• Home »
  • Article »
  • Sangat Logis Jika Suzuki Lebih Tertarik dengan Segmen Trail Entry Level

Sangat Logis Jika Suzuki Lebih Tertarik dengan Segmen Trail Entry Level

Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku ATPM Suzuki di Indonesia sudah mengakui kalau market motor trail di Indonesia lebih menarik ketimbang motor sport 250 cc. Hal itu diungkapkan langsung oleh Department Head Marketing & Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Pak Yohan Yahya. Tentu ini sangat logis dan menjadi indikasi kalau SIS memang tertarik memasarkan motor entry level untuk market Indonesia. Memang apa alasannya??

Sejak akhir tahun 2016 lalu SIS sudah mulai berjualan motor trail entry level DR200S di Indonesia. Namun, penjualan itu nggak dilakukan kepada konsumen umum, melainkan masih terbatas pada institusi pemerintah maupun swasta. Institusi pertama yang sudah mendapatkan kiriman DR200S adalah Polri yang menggunakannya sebagai kendaraan dinas Brimob. Nggak tanggung-tanggung, sepanjang November-Desember 2016 SIS sudah mengirimkan sebanyak 1.400 unit DR200S. Jelas jumlah itu sangat gurih kalau dibandingkan dengan penjualan motor Suzuki lainnya yang sudah seret. Penjualan trail untuk institusi saja bisa sebanyak itu, apalagi kalau dijual kepada konsumen umum, pasti lebih moncer lagi…

Menurut Pak Yohan Yahya, ketertarikan SIS dalam bermain di segmen motor trail itu karena marketnya yang lebih besar dibandingkan dengan motor sport 250 cc. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2016 lalu penjualan motor trail dari anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) rata-rata mencapai 6.000 unit per bulan. Itu belum termasuk brand-brand motor lainnya yang tidak masuk ke dalam anggota AISI. Di lain pihak, market motor sport 250 cc hanya sekitar 2.000 unit per bulan. Rebutan pasar 6.000 unit per bulan pastinya lebih gampang dibandingkan dengan 2.000 unit per bulan. Iya kan?

“Pasar motor sport 250 cc kecil, lihat saja cuma 2.000 unit per bulan. Trail 6.000 unit per bulan, 2.000 unitnya dari instansi,” ungkap Pak Yohan Yahya.

Alasan lainnya, persaingan di segmen motor trail entry level tidak ketat seperti motor sport 250 cc. Dari brand Jepang maupun anggota AISI, segmen motor trail entry level saat ini hanya diisi oleh Kawasaki Motor Indonesia (KMI) lewat KLX150 series yang penjualannya sangat moncer. Bahkan KLX150 sekarang menjadi tulang punggung penjualan Kawasaki di Indonesia. Dijual dengan harga mahal antara Rp 32-35 juta pun masih laris-manis motor ini! Sementara itu, kalau SIS mau bertarung di segmen motor sport 250 cc tentunya mesti berdarah-darah karena persaingannya sudah sangat ketat. Andalan SIS di kelas motor sport 250 cc cuma GSX-R250 yang performanya inferior, fitur biasa saja, dan desainnya nggak begitu menarik, sedangkan lawan yang mesti dihadapi adalah Kawasaki Ninja 250, Yamaha YZF-R25, dan terakhir Honda CBR250RR. So, masuk ke segmen trail jauh lebih logis ketimbang berdarah-darah di segmen motor sport 250 cc!!

Advertisements