Kenalan dengan Dual Clutch Transmission (DCT) Honda Africa Twin


Bro sekalian… Honda CRF1000L Africa Twin akhirnya diluncurkan secara resmi oleh Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia bersamaan dengan peluncuran Honda CRF250RALLY. Ada dua varian Africa Twin yang diboyong oleh AHM ke Indonesia, yaitu Africa Twin Manual ABS dengan harga Rp 464 juta on the road Jakarta dan Africa Twin DCT ABS dengan bandrol harga Rp 499 juta on the road Jakarta. Kali ini kita bakal sedikit mengulas mengenai Africa Twin DCT ABS. Apa sih sebenarnya fitur DCT yang terpasang pada Africa Twin DCT ABS?

DCT itu merupakan singkatan dari Dual Clutch Transmission, sebuah inovasi sistem transmisi yang dikembangkan oleh Honda. Penjelasan sederhananya, motor yang menggunakan sistem DCT berarti dilengkapi dengan dua buah kopling (clutch). Jika sebuah motor menggunakan transmisi 6-percepatan, maka clutch pertama digunakan untuk mengoperasikan gigi 1, 3, dan 5, sementara clutch kedua untuk mengoperasikan gigi 2, 4, dan 6. Menariknya, dengan menggunakan DCT maka sebuah sistem transmisi motor, baik itu kopling maupun perpindahan gigi, dilakukan secara otomatis. Boleh dibilang ini merupakan mesin dengan gear box yang butuh perpindahan gigi, tapi perpindahan giginya dilakukan secara otomatis. Beda dengan skuter otomatis yang menggunakan CVT (Continous Variable Transmission), tanpa gear box dan tanpa gigi, sehingga tidak ada perpindahan gigi.

Memang apa keunggulan motor yang menggunakan sistem DCT? Karena rider nggak perlu mengoperasikan kopling dan nggak perlu melakukan perpindahan gigi secara manual, maka rider bisa lebih fokus dalam mengoperasikan gas, rem, dan meng-handle motor. Bisa lebih santai lah… Keunggulan lainnya, dengan adanya sistem DCT, maka motor bisa melakukan akselerasi jauh lebih baik ketimbang motor dengan transmisi manual konvensional. Hal tersebut memamng sangat memungkinkan karena masing-masing gigi transmisi dioperasikan oleh dua kopling yang berbeda. Gigi 1, 3, dan 5 dioperasikan oleh kopling pertama, sedangkan gigi 2, 4, dan 6 dioperasikan oleh kopling kedua. Saat mesin masuk gigi 1, maka kopling kedua sudah siap melayani untuk masuk ke gigi 2. Saat mesin di gigi 2, kopling pertama sudah siap melayani masuk ke gigi 3. Begitu seterusnya… Beda cerita ketika menggunakan motor bertransmisi manual, rider umumnya menutup gas, menarik tuas kopling, kemudian baru melakukan perpindahan gigi. Pasti ada jeda waktu sekian detik ketika rider melakukan perpindahan gigi secara manual. Nah, DCT ini meminimalisir jeda waktu dalam proses perpindahan gigi pada motor bertransmisi manual. Akselerasi tambah nyooosss…

FYI saja nih bro, meskipun dalam kondisi default DCT membuat sistem transmisi dioperasikan secara otomatis, tapi dia juga bisa dioperasikan secara manual. Tentu saja pengoperasian manualnya tetap tanpa kopling dan nggak ada tuas transmisi di kaki. Sistemnya cenderung lebih mirip seperti transmisi mobil otomatis middle-end atau high-end yang sudah dilengkapi dengan paddle shift. Tinggal pencet-pencet saja tombol transmisi manual yang berada di stang sebelah kiri untuk mendapatkan sensasi perpindahan gigi secara manual. Penjelasan lengkap mengenai teknis pengoperasian DCT bisa bro lihat dalam video berikut:

Honda sendiri mengklaim sebagai pabrikan motor pertama di dunia yang menerapkan sistem DCT. Motor pertama yang mengaplikasikan fitur ini adalah VFR1200F pada tahun 2009. Kemudian fitur ini merembet pada motor-motor Honda lainnya seperti VFR1200X, NC700 series, CTX700 series, NC750 series, Integra, NM4 Vultus, CRF1000L Africa Twin, dan yang terakhir adalah skuter adventure X-ADV yang diluncurkan di EICMA 2016 lalu. Secara total ada dua motor dengan fitur DCT yang sudah resmi masuk ke Indonesia melalui AHM. Pertama adalah motor nyentrik layaknya di film-film fiksi, NM4 Vultus, sedangkan yang kedua tidak lain dan tidak bukan adalah motor adventure keren CRF1000L Africa Twin yang diluncurkan pada 3 Februari 2017 kemarin.

Khusus untuk Africa Twin DCT, Honda menyematkan beberapa mode, antara lain mode standar manual untuk memudahkan rider dalam memilih  antara mode otomatis atau manual melalui tombol di sisi kiri setang kemudi, mode D untuk menawarkan keseimbangan terbaik antara konsumsi bahan bakar dan kenyamanan berkendara, serta mode S untuk memberikan tambahan performa sport dengan tiga pilihan dari S1, S2 dan S3. Menurut Honda, DCT pada Africa Twin itu sangat pintar. Misalnya saja saat kondisi jalan menanjak, fungsi upshift adalah menahan mesin berada pada kondisi rpm tinggi sehingga tidak terjadi loss power, sedangkan dalam kondisi jalan menurun downshift terjadi lebih awal untuk memberikan engine brake yang lebih baik. Selain itu, DCT pada Africa Twin sudah disesuaikan dengan karakter motor yang habitatnya di lingkungan off road dan medan adventure!


Advertisements