkan motor-motor enduro terbaru (model year 2017) keluaran KTM dan Husqvarna sudah comply dengan standar emisi gas buang dan emisi suara setara Euro 4. Dengan demikian, motor enduro 4T (terutama buatan KTM dan Husqvarna) memungkinkan digunakan sebagai motor street legal.

Nah… Itu tadi penjelasan mengenai keunggulan dan kelemahan motor enduro 2T dibandingkan dengan motor enduro 4T. Mau pilih yang 2T atau 4T, sebenarnya itu hanya masalah selera dan juga masalah isi rekening saja kok. Keduanya motor yang bagus, amat layak dibeli!

Advertisements