Tips Menentukan Tekanan Udara yang Tepat Pada Ban Motor Trail



Tekanan udara dalam ban merupakan hal yang sama sekali tidak boleh diabaikan oleh para pengguna motor trail, terutama jika ingin memasuki medan off road. Salah menentukan tekanan udara dalam ban justru membuat rider kerepotan hingga sering terpeleset di medan off road, meskipun sudah menggunakan ban merek ternama dengan harga jutaan sekalipun. Bahkan tekanan udara ban yang tidak tepat bisa sering membuat rider terjatuh yang berujung celaka. Terus berapa tekanan udara dalam ban yang tepat ketika digunakan di medan off road?

Sebelum membahas mengenai tekanan udara dalam ban, sebaiknya ketahui dulu aneka macam ban yang digunakan pada motor trail off road. Umumnya ada tiga macam ban untuk off road, antara lain ban tipe hard yang biasanya dipakai untuk melintasi hard terrain seperti tanah yang keras dan bebatuan; ban tipe soft untuk track basah, berlumpu, hingga track berupa pasir; sedangkan ban intermediate menawarkan kompromi antara soft dan hard, yang artinya masih oke ketika dipakai di medan off road yang kering dan tidak terlalu buruk saat masuk ke jalur off road basah. Mengenai tips memilih ban off road yang tepat bisa dibaca di artikel ini.

Memang nggak ada angka yang pasti mengenai tekanan ban yang tepat ketika motor trail dipakai di medan off road. Semua itu tergantung dari preferensi masing-masing rider. Rider yang memiliki jam terbang tinggi tentu sudah punya racikan berapa tekanan udara dalam ban yang pas untuknya. Secara umum rider bisa menggunakan tekanan 12 psi pada ban depan dan 13 psi pada ban belakang. Tapi jika rider sudah mengerti tipe ban apa yang dipakainya, Chronic MX memberikan gambaran dan panduan mengenai tekanan udara dalam ban yang cocok diterapkan pada motor off road berdasarkan dengan tipe ban sebagai berikut:

  • Ban tipe hard – 11,5 psi di bagian depan dan 11 psi di bagian belakang
  • Ban tipe intermediate – 12 psi di bagian depan dan 13 psi di bagian belakang
  • Ban tipe soft – 12 psi di bagian depan dan 10 psi di bagian belakang

Itu tadi adalah kebutuhan tekanan udara dalam ban berdasarkan tipe-tipe ban yang digunakan. Selain itu, Chronic MX juga membagi panduan mengenai tekanan udara ban berdasarkan kebutuhan:

  • Untuk balap off road/enduro, umumnya para rider menggunakan tekanan 13 psi pada ban depan dan 14 psi pada ban belakang
  • Pada balap di gurun pasir dengan kecepatan tinggi umumnya menggunakan tekanan 14 psi pada ban depan dan 17-18 psi pada ban belakang
  • Kemudian untuk dual sport adventure menggunakan ban tipe dual purpose sebaiknya menggunakan tekanan antara 18-22 psi

Nah… Ada tips lain nih bro… Sebaiknya pengukuran tekanan ban dilakukan ketika ban dalam kondisi dingin. Kenapa? Ketika dalam kondisi panas, udara bakal memuai. Hal itu membuat pengukuran menjadi kurang valid. Lalu dalam pengukuran sebaiknya menggunakan alat pengukur yang berkualitas. Bahkan kalau bisa dengan pengukuran PSI yang rendah agar mendapatkan hasil yang akurat. Selain itu, pastikan tutup pentil ban terpasang dengan baik untuk menghindari kebocoran udara dari pentil meskipun hanya sedikit.


Advertisements