Tim Gajser: Orang-Orang Datang, Tapi Kami Tak Bisa Membalap

Juara MXGP 2016 dari Honda Racing Corporation Tim Gajser mengaku kurang happy dengan berbagai kondisi yang terjadi di gelaran MXGP Pangkal Pinang 4-5 Maret 2017 kemarin. Akibat hujan yang terus mengguyur beberapa hari sebelum kompetisi, track MXGP Pangkal Pinang mengalami kerusakan, basah, becek, dan sangat berlumpur. Imbasnya sejumlah sesi dibatalkan, seperti kualifikasi MX2 dan MXGP dan sesi MXGP Race 2. Praktis para pembalap di kelas utama MXGP, termasuk Tim Gajser, hanya mencicipi track MXGP Pangkal Pinang pada saat latihan bebas di hari Sabtu dan MXGP Race 1 di hari Minggu. Pada saat race pun performa Gajer nggak maksimal sehingga dia hanya bisa menempati posisi ketujuh.

Menurut Gajser, kekecewaannya pada kondisi kemarin itu terjadi lantaran banyak sekali orang-orang Indonesia yang datang ke sirkuit untuk menonton secara langsung aksi para pembalap MXGP. Mereka begitu antusias, tapi sayangnya MXGP Race 2 ditiadakan karena kondisi track yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, Gajser merasa berutang kepada para penonton di Indonesia maupun luar negeri yang sudah jauh-jauh datang ke Pangkal Pinang. Dia berharap tahun depan bisa datang lagi ke Indonesia untuk berkompetisi di MXGP Pangkal Pinang 2018 demi membayar utang kepada para fans dan penonton.

“Aku tak senang karena di Indonesia orang-orang datang untuk menyaksikan kami dan kami tak bisa membalap, aku sedikit kecewa karena hal itu. Semoga akan ada race lagi di sini sehingga bisa melihat kami beraksi. Semuanya sungguh kacau, tapi secara keseluruhan tak begitu buruk. Aku tak begitu senang finish di posisi tujuh pada race pertama, namun kami bisa memetik poin penting. Sekarang kami akan pulang dan memanfaatkan waktu yang ada untuk latihan. Lalu, kami akan menuju ke Argentina,” kata Gajser.

Yups begitulah ungkapan dari pembalap papan atas MXGP, Tim Gajser, yang sangat senang dengan antusiasme penonton di Indonesia. Mungkin nggak cuma Gajser yang nggak happy dengan kondisi tersebut. Pembalap unggulan seperti Antonio Cairoli (KTM) dan lain-lain kemungkinan merasakan hal yang sama. Mereka datang nggak sekedar ingin mendulang poin kompetisi, tapi juga menghibur para penonton dengan atraksi-atraksi keren mereka. Sayang semua itu nggak bisa dilakukan akibat kondisi yang nggak memungkinkan. Semoga saja tahun depan MXGP masih mau menyelenggarakan balap di Pangkal Pinang. Dan kalau diperpanjang, kita cuma bisa berharap persiapan lebih matang sehingga nggak terjadi kekacauan seperti kemarin.

Advertisements