Keseruan Touring “T4KLUKKAN BA7ASAN” Etape Ketiga (Part 2)


Yeaaah… Seperti yang udah Adventuriderz.com tulis di artikel sebelumnya, pada tanggal 20-21 April 2017 lalu Adventuriderz.com mendapatkan kesempatan dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk menggeber motor baru mereka GSX-S150 dalam event touring “T4KLUKKAN BA7ASAN”. Touring sejauh 1.500 km ini diadakan dalam rangka memperingati 47 tahun kehadiran Suzuki di Indonesia sekaligus menguji kemampuan GSX-S150 untuk perjalanan jarak jauh. Touring T4KLUKKAN BA7ASAN sendiri dibagi dalam tiga etape, yaitu etape pertama dengan rute Jakarta-Garut-Baturaden, etape kedua Baturaden-Solo-Madiun, dan etape ketiga Madiun-Bromo-Malang-Surabaya. Secara total Suzuki menyediakan 25 unit GSX-S150 yang digeber oleh 75 blogger dan media secara bergantian pada tiga etape yang berbeda. Kebetulan Adventuriderz.com bersama dengan blogger dan media Jawa Timur mendapatkan kesempatan menggeber GSX-S150 di etape ketiga. Cerita perjalanan pada hari pertama dari Madiun sampai ke Bromo udah Adventuriderz.com tulis di artikel “Keseruan Touring T4KLUKKAN BA7ASAN Etape Ketiga (Part 1)“. Bagaimana serunya perjalanan etape ketiga touring T4KLUKKAN BA7ASAN hari kedua??

Jujur aja waktu istirahat para peserta touring T4KLUKKAN BA7ASAN di Bromo nggak begitu banyak. Kami tiba di Bromo sudah malam. Kalau nggak salah udah sekitar jam 21.00 WIB. Itupun masih kepotong dengan makan malam, mandi, ngobrol sambil ngeteh di teras kamar hotel, dan Adventuriderz.com bersama teman-teman blogger baru tidur sekitar pukul 24.00 WIB. Udara yang super dingin di Bromo membuat tidur nggak bisa benar-benar nyenyak. Sialnya kami mesti bangun sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Kenapa? Karena pada pukul 04.30 WIB kami dijadwalkan riding menuju Padang Savana Bromo. Beeeeeh…

Ditemani oleh dingin yang menusuk tulang, langit yang masih gelap, embun yang terus mengguyur, dan panduan jalan dari driver Land Cruiser FJ yang udah hapal luar kepala dengan kondisi medan, kami berangkat dari Hotel Bromo Permai 1 menuju Padang Savana Bromo. Kondisi saat itu benar-benar gelap. Satu-satunya sumber cahaya yang menerangi ya cuma dari headlamp motor. Beruntung sekali headlamp LED milik GSX-S150 sangat terang dan cukup untuk menerangi kondisi medan yang gelap parah. Lebih beruntung lagi karena kondisi lautan pasir saat itu sangat padat. Kayaknya sih Bromo baru aja diguyur hujan. Kondisi ini membuat riding menggunakan GSX-S150 menuju Padang Savana Bromo menjadi lebih smooth. Mengenai kondisi udara yang super dingin nggak jadi kendala buat GSX-S150. Sensor-sensor yang dipasang pada GSX-S150 udah cukup pintar dalam menghadapi berbagai kondisi suhu udara. Mau panas atau dingin nggak masalah. Dalam kondisi suhu yang ekstrem dinginnya pun motor tetap gampang dihidupkan dan nggak kesulitan sama sekali mencapai Padang Savana Bromo…

Nah… Di Padang Savana Bromo ini para rider disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik. Kabut masih begitu tebal, namun matahari perlahan mulai naik, membuat Padang Savana yang begitu hijau mulai terlihat. Kondisi udara yang cukup dingin tidak lagi jadi masalah kalau melihat pemandangan alam yang luar biasa seperti ini. Apalagi Suzuki membawa dua orang model asal Surabaya, yaitu Adelia Azzahra dan Maya Mooi yang bisa sedikit menghangatkan suasana. Hehehe… Coba deh perhatikan, kombinasi antara Padang Savana Bromo, GSX-S150, dan Maya Mooi atau Adelia Azzahra perfect banget kan?

Puas berada di Padang Savana Bromo, kami beranjak menuju Pura Luhur Poten yang ada di kaki Gunung Bromo. Kali ini matahari udah bersinar cerah, jadi nggak perlu khawatir nyasar atau kehilangan arah. Nggak heran kalau para rider udah mulai berani menyiksa GSX-S150 di lautan pasir. Kegiatan di Pura Luhur Poten kurang lebih sama kayak waktu di Padang Savana bro… Cuma foto-foto doang… Soalnya waktu kami di Bromo juga nggak begitu banyak. Masih banyak agenda yang mesti dilakukan pada hari itu.. Sekitar pukul 07.15 WIB kami udah meninggalkan Pura Luhur Poten kembali ke hotel untuk sarapan dan prepare meninggalkan Bromo.

Jadwal riding rombongan touring T4KLUKKAN BA7ASAN pada hari kedua (21 April 2017) masih tergolong panjang. Kami hari itu mesti riding dari Bromo menuju Malang via Pasuruan dengan jarak kurang lebih 115 km. Nggak ada yang cukup istimewa dalam perjalanan menuju Malang ini. Kami melewati jalur yang searah ke Air Terjun Madakaripura menuju Pasuruan. Kalau bro pernah lewat jalur ini, pasti paham lah jalannya relatif sempit dan banyak lubang-lubang menganga. GSX-S150 lumayan disiksa juga di sini. Kemudian ketika mulai masuk Kabupaten Malang, tepatnya dari Purwosari ke arah Kota Malang, kondisi jalan mulai macet. Maklum lah bro, menjelang long weekend wilayah Malang memang dibanjiri oleh para pencari liburan dari Surabaya dan berbagai kota di sekitarnya. Beruntung sekali GSX-S150 punya bobot yang enteng dengan handling super ringan. Imbasnya motor ini begitu lincah dalam melibas kemacetan. Perjalanan kami kemudian terhenti di Rumah Makan Inggil yang lokasinya nggak jauh dari Balai Kota Malang. Ngapain aja di sana??

Rupanya para rombongan touring T4KLUKKAN BA7ASAN nggak cuma sekedar berhenti makan siang di Rumah Makan Inggil Malang. Ada agenda khusus di sini bro… Di Rumah Makan Inggil, Suzuki melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyumbangkan 1 unit motor Skywave 250 kepada SMK PGRI 3 Malang. Suzuki sengaja memberi motor yang didatangkan khusus dari Jepang dan nggak dijual di Indonesia agar bisa dipakai sebagai unit pembelajaran bagi para siswa SMK PGRI 3 Malang. Tentunya motor seperti Skywave 250 jauh lebih hi-tech, kaya fitur, dan lebih banyak ilmu yang bisa digali dari sana ketimbang kalau Suzuki hanya menyumbangkan motor produksi lokal seperti Nex atau Smash misalnya… Sekedar informasi aja, pada etape pertama dan kedua touring T4KLUKKAN BA7ASAN Suzuki juga udah menyumbangkan unit motor dan mesin kepada SMK LPS 1 Ciamis, SMK Wiworotomo Purwokerto, dan SMK Negeri 1 Ponjong Yogyakarta. Jadi dalam lima hari perjalanan total ada 4 unit motor Skywave 250 dan 2 unit mesin 250 cc yang didonasikan kepada 4 SMK. Mantaaaap!!!

Selesai makan siang dan kegiatan CSR, rombongan bertolak ke Surabaya. Perjalanan dari Malang menuju Surabaya sejauh 100 km ini memang agak-agak drama. Selain macet yang cukup parah, kami juga diguyur oleh hujan yang sangat lebat. Bahkan di beberapa titik kami mesti menerjang banjir yang cukup dalam. Alhamdulillah GSX-S150 sangat bandel. Buat nerjang-nerjang banjir pun nggak ada yang trouble sama sekali. Semua unit motor aman bro… Setelah lepas dari jebakan macet dan banjir, Denwal Korlantas Polri yang setia memberikan pengawalan mengajak para rider untuk terus menggeber motornya. Walaupun hujan masih cukup deras, namun seringkali Adventuriderz.com melirik kecepatan bisa tembus 90-100 km/jam. Terasa ban standar GSX-S150 cukup lengket di aspal yang basah. Kami akhirnya finish di Restoran Boncafe Gubeng sekitar pukul 17.30 WIB meskipun juga sempat dihadang macet ketika masuk ke Kota Surabaya.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh rekan-rekan blogger dan media serta pihak-pihak lain yang mendukung kesuksesan acara ini. Setelah memulai perjalanan sejak 17 April 2017 lalu, GSX-S150 telah berhasil membuktikan ketangguhan performa dan kelincahan manuvernya dalam menjawab tantangan menjelajahi Pulau Jawa. GSX-S150 telah sukses menaklukkan batasan sesuai tagline touring kali ini, T4KLUKKAN BA7ASAN. Kami berharap kesuksesan ini menjadi kado terindah dan milestone tersendiri terhadap perjalanan Suzuki di Indonesia,” ungkap Department Head of Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Pak Yohan Yahya dalam acara penutupan touring T4KLUKKAN BA7ASAN di Surabaya.

Well… Adventuriderz.com mengucapkan terima kasih kepada Suzuki yang udah bersedia ngajakin touring T4KLUKKAN BA7ASAN. Walaupun cuma dapat di etape ketiga selama dua hari dengan jarak sekitar 500 km, tapi paling nggak itu cukup untuk mengeksplor kemampuan GSX-S150. Dan jujur aja, motor ini punya performa mesin jempolan, bobot enteng, dan handling super lincah. Kalau ada yang kurang nyaman dari GSX-S150 paling-paling cuma dari suspensi yang stiff, membuat badan mendapatkan getaran ekstra ketika melibas jalan aspal keriting. Selain itu, jok GSX-S150 yang identik dengan GSX-R150 juga tipis dan keras. Untuk jalan jarak jauh dengan durasi panjang masih belum bisa dibilang nyaman. Mungkin ini bisa jadi sedikit PR buat Suzuki. Review lengkap GSX-S150 bisa bro baca di artikel “Test Ride GSX-S150 Sejauh 50 Km – Performanya Patut Diacungi Jempol“. Semoga berguna ya bro…


Advertisements