Serunya Mengeksplor Camp Budug Asu dengan Motor Off Road



Mungkin belum banyak yang mengenal sebuah spot wisata yang bernama Camp Budug Asu. Wajar karena spot yang satu ini belum lama dibuka, belum banyak dieksplor, belum banyak dikunjungi wisatawan, dan jalur menuju ke sana nggak bisa dikatakan baik. Padahal lokasi Camp Budug Asu terletak nggak terlalu jauh dari objek wisata yang cukup terkenal, yaitu Kebun Teh Wonosari di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan kondisi jalur yang sulit diakses, Camp Budug Asu lebih banyak dikenal di kalangan para penggemar off road, baik motor trail maupun mobil 4WD. Jalurnya lumayan menantang bro!!

Adventuriderz.com sendiri bisa tahu Camp Budug Asu ketika diajak oleh Gazgas melakukan test ride motor trail baru Hummer Pro 250 di bulan Desember 2016 lalu. Lokasi Camp Budug Asu tepatnya berada kaki Gunung Arjuno – Welirang. Perjalanan menuju Camp Budug Asu dimulai dari Kebun Teh Wonosari. Total ada empat motor dan empat rider yang meluncur menuju Camp Budug Asu siang itu, yaitu Adventuriderz.com, Mas Gesang Potretbikers.com, Pak Budi Tjahyo Poernomo yang notabene Direktur PT Gazgas Indonesia, dan Mas Charles juga dari Gazgas, sedangkan motor yang digelandang ke sana antara lain dua unit GE 250 GZ1, satu unit Hummer Pro 250, dan satu unit Raptor 125.

Pada awal perjalanan, Adventuriderz.com nunggang GE 250 GZ1 warna merah, sedangkan Hummer Pro 250 yang menjadi bintang saat itu dipakai oleh Mas Gesang, Pak Budi memakai GE 250 GZ1 warna putih-biru, dan Mas Charles menggunakan Raptor 125. Nggak perlu menunggu lama, kami langsung menggeber motor masing-masing menuju jalur off road di Kebun Teh Wonosari. Jalur yang pertama dilewati memang masih open track yang lebar, kombinasi antara tanah dan bebatuan. GE 250 GZ1 benar-benar memiliki tenaga yang beringas untuk melahap track lebar seperti ini.



Open track – bisa geber Gazgas GE 250 GZ1

Berhenti ngobrol dulu di sepertiga perjalanan

My ride – Gazgas GE 250 GZ1

Duo trail flagship Gazgas GE 250 GZ1

Sekitar sepertiga perjalanan, Adventuriderz.com gantian menggunakan Hummer Pro 250. Kali ini jalur yang dilewati lebih technical, berupa tanjakan berbatu yang gede-gede. Rupanya Hummer Pro nggak kesulitan melewati karakter track tanjakan berbatu. Kelar melewati track bebatuan, kami dihadapkan pada track yang lagi-lagi tanjakan, tapi kondisinya bukan lagi bebatuan, melainkan tanah becek dan licin setelah diguyur hujan. Lagi-lagi Hummer Pro 250 nggak mengalami kendala dan bisa naik dengan sangat mudah… Apa penyebabnya? Adventuriderz.com menilai, selain dibekali mesin yang torque dan powerful, Hummer Pro 250 juga menggunakan ban standar yang tergolong premium, Metzeler 6 Days Extreme, membuat ban begitu menggigit di tanah untuk mendapatkan traksi terbaik hingga dengan mudah melibas berbagai kondisi medan.

Gantian menggembala Gazgas Hummer Pro

Jalur bebatuan gede-gede

Jalur bebatuan gini bikin tangan cepet kram

Gazgas Hummer Pro 250 nakal juga, ban depan ngangkat tinggi

Mas Gesang dengan GE 250 GZ1 habis bangun dari bobok

Eh bobok lagi

Mulai lewat jalur tanah becek dan licin

Traksi ban Gazgas Hummer Pro 250 asyik banget, jadi gampang naik

Gazgas GE 250 GZ1 Pak Budi nyangkut di Gazgas Raptor 125 Mas Charles

Kalau berhenti di jalur tanjakan licin gini repot, mesti dorong-dorong, susah dapat traksi

Jalur yang sama bisa dilalui dengan mulus oleh Gazgas Hummer Pro 250

Nungguin Mas Gesang yang masih kerepotan naik dengan Gazgas GE 250 GZ1

Setelah menempuh perjalanan yang sedikit melelahkan, akhirnya kami sampai juga di Camp Budug Asu, sebuah perbukitan yang konon katanya mencapai 1.900 meter di atas permukaan laut. Pemandangan di Camp Budug Asu tergolong cantik. Sejauh mata memandang terlihat perbukitan maupun gunung yang hijau. Udara di Camp Budug Asu juga sangat sejuk cenderung ke arah dingin. Suasanya di camp sangat sepi. Hanya ada kami pengunjung yang datang. Sayangnya siang itu cuaca sedang kurang bersahabat. Mendung menyelimuti Camp Budug Asu dan sekitarnya sehingga pemandangan menjadi lebih terbatas. Namun hal itu nggak mengurangi keindahan Camp Budug Asu kok. Justru menjadi salah satu penghias yang membuat keindahan Camp Budug Asu menjadi lebih berwarna.

Pemandangan di Camp Budug Asu, asli keren!

Narsis dengan si baby Gazgas Hummer Pro 250 di Camp Budug Asu

Satu hal yang cukup mencengangkan, di atas bukit setinggi 1.900 meter di atas permukaan laut plus lokasinya nggak terlalu luas, ternyata di sana terdapat sebuah warung yang menjual aneka makanan dan minuman. Kabarnya warung itu hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu, serta kemungkinan di hari libur. Kenapa? Sebab pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur banyak para penggemar motor trail, sepeda gunung, hingga mobil off road 4WD yang mampir ke Camp Budug Asu. Lebih kerennya lagi, pemilik warung membawa barang dagangan mereka dari bawah menuju Camp Budug Asu menggunakan mobil Jeep yang memiliki sistem transmisi 4WD! Nggak heran sih karena si bapak pemilik warung merupakan penggemar off road tulen… Rasa-rasanya Camp Budug Asu cocok juga buat camping di akhir pekan…

Ini satu-satunya warung di Camp Budug Asu

Nah… Di Camp Budug Asu ini kami bersantai cukup lama, ngobrol banyak hal dengan big boss Gazgas (Pak Budi) seputar dunia otomotif di tanah air sembari minum teh panas yang cepat dingin dan makan gethuk bungkusan yang nikmat. Nggak lama kemudian ada rombongan penunggang motor trail yang tiba di Camp Budug Asu. Lantaran penasaran dengan sosok Hummer Pro 250, mereka pun nggak melewatkan nyicip test ride motor baru tersebut yang saat itu belum resmi diluncurkan. Boleh dibilang kami sangat beruntung karena menjadi orang-orang yang pertama kali mencicipi Hummer Pro 250 sebelum motor itu dijual ke pasaran.

Para penggemar trail yang beruntung bisa bertemu dan test ride Gazgas Hummer Pro 250 di Camp Budug Asu

Puas berada di Camp Budug Asu, kami turun kembali menuju Kebun Teh Wonosari melalui jalan yang sama. Nggak ada yang cukup istimewa dalam perjalanan pulang kecuali insiden crash-nya Adventuriderz.com ketika melewati track lebar di perkebunan teh dalam kecepatan tinggi. Mungkin karena sudah lelah dan kurang konsentrasi, motor yang dalam kondisi digeber maksimal malah kepleset di jalur yang licin plus melindas batu sebesar kepalan tangan. Beeeh… Rasanya gimana gitu, di track technical nggak kesulitan, malah ndlosor di open track. Wkwkwkwkwk…. Untung memakai celana yang sudah dilengkapi dengan soft protector. Kalau nggak dijamin dengkul ngilu menghantam jalan berbatu. Gimana, tertarik off road sekaligus camping di Camp Budug Asu?

Advertisements