DR-Z400E Model Year 2018 Diluncurkan dengan Harga Rp 81 Jutaan


Hola Bro… Sepertinya Suzuki mulai agresif meluncurkan motor-motor terbaru untuk model year 2018. Salah satunya adalah dengan merilis motor dual sport DR-Z400E model year 2018 di Australia. Pada dasarnya nggak ada perubahan yang cukup signifikan antara DR-Z400E model year 2018 dengan model lawas. Secara fisik DR-Z400E terbaru menggunakan striping baru yang terinspirasi dari warna grafis motor milik tim factory Suzuki yang berlaga di MXGP. Tentunya ini membuat penampilan DR-Z400E menjadi lebih fresh dan lebih menarik. Apalagi model baru juga sudah menggunakan rim dengan warna hitam legam sehingga penampilan jadi lebih galak.

Bagaimana dengan sektor mesin? Nyaris nggak mendapatkan sentuhan berarti bro… DR-Z400E model year 2018 mengandalkan mesin 398 cc satu silinder, DOHC, 4-stroke, 4-valve, dan mengandalkan sistem pendingin cairan alias radiator. Mesin yang sudah dilengkapi dengan sistem electric starter ini dianggap cukup untuk melakukan dual sport adventure, termasuk ketika harus melewati tanjakan-tanjakan tinggi yang panjang. Kenapa? Karena DR-Z400E memiliki power dan torsi yang tergolong besar. Kelemahan utama motor ini paling-paling cuma bobotnya yang berat, apalagi kalau dibandingkan dengan motor enduro tulen.

FYI aja nih bro… DR-Z400E pertama kali diluncurkan pada tahun 1999. Sejak saat itu DR-Z400E menjadi salah satu pilihan utama buat para rider di Australia yang demen dengan motor dual sport. Sejak 1999 sampai sekarang sudah lebih dari 18.000 unit DR-Z400E terjual di Australia. Angkanya memang nggak terlalu mengesankan dibandingkan dengan total penjualan motor di Indonesia yang mencapai 6 juta unit per tahun. Tapi di Aussie, penjualan 18.000 unit DR-Z400E sejak 1999-2017 itu sudah bisa dibilang sangat baik. Di sana umumnya DR-Z400E dipilih oleh para rider yang menginginkan motor trail dengan kemampuan enduro yang baik, namun tetap hemat biaya perawatan. Motor-motor enduro buatan Eropa memang punya kemampuan off road/enduro yang sangat baik, performa menawan, bobot sangat ringan, dan bisa juga diregistrasikan menjadi motor street legal. Sayangnya interval servis motor enduro buatan Eropa itu sangat pendek dan biaya perawatannya juga nggak murah. Imbasnya jelas menguras anggaran kalau dipakai sebagai motor street legal yang wara-wiri di jalan raya sampai dengan di hutan-hutan. Apalagi kalau dipakai sebagai motor harian, dijamin bikin kantong jebol. Nggak heran kalau motor dual sport Jepang seperti DR-Z400E sangat difavoritkan di Australia.

Di Negeri Kanguru, DR-Z400E dibandrol dengan harga AUD 7.990 atau setara dengan IDR 81 jutaan. Harga yang sangat atraktif untuk ukuran motor dual sport 400 cc. Satu hal yang cukup disayangkan, sampai sekarang belum ada niatan dari Suzuki Indonesia untuk memasukkan DR-Z400E ke Tanah Air. Pajak yang tidak bersahabat tentu menjadi ganjalan utama buat DR-Z400E kalau dimasukkan ke sini. Mau nekat? Pasti harganya jadi nggak bersahabat lagi seperti di Australia karena di sini motor di atas 250 cc sampai dengan 500 cc kena PPN BM 60 persen. Bisa-bisa sampai di Indonesia harganya udah di atas Rp 100 juta. Nggak menarik lagi… Kalau mau, mestinya Suzuki bikin motor dual sport 250 cc yang bisa menjadi pesaing Kawasaki KLX250S, Honda CRF250L/CRF250RALLY, dan Yamaha WR250R. Dengan mesin 250 cc harganya bakal lebih menarik saat masuk ke Indonesia!

Advertisements