Data AISI 2016: Total Kawasaki KLX250S Terjual 2.272 Unit

Pencapaian gemilang Kawasaki Motor Indonesia (KMI) di segmen motor trail nggak cuma berlaku pada kelas 150 cc yang diisi oleh KLX150 series, tapi juga berlaku pada varian yang lebih tinggi KLX250S. Sepanjang tahun 2016 lalu Kawasaki berhasil menjual sebanyak 64.030 unit atau kalau dirata-rata mencapai 5.336 unit per bulan. Hal itu membuat Kawasaki menguasai market motor trail entry level di Indonesia. Nggak heran kalau semakin banyak KLX150 terlihat di jalanan dan selalu menguasai setiap event off road adventure dalam hal volume. Lalu, bagaimana dengan KLX250S?

Penjualan KLX250S yang harga retailnya sudah berada di angka lebih dari Rp 63 juta ini sepanjang tahun 2016 lalu tembus 2.272 unit. Artinya, Kawasaki bisa menjual KLX250S rata-rata sebanyak 190 unit per bulan. Itu berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) ya. Angka yang tergolong besar untuk motor dengan harga lumayan premium. Torehan penjualan yang didapatkan oleh Kawasaki sekaligus menunjukkan kalau market motor trail terus berkembang, baik itu di kelas 150 cc maupun 250 cc. Sepertinya motor trail sekarang nggak cuma dipakai untuk off road, blusukan di hutan, ataupun kendaraan dinas perkebunan maupun pertambangan, tapi bisa menjadi fashion dan lifestyle bagi para konsumen yang berada di perkotaan.

Satu hal yang cukup mencengangkan, tidak ada catatan penjualan Yamaha WR250R yang notabene menjadi pesaing langsung bagi KLX250S. Ntah apa alasannya. Apakah Yamaha memang nggak memasukkan data penjualan WR250R ke AISI atau malah sepanjang tahun 2016 Yamaha nggak menjual sama sekali WR250R? Cuma Yamaha yang tahu nih bro… Maklum juga kalau WR250R kurang laku di pasaran Indonesia, karena harganya sangat tinggi, mencapai Rp 109 juta on the road Jakarta. Yang menarik untuk dicermati, apakah penjualan KLX250S pada tahun 2017 ini bakal tetap tinggi setelah Honda meluncurkan CRF250L Rally? Kita tunggu saja datanya pada tahun depan!

Advertisements