Gas Gas Masih Berambisi Bikin Motor Enduro 4-Stroke

Di bawah manajemen baru, Gas Gas masih tetap fokus memproduksi motor trial dan enduro. Khusus untuk motor enduro, Gas Gas baru melepaskan dua produk saja, yaitu EC 250 dan EC 300 model year 2018. Motor enduro 2-stroke ini boleh dibilang motor yang benar-benar baru, mesin baru, frame baru, swing arm baru, suspensi baru, dan desain yang juga baru. Sayangnya, Gas Gas masih belum berniat mengembangkan motor enduro 2-stroke berkapasitas 125 cc dan 200 cc. So, untuk beberapa tahun ke depan deretan motor enduro 2-stroke Gas Gas ya cuma EC 250 dan EC 300. Kabar bagusnya, Gas Gas memiliki rencana besar dengan mengembangkan motor enduro 4-stroke. Bagaimana progres motor enduro 4-stroke itu?

Chief Research and Development Gas Gas Miki Arpa mengatkan kepada Enduro Illustrated bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi industri otomotif di Eropa bakal menghadapi tantangan yang sangat besar, yaitu standar emisi Euro 5 yang berlaku efektif mulai tahun 2020. Oleh karena itu, Gas Gas nggak mau berpuas diri dengan mengandalkan motor enduro 2-stroke EC 250 dan EC 300 saja. Mereka mesti mengembangkan motor enduro 4-stroke yang memiliki performa bagus dan emisi rendah sesuai dengan regulasi.

“Kami tahu ini kondisi yang sangat sulit karena Euro 5 akan segera datang, membuat mesin 2-stroke semakin terdesak. Tentu saja kami terus menekankan pentingnya mesin 4-stroke, serta lineup motor yang lebih banyak untuk brand ini, tidak hanya 250 dan 300 (2-stroke). Aku begitu banyak menekan brand ini, tapi di sisi lain aku juga menahan agar Gas Gas tidak mengerjakan project yang begitu banyak dan tidak menyelesaikan satupun dari project itu,” ungkap Miki.

Berbeda dengan motor enduro 2-stroke yang semuanya dikerjakan sendiri oleh Gas Gas, mulai dari desain, frame, mesin, dan lain sebagainya, khusus untuk motor enduro 4-stroke nanti Gas Gas bakal menggandeng pihak lain dalam menyediakan mesin. Sampai sekarang memang belum disebutkan siapa pihak yang akan menyuplai mesin 4-stroke untuk Gas Gas. Kenapa kok nggak mengembangkan mesin sendiri? Masalahnya ada pada biaya bro… Gas Gas adalah pabrikan kecil dengan finansial terbatas, sedangkan development mesin baru membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Solusi paling tepat ya membeli mesin dari pihak lain. Langkah itu juga sudah dilakukan pabrikan motor asal Portugal, AJP Motos, yang mengambil mesin dari Zongshen dan SWM pada produk-produknya.

“Sekarang kami sangat mendorong adanya motor enduro bermesin 4-stroke untuk menghadapi regulasi Euro 4 dan Euro 5. Benar sekali, pengembangan mesin 4-stroke itu sangat mahal. Mungkin biayanya bisa tiga hingga empat kali lipat dibandingkan dengan biaya pengembangan mesin 2-stroke. Dan Gas Gas telah melakukan beberapa kesalahan (terkait mesin 4-stroke) di masa lalu. Rencananya adalah kami akan mencari mitra yang bagus untuk menyediakan mesin. Sudah ada mesin yang kami incar. Kami sepertinya akan melangkah ke depan dengan perusahaan yang memang sudah paham bagaimana memperlakukan mesin 4-stroke,” kata Miki lebih lanjut.

Biaya pengembangan mesin memang menjadi salah satu komponen yang bikin cenut-cenut pabrikan motor. Semoga saja nanti Gas Gas melakukan kerja sama dengan penyuplai mesin yang bagus, sehingga performa yang diberikan oleh motor enduro Gas Gas juga bagus. Mesin ini rencananya juga nggak diproduksi di pabrik Gas Gas, tapi diproduksi oleh pihak lain. Intinya Gas Gas tinggal terima beres mengenai pengembangan mesin 4-stroke. Mereka tinggal fokus saja bagaimana meracik frame yang bagus, kemudian menggandeng vendor-vendor part berkualitas tinggi. Kayaba bisa dipastikan mengisi di sektor suspensi seperti yang sudah dilakukan pada EC 250 dan EC 300. Tinggal part lain dikasih yang nggak kalah mentereng. Jika semuanya berjalan lancar, bukan nggak mungkin beberapa tahun ke depan Gas Gas bisa bersaing dengan KTM, Husqvarna, Beta, dan Sherco di segmen motor enduro.

Advertisements