Motor Dual Sport Bermesin Big Single Memasuki Era Kematian???

Honda XR650L

Motor dual sport big single alias menggunakan mesin satu silinder berkapasitas besar pernah cukup populer dan diminati oleh para penggemar dual sport adventure. Alasannya, motor dual sport big single (terutama dari pabrikan Jepang) memiliki mesin yang sederhana, performa oke, hingga perawatan mudah dan murah. Tapi sekarang motor dual sport big single mulai ditinggalkan seiring dengan munculnya motor-motor dual sport kecil (250 cc) yang menggunakan teknologi lebih canggih dan performa nggak kalah kece. Apalagi untuk negara yang skema pajaknya nggak bersahabat untuk motor bermesin besar seperti Indonesia, motor dual sport big single bukanlah pilihan yang menarik kalau dilihat dari segi price vs performance.

Kalaupun ada pengganti motor dual sport big single dengan kapasitas mesin setara, para pabrikan lebih memilih menambah jumlah silinder, nggak lagi menggunakan mesin satu silinder. Salah satu pabrikan yang sudah memutuskan menghentikan produksi motor dual sport big single dan menggantinya dengan mesin dua silinder adalah Yamaha. Yups, pabrikan Iwata sudah mengumumkan tidak akan lagi memproduksi XT660Z Tenere dan kemungkinan menggantinya dengan T7 Tenere Concept yang mengandalkan mesin 700 cc dua silinder. Mesin ini identik dengan milik MT-07 dan MT-07 Tracer. Sejumlah pabrikan lain bukan tidak mungkin menyusul langkah yang dilakukan oleh Yamaha.

Yamaha XT660Z Tenere

Memang sih sekarang ini masih ada beberapa pabrikan yang konsisten memproduksi motor dual sport big single. Misalnya saja Honda dengan XR650L, Kawasaki mengandalkan KLR650, dan Suzuki konsisten dengan DR650S. Sayangnya motor-motor itu udah nggak lagi populer dan nggak pernah mendapatkan update dari masing-masing pabrikan. Lebih parahnya lagi mereka nggak tersebar secara merata di berbagai penjuru dunia. Hanya negara-negara tertentu saja yang masih betah menjual XR650L, KLR650, dan DR650S. Dengan semakin sedikitnya peminat dan ambang batas emisi yang semakin ketat di sejumlah negara, bukan nggak mungkin kematian XR650L, KLR650, dan DR650S dengan teknologi jadul itu hanya tinggal menunggu waktu. Patut dicatat, seluruh motor itu masih menggunakan sistem pembakaran karbu. Rasanya cukup mustahil tanpa adanya update besar-besaran XR650L, KLR650, dan DR650S bisa menembus standar emisi Euro 4 yang sudah diterapkan di Eropa sejak awal tahun 2017 ini.

Kawasaki KLR650

Suzuki DR650S

Jika ada pabrikan yang masih rajin memberikan update terhadap motor dual sport big single, itu adalah KTM. Berbeda dengan Honda, Kawasaki, dan Suzuki yang mengusung teknologi jadul pada motor dual sport big single-nya, motor dual sport big single milik KTM sudah masuk ke dalam kategori modern. Dia adalah KTM 690 Enduro R. Dari segi desain, mesin, fitur, dan teknologi, semuanya sangat modern. Asyiknya, anak perusahaan KTM, Husqvarna, juga ikut mengelurkan motor dual sport big single bernama Husqvarna 701 Enduro. Motor ini dibangun dari basis mesin dan frame yang sama persis dengan KTM 690 Enduro R. Boleh dibilang KTM 690 Enduro R dan Husqvarna 701 Enduro merupakan motor dengan jantung dan tulang yang identik namun memiliki cita rasa berbeda. Adventuriderz.com memprediksi motor dual sport big single yang umurnya masih sangat panjang salah duanya ya KTM 690 Enduro R dan Husqvarna 701 Enduro. Apalagi dua motor itu sudah comply dengan Euro 4 dan bersiap-siap memenuhi standar Euro 5 pada 2020. So, kematian motor dual sport big single diprediksi hanya mengancam produk dari pabrikan Jepang, tapi nggak berlaku untuk pabrikan Eropa. Malah pabrikan Eropa lainnya, AJP Motos, baru saja meluncurkan motor dual sport big single, AJP PR7, membuat eksistensi motor dual sport big single masih akan terjaga dalam beberapa tahun ke depan. Gimana bro, apa kamu punya pengalaman dengan motor dual sport big single? Yuk share pengalamanmu!

KTM 690 Enduro R

Husqvarna 701 Enduro

Advertisements