Ingin Melibas Jalur Off Road Berbatu? Perhatikan Dulu Tips-Tips Berikut!

Medan off road itu ada berbagai macam bro… Mulai dari tanah, tanah becek berlumpur, kerikil, pasir, hingga bebatuan. Dari berbagai macam tipe medan itu, mungkin yang paling menjadi momok bagi rider penunggang motor trail adalah medan off road bebatuan. Bukan apa-apa, medan bebatuan memang sangat menyiksa, nggak cuma buat tubuh rider tapi juga buat motor. Pada motor misalnya, dari suspensi depan, suspensi belakang, ban, velg, sprocket, hingga rantai semuanya benar-benar bekerja sangat ekstra. Banyak kasus suspensi depan bocor, suspensi belakang maupun link-nya ambrol, hingga gear set prothol ketika melibas jalur berbatu.

Makanya, nggak sedikit penggemar motor trail yang lebih memilih untuk menghindari jalur off road berbatu dan kalau bisa menggunakan jalur alternatif yang bukan berupa jalur berbatu. Adventuriderz.com sendiri sebenarnya juga nggak suka melewati jalur bebatuan karena memang bikin tangan ngilu. Tapi dalam banyak kasus, jalur berbatu itu merupakan satu-satunya jalan dan tidak ada alternatif jalan lain yang lebih baik menuju sebuah destinasi yang direncanakan. Mau nggak mau kita tetap harus melewatinya. Berikut tips-tips bagaimana melewati jalur off road berbatu dengan mulus dan aman:

  • Hal pertama yang perlu diperhatikan saat nunggang motor trail di medan off road berbatu adalah posisi badan. Posisi badan yang benar yaitu dengan berdiri, bukan duduk manis di jok. Kenapa? Dengan mengambil posisi berdiri, guncangan pada motor tidak terlalu terasa, area bok*ng hingga punggung terhindar dari hantaman jok yang terus bergerak liar, dan handling motor pun jadi lebih enak dengan posisi berdiri ini. Selain itu, pada posisi berdiri, kaki berfungsi sebagai suspensi tambahan yang cukup fleksibel dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Awalnya mengambil posisi berdiri ini memang sulit. Tapi seiring bertambahnya jam terbang jadi enak kok.
  • Padangan mata diarahkan ke depan dengan jarak sekitar 5-10 meter agar otak bisa segera memberikan respon dan memerintahkan tubuh untuk menghadapi berbagai rintangan yang ada di depan. Jangan biasakan pandangan mata diarahkan ke bagian bawah sekitar front fender karena nanti tubuh telat memberikan respon ketika di depan ada rintangan.
  • Pastikan jari tangan selalu siap sedia di tuas kopling untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti tergelincir, terjatuh, atau motor butuh pengurangan dan penambahan gigi dengan cepat.
  • Nggak perlu ngoyo dengan menarik gas dalam-dalam dan agresif karena itu justru membuat motor bergerak liar hingga membuat tenaga rider cepat terkuras. Cukup menarik throttle dengan lembut dan terukur.
  • Sebaiknya tidak menggunakan gigi yang rendah pada medan off road berbatu, apalagi ketika jalur menanjak, karena bisa membuat ban depan sering terangkat (wheelie) ketika gas digeber.
  • Perhatikan tekanan udara dalam ban. Jangan terlalu keras dan jangan pula terlalu kempes. Ban yang terlalu keras membuatnya sulit mendapatkan traksi, memantul-mantul, dan membuat getaran pada stang sangat terasa. Sebaliknya, ban yang terlalu kempes membuat ban dalam rawan bocor lantaran tergencet batu, pentil ban hancur, hingga velg peyang.

Last… Banyak yang bilang kalau sudah terlatih dan memahami tekniknya, melibas medan off road berbatu bukanlah rintangan yang berat. Malah menjadi rintangan yang seru dan mengasyikkan. Mau geber dengan kecepatan tinggi pun nggak masalah. Justru itu tantangan yang menarik. Apalagi kalau si rider menggunakan motor berkualitas baik yang sudah terbukti tangguh dan nggak gampang prothol, melewati jalur berbatu nggak jadi soal. Tapi buat Adventuriderz.com, jika kondisi memungkinkan dan memang ada jalur alternatif, melipir menghindari jalur berbatu is the best way… Xixixixi…


Advertisements