Viar: Permintaan Terhadap Cross X 200 ES Sangat Tinggi



Mengusung desain yang fresh, keren, gagah, kokoh, dan memiliki tenaga mesin powerful membuat para penggemar motor trail memburu motor baru Viar Cross X 200 ES yang baru diluncurkan sekitar akhir Oktober 2016 lalu. Cross X 200 ES langsung booming dan membuat Viar kewalahan menghadapi permintaan yang sangat tinggi itu. Hasilnya ya banyak konsumen yang mesti indent untuk mendapatkan Cross X 200 ES. Lama waktu indent Cross X 200 ES di dealer cukup bervariasi bro, bisa antara 1-2 bulan.

Saat bincang-bincang dengan Adventuriderz.com beberapa waktu yang lalu, Regional Manager PT Triangle Motorindo (Viar Motor Indonesia) Jawa Timur Bagian Barat Pak Harris Pudjo Suprapto mengamini kalau permintaan terhadap Cross X 200 ES melesat sangat pesat. Terkait dengan banyaknya indent yang terjadi sekarang ini, Pak Harris menyebut pihaknya nggak menduga sama sekali Cross X 200 ES bakal booming di pasaran. Ya boleh dibilang Viar mengambil jalan yang moderate, nggak mau langsung membanjiri market dengan Cross X 200 ES, meskipun forecast marketing motor ini cukup tinggi.

Sayang, tingginya permintaan terhadap Cross X 200 ES itu juga berdampak pada permintaan produk lain. Pak Harris mengatakan bahwa sejak adanya Cross X 200 ES, permintaan terhadap Cross X 200 GT jadi mengalami penurunan. Memang ini agak mengherankan. Soalnya selisih harga antara Cross X 200 GT dan Cross X 200 ES itu nggak sedikit, di mana Cross X 200 ES lebih mahal sekitar Rp 6 juta. Ternyata selisih harga yang lumayan banyak itu nggak menyurutkan niat konsumen untuk memboyong Cross X 200 ES yang memiliki tampilan lebih keren berkat pengaplikasian frame twin spar hingga power mesin yang lebih tinggi.



“Iya permintaan Cross X 200 ES tinggi banget, tapi permintaan Cross X 200 GT jadi berkurang. Terjadi kanibal, padahal selisih harganya banyak,” ungkap Pak Harris kepada Adventuriderz.com.

Meskipun demikian, Pak Harris masih belum bisa menyimpulkan apakah tingginya permintaan terhadap Cross X 200 ES itu karena masih dalam masa spike atau bakal terjadi seterusnya. Bukan rahasia lagi tren permintaan motor baru dalam tiga bulan pertama biasanya memang tinggi. Maklum motor baru, konsumen masih pada penasaran. Nanti setelah masa spike berakhir, biasanya market sudah benar-benar terbentuk… Dari sana mulai diketahui berapa permintaan real motor baru tersebut, dan bisa saja kanibalisme permintaan terhadap Cross X 200 GT itu hanya tren sesaat. Mestinya kedua motor memiliki segmen yang berbeda karena beda harganya nggak sedikit. Atau bisa jadi juga konsumen mulai bosan dengan Cross X 200 GT lantaran motor ini udah lama nggak dapat update.

Advertisements