• Home »
  • Article »
  • Motor Enduro 2-Stroke Injeksi KTM dan Husky Tidak Lolos Uji Emisi EPA??

Motor Enduro 2-Stroke Injeksi KTM dan Husky Tidak Lolos Uji Emisi EPA??



KTM dan Husqvarna, dua brand motor off road ternama di dunia, baru-baru ini secara kompak meluncurkan motor enduro 2-stroke dengan sistem pembakaran injeksi. Untuk motor 2-stroke injeksi, KTM menyediakan KTM 250 EXC TPI, KTM 300 EXC TPI, dan KTM 250 XC-W TPI, sedangkan Husky memiliki Husky TE 250i dan Husky TE 300i. Karena dua brand itu bernaung di bawah group perusahaan yang sama, maka nggak mengherankan kalau KTM dan Husky saling berbagi platform dan teknologi pada produknya. Nggak terkecuali pada sistem injeksi di motor enduro 2-stroke, mereka sama-sama menggunakan teknologi bernama Transfer Port Protocol (TPI). KTM dan Husky sama-sama mengklaim kalau dengan sistem injeksi TPI motor enduro 2-stroke mereka menghasilkan emisi gas buang yang bersih sehingga comply dengan regulasi emisi Euro 4. Namun menariknya, ulasan dari Dirt Bike Magazine menyebutkan bahwa emisi gas buang yang dihasilkan oleh motor enduro 2-stroke injeksi buatan KTM dan Husky nggak sebersih yang diperkirakan. Lho memang apa masalahnya?

Yups… Menurut Dirt Bike Magazine, sistem TPI pada KTM dan Husky memang membuat motor enduro 2-stroke lolos dari sergapan regulasi emisi Euro 4. Akan tetapi, mesin itu masih belum sanggup comply dengan standar emisi yang ditetapkan oleh EPA (Environment Protection Agency) di Amerika Serikat. Artinya, KTM 250 EXC TPI, KTM 300 EXC TPI, KTM 250 XC-W TPI, Husky TE 250i, dan Husky TE 300i masih belum bisa dilabeli “green sticker” di California maupun negara bagian Amerika Serikat yang lainnya. Satu hal yang cukup mencengangkan, alasan motor itu nggak comply dengan standar EPA karena menggunakan sistem TPI!



Dengan sistem TPI, mesin KTM dan Husky menyemprotkan bahan bakar dari dua buah injector menuju transfer port dan mengisi ruang bakar sebelum piston menutup exhaust port, sehingga masih ada sisa bahan bakar yang tidak ikut terbakar dengan sempurna. Hal inilah yang membuat mesin gagal lolos uji emisi dari EPA yang berarti pula deretan motor enduro 2-stroke injeksi buatan KTM dan Husky nggak bisa dipakai sebagai motor street legal, setidaknya di Amerika Serikat. Nggak bisa dipungkiri, sistem TPI memang membuat emisi gas buang jauh lebih rendah ketimbang sistem karburator. Namun KTM dan Husky masih perlu melakukan pengembangan lebih lanjut agar deretan motor enduro 2-stroke injeksi mereka lolos pengetesan emisi gas buang di Amerika Serikat.

Oh ya… Pada versi prototipe, KTM sebenarnya sudah mencoba berbagai macam sistem injeksi. Pertama adalah direct injection yang memungkinkan emisi gas buang mesin sangat bersih dan berpotensi besar lolos tes dari EPA. Namun dalam sistem direct injection memerlukan tekanan bahan bakar yang cukup besar dan ini juga menjadi problem tersendiri lantaran performa mesin digebiri dengan maksimal. Kemudian KTM juga mencoba sistem di mana bahan bakar disemprotkan lebih awal ke dalam stroke dengan tekanan yang lebih rendah. Sayangnya sistem ini juga punya masalah. Terakhir adalah Transfer Port Injection (TPI) yang dianggap sebagai opsi paling baik dari sisi emisi gas buang dan performa.

Walaupun belum bisa comply dengan standar emisi yang ditetapkan oleh EPA, paling nggak KTM dan Husky sudah mencoba mengembangkan teknolog yang membuat motor enduro 2-stroke mereka lebih bersih dan tetap memiliki performa yang tinggi. Untuk sementara waktu deretan motor KTM dan Husky dengan sistem TPI sudah lolos regulasi emisi Euro 4. Tapi mereka mesti bekerja keras dalam mengembangkan teknologi lebih lanjut agar motor-motor itu comply dengan standar EPA dan Euro 5 yang berlaku mulai tahun 2020 mendatang. Buat market Indonesia sih nggak masalah dengan sistem TPI. Lha wong Indonesia masih pakai standar Euro 3 yang notabene bisa ditembus dengan sistem karbunya KTM dan Husky sekalipun… Hehehe…

Advertisements