Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Busi Kawasaki KLX150??

Bukan rahasia lagi, Kawasaki KLX150 sejak beberapa tahun terakhir menjadi motor trail paling laris di Indonesia. Malah pada tahun 2016 lalu Kawasaki Motor Indonesia (KMI) berhasil menjual sebanyak 64.030 unit KLX150 all variant atau lebih dari 5.300 unit per bulan. Angka yang cukup fantastis untuk segmen motor trail yang katanya memiliki ceruk market sempit. Penjualan KLX150 yang terus melejit rupanya nggak cuma dipengaruhi oleh tingginya tren buat rider untuk melakukan off road adventure, tapi juga semakin banyak konsumen yang menggunakan motor ini di perkotaan.

Dengan semakin banyaknya pengguna KLX150, tentu saja perlu edukasi yang lebih baik mengenai perawatan motor trail entry level dengan harga Rp 30 jutaan tersebut, salah satunya mengenai penggantian busi. Yups, busi merupakan komponen yang sangat penting pada motor yang berfungsi untuk memercikkan bunga api di ruang bakar. Kalau busi motor mati, ya secara otomatis motor nggak bisa dihidupkan. Jelas perawatan dan penggantian busi secara periodik amat sangat diperlukan bro! Lalu, kapan sih waktu yang tepat untuk mengganti busi KLX150??

Berdasarkan buku manual KLX150 yang dikeluarkan oleh Kawasaki, busi sebaiknya diganti setiap 12.000 km. Nggak perlu nunggu sampai busi mati bro… Malah nggak ada salahnya sebelum 12.000 km diganti. Itu bakal lebih baik. Busi standar KLX150 adalah NGK CR7HSA. Rasanya nggak sulit mencari busi ini di pasaran. Harganya juga nggak mahal, sekitar Rp 25.000 sampai dengan Rp 30.000 saja. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengganti busi, upayakan tingkat kerenggangan busi antara 0,6-0,7 mm, kemudian busi dikencangkan dengan tightening torque 13 Nm. Kalau nggak punya torque wrench untuk mengukur tingkat kekencangan, ya dikira-kira sajalah. Jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur. Oh ya, hal yang sama juga berlaku pada D-Tracker series ya. Sama aja kok. Gitu aja sih bro… Semoga berguna ya!


Advertisements