Suzuki Nilai Jualan Trail Lebih Seksi Daripada Motor Sport 250 cc

Belakangan memang sudah cukup santer tersiar kabar bahwa Suzuki bakal serius dalam berjualan di Indonesia. Nggak tanggung-tanggung 8-10 produk baru akan digelontorkan. Yang cukup sering didegung-degungkan tentu saja adalah GSX-R250 yang bisa mengisi market motor sport 250 cc bersama-sama dengan Kawasaki Ninja 250, Yamaha YZF-R25, dan Honda CBR250RR. Namun ternyata, pihak internal Suzuki Indombil Sales (SIS) justru menilai jualan motor trail lebih menarik dan seksi ketimbang jualan motor sport 250 cc. Apa alasannya?

Department Head Marketing & Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Pak Yohan Yahya dikutip dari detikOto mengatakan bahwa market motor sport 250 cc terlalu kecil, sedangkan market motor trail terutama entry level lebih besar dan cenderung mengalami pertumbuhan. Bahkan menurut Pak Yohan, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada tahun 2016 lalu, rata-rata penjualan motor trail tembus 6.000 unit per bulan. Itupun yang bermain boleh dibilang hanya Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Lho kan ada pabrikan lokal juga yang main trail? Betul… Tapi pabrikan lokal itu nggak masuk menjadi anggota AISI sehingga data penjualannya nggak bisa diintip dengan leluasa.

“Pasar motor sport 250 cc kecil, lihat saja cuma 2.000 unit per bulan. Trail 6.000 unit per bulan, 2.000 unitnya dari instansi,” ungkap Pak Yohan Yahya.

Nah, apakah pernyataan dari Pak Yohan Yahya itu menjadi indikasi kalau Suzuki bakal terjun di segmen motor trail di Indonesia? Itu amat sangat mungkin terjadi bro… Apalagi Suzuki punya motor trail tangguh dengan performa lumayan nampol DR200S. Malah DR200S sudah dijual kepada instansi pemerintah (Polri/Brimob) dan instansi swasta, namun belum dijual kepada konsumen umum. Jika Suzuki benar-benar menjual DR200S di Indonesia, maka jadi kado yang bagus bagi para penggemar motor trail di tahun 2017 ini. Kita tunggu pergerakan Suzuki, semoga beneran serius mau jual DR200S!

Advertisements