Tips Agar Tidak Bingung Menentukan Pilihan Saat Beli Motor Trail



Bro sekalian… Peminat motor trail semakin hari semakin banyak. Sejumlah pabrikan motor yang terjun di segmen ini boleh dibilang sedang panen lantaran kebanjiran order. Banyak rider yang sebelumnya nggak menggunakan motor trail pun akhirnya kesengsem dengan motor trail. Kegunaan motor trail buat para rider ini juga beda-beda. Ada yang pengen sekedar buat kendaraan harian menggantikan motor bebek, skutik, atau sport yang dipakai sebelumnya, ada yang buat dual sport adventure, ada yang buat off road adventure, buat balap grasstrack atau motocross, dan ada pula yang dimodif menjadi motor model supermoto. Namun kebanyakan para pemula yang mau main motor trail ini kebingunan dalam menentukan pilihan, sebaiknya motor trail merek apa, kapasitas berapa, dan harga berapa yang mesti mereka beli?? Biar nggak bingung dan mumet-mumet, kali ini  Adventuriderz.com bakal memberikan tips bagaimana cara menentukan motor trail apa yang cocok buat bro sekalian!

Tentukan Budget atau Harga

Hal pertama yang sebaiknya dilakukan sebelum membeli motor trail adalah menentukan budget atau harga perkiraan motor. Ini bakal membantu banget dalam mengisolasi pilihan. Misalnya saja punya budget Rp 15-20 juta, Rp 20-30 juta, Rp 30-40 juta, Rp 60-90 juta, atau malah sudah menyiapkan budget di atas Rp 100 juta. Nanti akan terseleksi secara alami motor apa saja yang ada di rentang harga tersebut. Kalau bro nggak menentukan budget, pilihannya amat sangat luas, dan itu yang bikin puyeng. Banyak banget pilihan motor trail dengan rentang harga mulai dari belasan juta sampai dengan ratusan juta.



Tentukan Tujuan Penggunaan Motor Trail

FYI saja, motor trail itu ada bermacam-macam jenisnya. Ada motor motocross, enduro/off road, dual sport, dan supermoto. Jika motor trail untuk digunakan sehari-hari, touring, dan dual sport adventure, maka pilihannya jatuh pada motor trail dual sport atau supermoto karena keduanya tergolong sebagai motor trail street legal, ada surat-surat, dan ada kelengkapan sebagai kendaraan jalan raya. Nggak perlu takut ketilang pak polisi saat menggunakannya di jalan raya. Tapi kalau bro pengen main off road di hutan, sebaiknya pilih motor trail dengan tipe enduro/off road. Beda lagi tujuan beli motor trail untuk balap motocross, tentu belilah motor yang diciptakan buat motocross. Lagi-lagi dengan tujuan penggunaan motor trail yang jelas, sangat membantu dalam mengisolasi pilihan. Ya walaupun bukan mustahil sebuah motor dual sport pun bisa dipakai buat main off road/enduro dengan sejumlah modifikasi, atau beberapa motor enduro yang beredar di sini bisa juga diurus suratnya biar jadi motor dual sport street legal.

Pilih Motor Trail Sesuai Riding Skill

Setelah menentukan budget dan peruntukan motor trail, sebaiknya lihat pada diri sendiri seperti apa kemampuan riding (riding skill) kita. Itu juga sangat membantu dalam menentukan pilihan. Misal nih mau beli motor trail buat off road… Jika rider pemula, nggak perlu gengsi menggunakan motor trail entry level meskipun punya duit bejibun. Seiring berjalannya waktu dan riding skill bertambah bagus, baru upgrade motor dengan performa lebih tinggi. Percaya deh, dengan skill pas-pasan, nunggang motor-motor trail off road built up macam KTM 250/300 EXC, Husky FE 250/350/450/501, Yamaha YZ250X/YZ250FX, Honda CRF250X/CRF450RX, dan lain-lain itu bukannya fun malah bikin lemes di jalur! Tenaga motor yang gede, torsi super gendeng, dan tinggi jok yang bukan main, belum tentu bisa dikuasai oleh rider pemula. Tapi kalau skill udah jago sih nggak ada alasan buat nggak upgrade ke motor-motor built up itu. Hehehe…

Pertimbangkan Kualitas dan Kenyamanan

Dalam memilih motor trail, sebaiknya bro sekalian mempertimbangkan kualitas dan kenyamanannya. Namun biasanya kualitas dan kenyamanan motor sangat berkorelasi dengan harga. Istilahnya wong Jowo “ono rego ono rupo”. Mau motor trail yang nyaman, berkualitas, tahan banting, nggak gampang bengkok kalau jatuh, suspensi nggak gampang jebol buat jumping-jumpingan, minim vibrasi, dan berperforma tinggi, ya mesti keluar duit lebih banyak. Kalau cuma punya budget Rp 20-30 jutaan ya jangan mimpi kualitasnya sama dengan yang ratusan juta. Well, you get what you pay for… Tinggal kompromi aja deh antara budget dengan kualitas dan kenyamanan yang didapatkan pada motor!

Pertimbangkan Ketersediaan Spare Parts

Umumnya motor trail itu masih sekedar sebagai motor hobby yang jarang-jarang dipakai, tapi nggak ada salahnya kalau mempertimbangkan ketersediaan spare parts sebelum membeli sebuah produk motor trail. Biasanya, motor trail dengan populasi banyak, mendapatkan spare parts-nya jauh lebih mudah ketimbang motor trail yang populasinya jarang. Kemudian motor-motor trail yang dijual oleh ATPM atau distributor resmi dengan jaringan penjualan yang jelas dan luas, kemungkinan besar spare parts-nya lebih mudah didapatkan. Oh ya, sudah lazim terjadi, semakin tinggi harga motor, maka harga spare parts semakin mahal. Jangan sampai kejadian, bisa beli motor trail ratusan juta tapi nggak sanggup beli spare parts-nya yang satu item saja bisa jutaan hingga belasan juta. Apesnya lagi nggak ada spare parts KW-nya, mesti beli ori. Kalaupun ada part after market, harganya nggak lebih murah dari part original. Banyak nih kasus kayak gini di Indonesia.

Advertisements