• Home »
  • Article »
  • Dakar 2017: Apesnya Barreda, Terbanyak Menangi Race Tapi Gagal Juara

Dakar 2017: Apesnya Barreda, Terbanyak Menangi Race Tapi Gagal Juara

Ajang balap rally paling kejam di dunia, Dakar 2017, yang digelar selama dua minggu menempuh jarak sejauh 8.800 km sudah berakhir. Tiga orang rider yang menggunakan motor KTM 450 Rally berhasil menempati posisi teratas klasemen akhir. Mereka adalah Sam Sunderland (Red Bull KTM Factory Racing) yang menjadi juara pertama, Matthias Walkner (Red Bull KTM Factory Racing) runner up, dan Gerard Farres (HIMOINSA Racing Team) ketiga. Namun, Dakar 2017 meninggalkan cerita yang cukup pedih bagi rider Monster Energy Honda Team Joan Barreda. Memang kenapa mas?

Pada Dakar 2017 rencananya diperlombakan sebanyak 12 stage. Tapi karena cuaca buruk dan juga terjadi tanah longsor pada rute yang dilewati, maka sebanyak dua stage dibatalkan, yaitu stage 6 dan stage 9, sehingga total hanya 10 stage saja yang diperlombakan. Dari total 10 stange yang diperlombakan, Barreda menjadi rider yang paling sering memenangkan stage. Dia menjadi rider paling cepat di empat stage, antara lain stage 3, stage 8, stage 10, dan stage 11. Tapi sayangnya dia gagal menjadi juara Dakar 2017. Justru Sam Sunderland yang cuma menjuarai satu stage berhasil menyabet gelar juara.

Memang apa yang membuat Joan Barreda gigit jari gagal menjuarai Dakar? Kalau dibilang nggak konsisten tentu saja bukan itu masalahnya. Malah Barreda tergolong menjadi rider yang amat sangat konsisten. Selain menjuarai empat stage, dia juga kerap berada di deretan atas pada stage-stage lainnya. Satu hal yang sebenarnya memupuskan harapan Barreda menjuarai Dakar 2017 adalah kesalahan timnya sendiri. Yups… Pada stage 4 seluruh rider Honda, baik itu rider tim factory maupun tim satelit, mendapatkan penalty waktu rata-rata 1 jam. Amaury Sport Organization (ASO) menilai Honda melakukan pelanggaran dengan mengisi bahan bakar di area terlarang. Hukuman penalty waktu 1 jam tentu saja sangat memberatkan bagi seluruh rider Honda. Makanya nggak heran kalau posisi rider Honda di klasemen melorot. Hanya saja Barreda terus konsisten dan berhasil menempati urutan kelima klasemen akhir. Bukan hasil yang diharapkan, tapi Barreda dan Honda bisa mencoba peruntungannya pada Dakar 2018 mendatang. So, untuk memenangkan Dakar itu sering juara dan konsisten saja tidak cukup. Perlu kerja sama tim yang baik, tidak melakukan kesalahan sekecil apapun, dan mesti dinaungi keberuntungan!

Advertisements