Bajaj Auto Dipastikan Bakal Memproduksi Motor Husqvarna di India


Kabar yang sebenarnya nggak mengagetkan lagi datang dari pabrikan asal India, Bajaj Auto Limited (BAL). Dikabarkan oleh sejumlah media di India, rencananya Bajaj bakal memproduksi motor dengan merek Husqvarna. Kenapa kok Adventuriderz.com bilang nggak mengagetkan dan nggak mengherankan? Begini asal muasalnya… Husky adalah perusahaan yang 100 persen sahamnya dikuasai oleh Pierer Industries dengan komando dari Stevan Pierer. Selain memiliki 100 persen saham Husky, Stevan Pierer juga memiliki sekitar 52 persen saham KTM sekaligus menjadi Chief Executive Officer (CEO) KTM, dan 48 persen saham KTM sisanya dipegang oleh Bajaj Auto Limited. Sejak bermitra dengan Bajaj, KTM sendiri sudah memproduksi lineup street bike di bawah 400 cc di India. Jadi memang nggak mengherankan kalau Stevan Pierer kemudian juga menunjuk plant Bajaj di India sebagai basis produksi motor Husky.

Memang motor Husky varian apa mas yang bakal diproduksi oleh Bajaj di India? Untuk motor garuk tanahnya Husky bisa dipastikan tetap diproduksi di Mattighofen – Austria (markas utama KTM). Nah, motor Husky yang diproduksi di India nanti adalah yang bergenre street bike dengan kapasitas mesin di bawah 400 cc. Tentunya motor itu tidak lain dan tidak bukan Husky 401 Vitpilen yang mengusung genre cafe racer dan Husky 401 Svartpilen dengan genre scrambler. Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen diproduksi di India lantaran menggunakan basis mesin dan frame yang sama dengan KTM 390 Duke, motor yang sudah sejak lama diproduksi di Negeri Bollywood. Biaya produksi Vitpilen dan Svartpilen pasti lebih rendah jika dibikin di India, ketimbang dibuat di Austria.

Selain memproduksi Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen plant Bajaj, keduanya juga bakal dijual secara resmi di India melalui jaringan penjualan KTM. Stevan Pierer sebagai pemilik Husky cukup ngebet mengembangkan brand yang satu ini agar berkembang dengan pesat di pasar-pasar negara berkembang, tidak terkecuali India. Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen bakal dipakai untuk merecoki market motor retro/classic yang sekarang dikuasai oleh Royal Enfield. Produksi Vitpilen dan Svartpilen sendiri rencananya bakal dimulai pada tahun 2018. Peminat motor ini seperinya kudu sabar menunggu lebih lama.

Terus apa untungnya buat market Indonesia kalau Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen diproduksi di India? Pastinya kedua motor itu bisa masuk ke Tanah Air dengan harga yang cukup terjangkau melalui PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM) yang sekarang menjadi distributor resmi street bike KTM under 400 cc. Pokoknya motor dari KTM Group yang diproduksi oleh Bajaj berpeluang besar dimasukkan oleh PJLM ke Indonesia, nggak terkecuali Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen. Pasalnya PJLM sendiri lebih condong terafiliasi dengan Bajaj ketimbang KTM Austria.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, PJLM bisa membandrol produk KTM dengan harga menggiurkan. Gimana nggak? KTM 200 Duke bandrol harganya cuma Rp 33 jutaan, KTM RC 200 Rp 37 jutaan, KTM 250 Duke Rp 44-45 jutaan, bahkan KTM 390 Duke terbaru bandrol harganya cuma Rp 99,9 juta! Itu sudah harga on the road pula!! So, kalau Husky 401 Vitpilen dan Husky 401 Svartpilen masuk ke Indonesia lewat PJLM, kemungkinan harganya nggak bakal jauh beda dengan KTM 390 Duke, ada di rentang Rp 99 jutaan sampai Rp 100 juta lebih dikit. Bakal lebih booming lagi kalau Husky mengeluarkan varian yang lebih hemat dengan mesin 250 cc berbasis KTM 250 Duke. Bisa gonjang-ganjing market street bike!!

FYI aja nih bro… Husqvarna merupakan sebuah brand yang sudah ada sejak tahun 1689. Namun sebagai brand motor, Husky baru eksis pada tahun 1903 dengan pabrik yang berlokasi di Kota Huskvarna, Swedia. Saat itu Husky memproduksi motor dengan genre cross country, motocross, enduro, hingga street bike. Pada tahun 1987, divisi motor Husqvarna dijual kepada pabrikan asal Italia, Cagiva, dan menjadi bagian dari MV Agusta Motor S.p.A. Untuk pertama kalinya markas Husky pindah dari kota kelahirannya di Huskvarna (Swedia) ke Varese (Italia). Di bawah komando Cagiva, Husky tetap memproduksi motocross dan enduro serta menambah variannya dengan genre supermoto. Kapasitas mesin motor Husky di era ini mulai dari 125 cc sampai dengan 576 cc. Pada tahun 2007, Husky kembali berpindah kepemilikan. Raksasa otomotif asal Jerman, BMW, membeli Husky dengan harga 93 juta euro. Menariknya, BMW memutuskan agar Husky beroperasi sebagai perusahaan yang terpisah dengan BMW Motorrad (divisi motor BMW). Artinya, pengembangan motor, aktivitas produksi, penjualan, dan markas Husky tetap berada di Varese, Italia, alias nggak pindah ke Jerman.

Husky rupanya nggak bertahan lama di tangan BMW. Kenapa? Karena pada awal tahun 2013 brand yang satu ini dibeli oleh Pierer Industries yang notabene juga pemilik saham terbesar di KTM Group. Markas Husky akhirnya berpindah lagi dari Varese (Italia) menuju Mattighofen (Austria). Di era kepemilikan KTM Group, Husky terus berkembang sangat pesat. Di tahun 2016 lalu saja Husky sanggup menjual lebih dari 30.000 unit motor. Core business Husky masih tetap sama, yaitu memproduksi varian motocross dan enduro. Tapi belakangan Husky mulai mengeluarkan street bike yang dikembangkan dari basis street bike milik KTM. Dan bisa jadi ini sekaligus menandai era baru buat Husky, di mana nanti produksi beberapa produk dilakukan oleh Bajaj di India. Semoga masuk ke Indonesia dengan harga terjangkau yah…

Advertisements