KLX150, KLX250S, & KTM 500 EXC Jadi Motor Andalan Tim Jaguar!

Buat bro sekalian yang demen nonton acara 86 di Net TV pasti nggak asing lagi dengan yang namanya Tim Jaguar (Penjaga Gangguang dan Anti Kerusuhan) dari Polresta Depok. Boleh dibilang Tim Jaguar adalah tim reaksi cepat yang dimiliki oleh Polresta Depok yang standby selama 24 jam. Mereka ini tugasnya lebih banyak menangani kejahatan jalanan (begal), geng motor, tawuran, razia miras, dan lain-lain. Nggak heran kalau penampilan tim yang dipimpin oleh Ipda Winam Agus ini seperti pasukan anti teror, menggunakan pakaian serba hitam, rompi anti peluru, helm kevlar, kacamata hitam, dan menenteng pistol atau senapan seru laras panjang. Asli keren banget bro!!

Dalam tugasnya, Tim Jaguar menggunakan kendaraan mobil double cabin dan motor trail. Kita bahas motor trailnya aja ya… Untuk motor trail, Tim Jaguar punya tiga model, yaitu Kawasaki KLX150, Kawasaki KLX250S, dan KTM 500 EXC Six Days. Jadi dari motor trail entry level dengan performa rendah, motor trail kelas menengah, sampai dengan motor trail kelas atas dengan performa nggilani dimiliki oleh Tim Jaguar. Mungkin banyak dari bro sekalian penasaran, kenapa kok Tim Jaguar lebih memilih motor trail sebagai kendaraan dinas mereka ketimbang motor-motor sport yang punya speed lebih kencang?

Nah… Dikutip dari Motorplus Online, Wakil Ketua Tim Jaguar Aiptu Iwan Nugraha mengatakan bahwa selain KLX150, KLX250S, dan KTM 500 EXC Six Days, Tim Jaguar juga punya Kawasaki Ninja 250 sebagai kendaraan dinas. Namun meskipun kencang, menurutnya Ninja 250 jarang dipakai lantaran kurang cocok. Iwan Nugraha menuturkan, anggotanya lebih demen nunggang motor KLX150 dan KLX250S yang bergaya trail untuk melakukan penyisiran atau kejar-kejaran dengan dengan pelaku kejahatan di lapangan. Kalau butuh motor dengan tenaga lebih besar, KTM 500 EXC Six Days bisa dikeluarkan.

“Sebagai unit reaksi cepat, kita jarang pakai Ninja 250. Meski desainnya keren seperti motor balap dan kencang, tapi kurang cocok untuk kita pakai tugas. Kalau geng motor itu larinya ke jalan-jalan kecil dan tidak beraspal. Kalau pakai Ninja 250 meski kencang tapi susah buat mengejarnya. Beda kalau pakai trail, trotoar aja gampang dilibas kalau memang dibutuhkan,” kata Iwan Nugraha.

Tim Jaguar aja pakai motor trail, masa’ kamu nggak?

Advertisements