Honda CRF1000L Africa Twin Sukses Taklukkan Ketinggian 5.965 MDPL



Bro sekalian… Honda CRF1000L Africa Twin sepertinya memang bukan motor adventure sembarangan. Baru-baru ini Honda telah membuktikan bahwa Africa Twin memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Dia nggak cuma nyaman buat perjalanan jarak jauh, tapi juga tangguh ketika dipakai melintasi jalur off road. Bahkan Africa Twin sanggup menaklukkan medan off road di gunung hingga ketinggian 5.965 meter di atas permukaan laut (MDPL). Memang gimana ceritanya?

Yups… Fabio Mossini, seorang juara kompetisi enduro dari tim balap Sud Honda telah ditunjuk untuk menuntaskan misi menjelajah Gunung Nevado Ojos del Salado yang terletak di antara Argentina dan Chile. Misi ini nggak main-main, karena Gunung Nevado Ojos del Salado adalah gurung berapi aktif tertinggi di dunia!! Tentu saja Fabio Mossini nggak sendiri dalam menuntaskan misi. Total ada empat atau lima unit Africa Twin dan satu unit CRF450RX yang diboyong ke Gunung Nevado Ojos del Salado. Jerih payah mereka ternyata membuahkan hasil. Mossini dan timnya berhasil mencapai ketinggian 5.965 MDPL di Gunung Nevado Ojos del Salado. Boleh dibilang ini merupakan rekor ketinggian jelajah paling tinggi yang pernah dicapai oleh motor dengan mesin dua silinder. Biasanya rekor ketinggian jelajah lebih banyak didapatkan oleh motor-motor enduro/rally dengan konfigurasi mesin satu silinder namun dengan power-to-weight ratio besar.



Bagi Mossini dan tim, bukan perkara mudah mencapai ketinggian 5.965 MDPL menggunakan Africa Twin. Sebelum melakukan summit attack, mereka melakukan proses aklimatisasi atau penyesuaian terhadap suhu dingin terlebih dahulu selama lima hari. Maklum, di sana rata-rata suhu udara mencapai minus 5 derajat Celsius. Dalam perjalanan pun mereka mendapatkan sejumlah tantangan, mulai dari jalan aspal yang rusak, kerikil, lumpur, pasir, dan hamparan es yang disebut penitentes. Bahkan mereka juga sempat terhambat oleh salju dengan ketingian mencapai 2 meter. Itu belum termasuk tenaga motor yang dipastikan drop habis-habisan di ketinggian seperti itu lantaran asupan oksigen juga menipis. Namun berkat kemampuan off road yang terbaik dibandingkan dengan motor sekelasnya, Africa Twin bisa melewati ujian dan finish di ketinggian 5.965 MDPL dalam waktu 24 jam. Mantaaaap!!

Nah… Africa Twin memang sudah dibekali mesin 998 cc dua silinder yang bisa mengeluarkan tenaga 94 HP/7.500 rpm dan torsi 98 Nm/6.000 rpm. Sekilas performanya lebih dari cukup untuk menaklukkan berbagai kondisi medan. Apalagi Africa Twin juga sudah menggendong sistem Honda Dual Clutch Transmission (HDCT). Tapi tantangan yang dihadapi oleh Mossini tergolong sangat ekstrem. Oleh karena itu, sejumlah sentuhan diberikan kepada Africa Twin, seperti memasang knalpot full system buatan Termignoni, mengganti ukuran final sprocket, memasang ban Metzeler MC360, dan sejumlah perangkat dari Honda Genuine Accessories.

FYI saja, CRF1000L Africa Twin sudah resmi diluncurkan di Indonesia sejak awal Februari 2017 lalu. Peluncurannya dilakukan bersamaan dengan CRF250RALLY. Di Indonesia, Africa Twin Manual ABS dibandrol dengan harga Rp 464 juta OTR Jakarta dan Africa Twin DCT ABS dijual Rp 499 juta OTR Jakarta. Mungkinkah Honda di Indonesia bakal menggelar event naik gunung menggunakan Africa Twin seperti di Nevado Ojos del Salado?? Kayaknya sih kalau mau bikin event serupa, mendingan pakai CRF250RALLY karena si mungil dengan harga Rp 63 jutaan ini dijamin jauh lebih laris daripada kakaknya. Hehehe… Oke, simak deh foto-foto Mossini dan timnya yang sukses menaklukkan ketinggian 5.965 MDPL di Gunung Nevado Ojos del Salado. Adventuriderz.com merinding lihat view-nya. Asli cakep abisss!!!

Advertisements