3 Tahapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Dual Sport Adventure


Tren dual sport adventure di Indonesia belakangan ini semakin meningkat. Yups, dual sport adventure dianggap seru karena mengombinasikan antara on road dan off road sekaligus. Kadang-kadang melewati jalan raya dan menikmati landmark perkotaan, tapi ketika menuju daerah-daerah terpencil dengan pemandangan memukau bahkan melewati jalur off road di hutan pun nggak jadi soal. Soalnya motor yang dipakai pun sudah dirancang untuk bisa melewati dua alam yang berbeda, baik itu on road maupun off road. Cuma dengan semakin maraknya dual sport adventure, banyak yang kebingungan harus memulainya dari mana, milih motornya yang kayak gimana, riding gear-nya seperti apa, dan lain sebagainya. Biar nggak bingung, Adventuriderz.com bakal ngasih beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemula yang baru banget terjun di dunia dual sport adventure atau dual sport riding. Apa saja?? Yuk disimak!

1. Pemilihan Motor

Langkah pertama sebelum terjun ke dunia dual sport tentunya adalah menentukan motor yang tepat sebagai teman petualang. Untuk pemula, sebaiknya memulai dengan motor yang kecil. Di pasaran udah lumayan banyak motor dual sport kecil dengan harga yang cukup terjangkau. Ada Kawasaki KLX150 series (Rp 28-33 jutaan), Kawasaki KLX250S (Rp 63 jutaan), Kawasaki Versys-X 250 (Rp 62-73 jutaan), Honda CRF250RALLY (Rp 63 jutaan), Yamaha WR250R (Rp 109 jutaan), Viar Cross X 200 GT (Rp 23 jutaan), Viar Cross X 200 ES (Rp 28,5 jutaan), dan lain-lain. Ada juga sih pilihan motor dual sport yang lebih besar seperti KTM 690 Enduro R (Rp 319 jutaan), tapi tentu saja harganya jauh lebih mahal ketimbang deretan motor yang udah disebutkan sebelumnya.

Setelah milih motor, hal kedua yang perlu dilakukan adalah memilih ban yang tepat. Karena motor untuk melakukan aktivitas dual sport adventure (on road – off road), maka motor ini juga perlu menggunakan ban dual purpose. Tujuannya jelas, biar motor nyaman dipakai di aspal dan off road sekaligus. Pada motor-motor dual sport tulen seperti Kawasaki KLX150, Kawasaki KLX250S, Honda CRF250RALLY, dan Yamaha WR250R, bannya nggak perlu diganti. Motor-motor itu udah pakai ban dual purpose kok sejak dilahirkan. Tapi kalau bro beli Kawasaki Versys-X 250, Viar Cross X 200 GT atau Viar Cross X 200 ES, penggantian ban mutlak diperlukan. Kenapa? Karena Kawasaki Versys-X 250 masih pakai ban tipe street, sedangkan duo Viar menggunakan ban off road tulen. Pada ban tipe street memang enak buat on road, tapi payah buat off road, sementara ban off road tulen sangat enak buat off road namun nggak nyaman dan nggak safety lantaran rawan selip plus kompon ban cepat habis ketika dipakai on road. Dual sport adventure butuh ban yang balance antara on road dan off road. Opsi ban dual purpose murah-meriah ada IRC Trials GP-21F/GP-22R, sedangkan opsi yang lebih premium ada nama-nama seperti Bridgestone Trailwing, Pirelli MT21, Dunlop D606, dan Shinko 804/805.

Oke… Motor udah, ban juga udah… Berikutnya adalah memasang berbagai perlengkapan dan aksesoris penunjang dual sport adventure seperti hand guard, engine guard, skid plate, frame guard, hingga radiator guard (jika motor pakai radiator). Beberapa tipe motor udah pakai komponen-komponen itu sebagai aksesoris standar pabrik, tapi nggak sedikit pula yang belum ada. Beberapa perlengkapan itu berfungsi untuk lebih melindungi motor, terutama ketika dipakai di medan off road. Misalnya pada Kawasaki KLX150 BF SE dan Honda CRF250RALLY itu udah pakai paket komplit dengan berbagai komponen penunjang dual sport yang udah disebutkan di atas. Tinggal gassss!! Paling tinggal rak bagasi aja di belakang jok…

2. Pemilihan Riding Gear

Riding gear dual sport adventure memang agak berbeda dibandingkan dengan riding gear untuk keperluan off road adventure maupun touring. Pada jaket misalnya, memiliki karakteristik banyak kantong, serta biasanya memiliki sifat windproof dan waterproof sekaligus. Selain itu, jaket juga mesti punya banyak zipper sebagai ruang sirkulasi udara sehingga siap menghadapi berbagai suhu udara. Kenapa? Karena kita nggak pernah tahu bagaimana kondisi cuaca di sepanjang perjalanan yang kita lalui. Bisa saja panas, bisa saja seketika hujan, dan kadang juga riding malam atau di pegunungan dengan angin kencang. So, jaket yang nyaman dipakai saat panas, hujan, dan bisa melindungi tubuh dengan baik dari terpaan angin mutlak diperlukan. Begitu juga dengan riding pants dan gloves… Karakternya sama aja.

Lalu helm… Untuk dual sport adventure, helm khusus dual sport atau juga dikenal sebagai helm supermoto adalah pilihan yang paling pas. Helm dual sport boleh dibilang merupakan helm hibrid, perpaduan antara helm off road dan helm full face biasa. Coba aja lihat bentuknya, ada moncong seperti helm off road, tapi dia juga punya visor layaknya helm full face. Helm dual sport murah-meriah juga banyak kok, seperti MDS Pro-Series, Snail MX311, KYT Enduro, dan INK S5. Kalau bro pengen pakai helm off road plus goggles juga nggak masalah kok. Apalagi kalau track yang dilewati lebih banyak off road-nya, tentu penggunaan helm off road itu lebih baik karena memiliki ventilasi yang lebih plong dan pendangan bisa lebih luas.

Riding gear terakhir yang nggak kalah penting adalah riding boots. Untuk dual sport adventure, sebaiknya sih pakai MX boots atau enduro boots yang memiliki sifat kaku. Enduro boots dianggap lebih mumpuni untuk dual sport adventure soalnya bisa melindungi kaki dengan baik ketika bermain-main di medan off road. Dari ujung kaki hingga tulang kering bisa terlindungi dengan baik. Kemudian enduro boots juga bersifat waterproof yang bikin kaki tetap kering dan nyaman dalam jangka waktu lama meskipun saat hujan, menerjang kubangan, hingga menyeberangi sungai. Untuk lebih memahami riding gear dual sport bisa cek di link ini.

3. Pemilihan Bagasi

Saat melakukan dual sport adventure, luggage atau bagasi merupakan komponen yang cukup diperlukan. Pemilihan bagasi sangat tergantung dari tipe adventure yang dilakukan. Kalau banyak melintasi jalur off road, apalagi demen geber-geberan dengan kecepatan tinggi di jalur off road, sebaiknya menggunakan waterproof side bags aja bro… Misalnya kapasitas side bags masih kurang, bisa ditambah dengan waterproof duffle bag dan tank bag. Semuanya boleh dibilang masih dalam wujud soft case. Tapi kalau adventure yang dilakukan lebih banyak on road ketimbang off road, bisa memilih hard case seperti aluminium panniers box sebagai ruang penyimpanan bagasi. Oh ya, jangan lupa bawa backpack kecil yang berisi hydration pack, biar nggak repot turun-turun dari motor buat minum ketika kehausan. Lumayan kan bisa saving time, minum tetap sambil riding.


Advertisements