Xventure Ride Hari-2: Having Fun dengan Versys-X 250 di Black Lava



Bro sekalian… Beberapa waktu yang lalu Adventuriderz.com ikut dalam event Xventure Ride Kawasaki Versys-X 250 yang diselenggarakan oleh PT Surapita Unitrans dan PT Duta Intika selaku main dealer Kawasaki di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Ambon pada 24-25 Februari 2017. Acaranya memang luar biasa gede-gedean untuk sekelas main dealer. Kok bisa? Karena PT Surapita Unitrans dan PT Duta Intika menyediakan 50 unit motor adventure Versys-X 250 Tourer yang bisa digeber habis oleh blogger, vlogger, media, komunitas, dan official rider dari manajemen kedua perusahaan selama dua hari. Bahkan Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sebagai ATPM Kawasaki di Indonesia nggak membuat event segila ini.

Kemudian rute yang disajikan oleh PT Surapitan Unitrans dan PT Duta Intika dalam event Xventure Ride boleh dibilang amat sangat menarik lantaran bisa benar-benar mengeksplor kemampuan maksimal dari Versys-X 250. Mulai dari perjalanan jarak jauh hingga masuk ke spot-spot adventure (light off road) yang bisa menggali keunggulan dan kelemahan Versys-X 250 dengan apik. Pada hari pertama (24/2/2017) event Xventure Ride, para rider mesti menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Bromo, dilanjutkan dengan perjalanan panjang hingga finish di Banyuwangi. Pada hari kedua (25/2/2017), perjalanan yang harus ditempuh adalah dari Banyuwangi menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali), menyusuri Pulau Bali bagian utara hingga Singaraja, mengeksplor medan off road Black Lava di kaki Gunung Batur Kintamani, dan finish di Kuta. Rutenya benar-benar joss luar biasa! Adventuriderz.com sudah menuliskan cerita perjalanan Xventure Ride hari pertama, kali ini kita lanjut ke cerita perjalanan hari kedua yuk!

Menyeberangi Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk

Di Banyuwangi, para peserta Xventure Ride menginap di Hotel Mirah yang letaknya nggak jauh dari Pelabuhan Ketapang. Malah boleh dibilang sangat dekat dengan jarak sekitar 4-5 km saja. Pada pagi hari kami sudah bersiap berangkat melanjutkan perjalanan, dan dalam waktu singkat telah tiba di Pelabuhan Ketapang. Nggak perlu menunggu terlalu lama, kapal yang akan mengangkut kami menuju Pelabuhan Gilimanuk pun tiba. Para rider langsung masuk ke kapal kemudian memarkirkan motor yang jumlahnya mencapai 50 unit itu dengan rapi. Penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk melewati Selat Bali ini sebenarnya nggak membutuhkan waktu lama. Paling-paling cuma perlu waktu 45 menit, maksimal 1 jam lah, kami bersandar di Pelabuhan Gilimanuk dan sudah ditunggu oleh Patwal Polda Bali yang rencananya mengawal hingga sampai di Kuta.



Speeding di Jalur Utara Bali hingga Singaraja

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kami melewati jalur sebelah utara Pulau Bali yang dikenal cukup sepi dan kontur aspalnya sangat mulus. Di sini para rider yang doyan “speeding” diminta memisahkan diri dari rombongan untuk melakukan test speed Versys-X 250 karena lokasinya memang memungkinkan. Setelah mendapatkan aba-aba dari road captain (RC), Adventuriderz.com bersama dengan sekitar 14 rider lain langsung tancap gas melepaskan diri dari rombongan yang dikawal oleh Patwal Polda Bali. Kami meliuk-liuk dengan cepat melintasi jalanan Taman Nasional Bali Barat yang nggak terlalu lebar namun sepi dan aspalnya mulus.

Walaupun genre-nya adalah motor adventure-tourer, tapi nyatanya Versys-X 250 sanggup diajak ngebut juga kok bro. Dalam sesi speeding itu Adventuriderz.com mendapatkan sejumlah catatan terkait dengan speed Versys-X 250, yaitu gigi 1 bisa tembus 55 km/jam, gigi 2 mencapai 85 km/ jam, gigi 3 mentok 105 km/jam, dan gigi 4 limit di 131 km/jam. Semua shifting gear dilakukan ketika redline alias kitiran mesin mentok di angka 13.000 rpm. Bagaimana dengan gigi 5 dan gigi 6?? Sayangnya untuk mengetes top speed Versys-X 250 sampai benar-benar mentok nggak memungkinkan bro. Selain karena terlalu berbahaya, test speed yang kami lakukan masih di bawah kendali RC, yang notabene nggak ada satupun rider yang boleh menyalip RC! Asumsi Adventuriderz.com sih Versys-X 250 masih bisa dengan mudah menembus kecepatan lebih dari 150 km/jam. Namun sebagai motor adventure-tourer, Versys-X 250 bisa melakukan cruising speed 120 km/jam minim vibrasi udah bagus banget. Percayalah, ngebut di atas 120 km/jam itu butuh konsentrasi tinggi, sangat melelahkan, cukup menguras tenaga, sekaligus berbahaya. Apalagi bro tahu sendiri kondisi jalan di Indonesia seperti apa. Penuh jebakan betmen!

Berkat aksi speeding ini, perjalanan kami terasa sangat cepat. Secara mengejutkan kami sudah sampai di Singaraja, kemudian mampir di showroom Kawasaki Duta Intika Singaraja. Showroom yang satu ini tergolong kecil, namun cozy khas Kawasaki. Ada sudut untuk memajang berbagai varian motor Kawasaki, di sudut lain ada ruang pajang apparel resmi Kawasaki, ada meja – kursi buat kongkow maupun ruang tunggu bagi konsumen yang sedang servis motor, dan di pojok ada booth aksesoris after market. Di sana kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah serta makan snack dan minum minuman yang sudah disediakan.

Jalur Super Berliku Singaraja – Kintamani

Setelah cukup beristirahat di Kawasaki Duta Intika Singaraja, kami melanjutkan perjalanan menuju Kintamani. Boleh dibilang antara Singaraja dan Kintamani jaraknya nggak terlalu jauh. Cuma sekitar 55 km. Tapi bukan berarti di jalur ini nggak ada tantangan. Justru sangat menantang dan super menyiksa mesin Versys-X 250. Jalurnya cukup sempit, penuh tanjakan, sangat berliku, dan di banyak spot aspalnya berlubang. Di jalur ini Adventuriderz.com lebih banyak bermain di gigi 1 dan gigi 2 yang memaksa mesin Versys-X 250 melengking tinggi. Kecepatan hanya bergerak antara 20-50 km/jam. Itu dalam durasi yang cukup lama lho ya… Nggak heran kalau beberapa kali indikator suhu terpantau naik sampai 5 bar meskipun nggak sampai overheat. Beruntung di jalur ini suhu udaranya tergolong sejuk, jadi sangat membantu mengurangi panas pada mesin.

Sampai di Kintamani kami berhenti di sebuah rumah makan all you can eat (buffet). Menariknya di sini kita bisa menikmati view cantik ke arah Gunung Batur dan Danau Batur. Ya inilah sajian utama Kintamani, yaitu kecantikan paket lengkap Gunung Batur dan Danau Batur dalam satu frame! Adventuriderz.com sudah beberapa kali datang ke Kintamani tapi nggak pernah bosan dengan pemandangan yang disajikan. Nggak ada yang lebih menarik ketimbang makan siang ditemani pemandangan super cantik seperti di Kintamani. Jooosss mantaaap!!

Off Road di Black Lava Kintamani

Puas dengan makan siang berlanjut dengan acara bersenang-senang di sebuah area yang diberi nama Black Lava. Lokasinya masih sama di Kintamani, persisnya di kaki Gunung Batur. Boleh dibilang ini adalah sesi off road di hari kedua setelah hari pertama off road di Bromo. Karakter off road di Black Lava tentunya beda dengan Bromo. Kalau Bromo didominasi oleh pasir, maka di Black Lava didominasi oleh bebatuan hitam campur pasir dan kerikil. Bebatuan hitam yang ada di Black Lava merupakan hasil dari semburan lava Gunung Batur yang sudah membeku. Nggak heran kalau nama lokasinya disebut Black Lava.

Sebenarnya track yang disajikan di Black Lava itu nggak sesulit Bromo. Namun para rider tetap mesti waspada, terutama yang nggak terbiasa bermain off road, ketika melewati tanjakan terjal penuh bebatuan. Salah langkah bisa membuat motor stuck bahkan terguling. Terbukti ada beberapa rider yang sukses terguling ketika melibas tanjakan. Maklum saja, Versys-X 250 berukuran cukup jumbo dan bannya masih standar, belum diganti dengan ban yang lebih proper buat off road, sehingga tetap perlu ekstra hati-hati. Tapi kalau sudah sukses menjinakkan Versys-X 250, bermain off road di Black Lava itu seru banget. Jalur yang didominasi pasir, kerikil, dan batu bisa membuat motor sliding saat menikung dengan kecepatan tinggi dan gundukan-gundukan yang ada bisa dimanfaatkan untuk jumping.

Gimana kalau untuk berfoto atau ambil video? Jaminan keren abis bro! Black Lava nggak cuma menyuguhkan tantangan… Pemandangan alam di sini juga oke banget… Mau foto dari spot manapun bakal terlihat cantik. Bahkan gundukan-gundukan batu bekas muntahan lava Gunung Batur bisa menjadi teman foto yang menarik. Itu belum termasuk background Gunung Batur yang menjulang tinggi ya… Asli keren tempat ini. Misal pakai motor trail beneran, bisa naik lagi ke spot yang jauh lebih keren. Memang nggak bisa naik pakai Versys-X 250 mas? Itu sih cari perkara… Hahaha…

Finish di Kuta

Etape terakhir perjalanan Xventure Ride pada hari kedua adalah dari Kintamani menuju lokasi finish di Kuta melewati Bangli dan Gianyar. Nggak ada yang cukup menarik dalam perjalanan ini. Jalur sempit, ramai, bahkan macet. Benar-benar jalur yang nggak bersahabat buat konvoi sebanyak 50 motor dengan pengawalan sekalipun. Apalagi saat masuk ke daerah Kuta. Wiiih… Macetnya gila-gilaan. Kami mesti bersabar, bergerak perlahan mencari ruang yang cukup buat Versys-X 250. Soalnya motor yang kami pakai adalah versi Tourer yang dilengkapi panniers box. Jangan sampai riding sruntulan yang bikin box nyangkut atau nyenggol kendaraan lain. Sekitar pukul 18.00 WITA, kami akhirnya sampai di Kuta, tepatnya di Kuta Beachwalk Shopping Center. Jam segitu kalau di Surabaya sudah gelap, tapi di Kuta masih terang-benderang menjelang sunset. Kami makan malam di sebuah restoran yang ada di Kuta Beachwalk Shopping Center sebelum bubar jalan menuju hotel. Keesokan harinya pasukan dari Surabaya pulang dengan menggunakan pesawat.

Last… Adventuriderz.com mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Surapita Unitrans dan PT Duta Intika yang sudah mengundang Adventuriderz.com ikut serta dalam event Xventure Ride. Event-nya memang top banget! Kayaknya belum ada main dealer yang bikin event test ride segila Xventure Ride. Harapan Adventuriderz.com, Xventure Ride jadi event tahunan buat para penunggang Versys-X 250, Versys 650, dan Versys 1000. Itung-itung sebagai ajang kumpul penyemplak Versys series. KTM boleh punya KTM Adventure Rallye, sedangkan BMW Motorrad punya GS Safari dan GS Trophy, mestinya Kawasaki nggak kalah dengan Xventure Ride-nya! Oke, segitu dulu deh bro… Sampai jumpa di cerita adventure berikutnya!

Advertisements