Pembalap Kawasaki: WMX Race 1 Tak Layak Disebut Kejuaraan Dunia

Rangkaian balap MXGP Pangkal Pinang yang digelar sejak kemarin, Sabtu (4/3/3017), nggak berlangsung mulus. Pada hari Sabtu, cuaca Pangkal Pinang memang cukup cerah. Sayangnya hujan yang terjadi sejak beberapa hari sebelumnya membuat track sangat berlumpur. Bahkan track lebih mirip seperti medan extreme enduro ketimbang track sirkuit motocross. Race director pun hanya mengijinkan pembalap yang berlaga di kelas MX2 dan MXGP untuk melakukan free practice, sedangkan babak kualifikasi MX2 dan MXGP dibatalkan untuk menyelamatkan track agar tidak semakin hancur karena pada hari Minggu (5/3/2017) race mesti dilangsungkan.

Walaupun sesi kualifikasi MX2 dan MXGP dibatalkan, namun nyatanya Women’s Motocross Championship (WMX) Race 1 tetap dijalankan dengan hasil dua pembalap Yamaha, Nancy Van de Ven dan Nicky van Wordragen, masing-masing finish di podium pertama dan kedua. Masih digelarnya WMX Race 1 kemarin rupanya mendapatkan keluhan dari juara WMX tahun lalu dari Kawasaki, yaitu Livia Lancelot. Menurut Livia, mestinya penyelenggara juga membatalkan WMX Race 1 karena kondisi track begitu buruk, membuat para pembalap nggak bisa tampil maksimal. Malah motornya pun rusak lantaran melibas track yang begitu buruk ini.

“Ini bukan masalah track, bukan masalah negara, ini bukan soal cuaca. Ini cuma untuk agar lebih pintar untuk mengambil keputusan. Terkadang kondisinya tak cukup bagus untuk balapan, dan hari ini itu yang terjadi. Hari ini balapannya seperti undian, itu tak menjadi balapan kejuaraan dunia. Yang terjadi, tiga pebalap wanita dari empat pebalap teratas musim lalu ada di posisi belakang. Jadi memang itu seperti undian,” ungkap Livia, dikutip dari detikOto.

Livia mengatakan, saat para pembalap pria (MX2 dan MXGP) tidak diijinkan masuk ke sirkuit pada babak kualifikasi karena kondisi track yang buruk, mestinya hal yang sama juga berlaku untuk pembalap wanita. Dia menyesalkan penyelenggara masih memaksakan WMX Race 1 tetap digelar. Bahkan Livia menyebut WMX Race 1 kemarin nggak layak disebut sebagai kejuaraan dunia. Tapi lebih mirip seperti latihan. Menurut Livia, nggak cuma dia yang mengalami nasib buruk (masalah pada mesin), melainkan juga pembalap unggulan lain seperti Kiara.

“Bukan soal sirkuit. Sungguh alasan yang menjengkelkan bahwa kami tetap membalap hari ini (Sabtu). Kondisinya sangat tak mendukung, para pembalap pria tak membalap, karena mereka berpikir kondisinya tak bagus. Lalu mereka mementaskan nomor wanita, tapi tracknya susah untuk digunakan. Oke saja untuk latihan, tapi tidak untuk balapan. Dengan kondisi seperti itu, Anda tak bisa memaksakan balapan. Dan akhirnya yang terjadi, saya merusakkan mesin. Kiara juga mempunyai masalah. Ini bukan sebuah pembukaan kejuaraan dunia, ini cocoknya untuk latihan,” keluh Livia.

Advertisements