Ingin Jual DR200S di Tanah Air, Suzuki Masih Terkendala Homologasi

Bro sekalian… Seperti kita ketahui bersama Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah menjual ribuan motor trail dual sport DR200S kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Brimob, sejak akhir tahun lalu. DR200S akan bertandem dengan Kawasaki KLX150 dan Kawasaki KLX250S yang udah ada di dalam armada Polri. Bahkan bukan nggak mungkin nantinya DR200S bisa menggantikan peran KLX150 yang saat ini menjadi armada motor trail paling banyak di Polri namun usianya semakin menua.

Langkah yang diambil SIS dengan menjual DR200S kepada Polri itu tentunya membuat kita bertanya-tanya, apakah SIS nggak pengen menjual motor itu kepada konsumen umum? Soalnya potensi pasar motor trail nggak bisa dibilang kecil. Terutama untuk motor trail entry level ya… Coba deh tengok berapa penjualan KLX150 yang sekarang menjadi pemain (Jepang) tunggal? Tembus 6.000-7.000 unit per bulan bro! Malah KLX150 udah jadi tulang punggung penjualan buat Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dengan kontribusi mencapai 70-80 persen. Misal DR200S bisa menggerogoti market KLX150 sebesar 30 persen aja, apa nggak lumayan banget tuh?

Nah… Kalau ngomongin pengen, SIS jelas dibikin ngiler oleh penjualan motor trail entry level KLX150. Mulai dari President Director SIS Mr. Seiji Itayama sampai dengan Department Head Marketing & Sales SIS Pak Yohan Yahya beberapa kali mengungkapkan keinginan Suzuki terjun ke segmen motor trail. Malah Mr. Itayama juga pernah bilang kalau Suzuki nggak akan membiarkan KLX150 bermain sendirian. Tapi untuk menjual DR200S di Tanah Air, Suzuki masih mendapatkan kendala, terutama terkait dengan masalah homologasi, seperti yang diungkapkan oleh Mr. Morikawa yang menjadi salah satu pentolan di Divisi Sales & Marketing SIS.

“Ya… Kami tahu dan memang pasar trail di Indonesia cukup bagus. Tentu saja keinginan ke sana ada. Akan tetapi kita (DR200S) masih memiliki kendala homologasi. Sementara kalau untuk instansi pemerintah tidak perlu melalui proses tersebut. Kita lihat saja ke depan. Tapi memang kita sedang mempelajari untuk masuk ke segmen tersebut,” ungkap Mr. Morikawa, dikutip dari blognya Mas Iwan Banaran.

Mengenai permasalahan homologasi ini memang bukan hal yang baru buat DR200S. Adventuriderz.com udah denger permasalahan ini ketika ngobrol dengan Product Planning 2W Section Head SIS Pak Audi Tarantini bulan Februari 2017 lalu. Dalam kesempatan itu Pak Audi memang bilang DR200S masih belum bisa dijual kepada konsumen umum karena masih menggunakan standar emisi Euro 2, sedangkan Indonesia udah menerapkan standar emisi Euro 3. Permasalahan lainnya, DR200S masih didatangkan utuh (CBU) dari Jepang, dan motor ini masih menggunakan rem belakang tromol yang kurang disukai oleh konsumen di Indonesia. Jadi untuk menjual DR200S di Indonesia perlu pengembangan lebih lanjut.

Yups… Di Indonesia ini motor yang dijual kepada konsumen umum secara on the road (lengkap dengan surat-surat) perlu melalui proses uji tipe yang di dalamnya mesti lolos berbagai pengetesan, termasuk emisi gas buang dan emisi suara dengan standar Euro 3. Kalau kendaraan pesanan instansi pemerintah sih nggak perlu melalui proses uji tipe ini, sehingga motor yang dipakai Polri nggak masalah walaupun masih menggunakan standar Euro 2. Agak aneh memang… Saat konsumen umum dipaksa menggunakan kendaraan yang lebih clean dari segi emisi, instansi pemerintah justru masih pakai motor baru dengan standar Euro 2. Jangan tanya kenapa? Hahaha…

Last… Kalau SIS niat, mungkin nggak begitu sulit ya membuat DR200S lolos uji emisi dengan standar Euro 3. Tinggal pasang sistem pembakaran injeksi aja beres. Biar lebih cakep rem belakang DR200S diganti model cakram. Satu hal lagi, motor ini mesti diproduksi atau minimal CKD di Tanah Air. Berat banget harganya kalau seandainya masih impor utuh dari Jepang. Adventuriderz.com sih pernah denger selentingan kabar prototipe DR200S dengan sistem pembakaran injeksi udah ada di pabrik SIS di Tambun. Semoga aja kabar ini benar dan penggemar motor trail di Indonesia bisa memiliki opsi selain KLX150. Setuju???

Advertisements