• Home »
  • Article »
  • Ada Indikasi Yamaha Bakal Hentikan Produksi Motor Dual Sport WR250R

Ada Indikasi Yamaha Bakal Hentikan Produksi Motor Dual Sport WR250R




Kabar yang kurang mengenakkan datang dari Yamaha buat penggemar motor dual sport (on road – off road) nih bro… Walaupun belum ada konfirmasi resmi dari Yamaha, namun sejumlah media sudah menyebutkan bahwa pabrikan dengan logo garputala bakal menghentikan produksi motor dual sport WR250R bersama dengan varian supermoto WR250X. Memang apa alasan penghentian produksi WR250R dan WR250X?

Media Jepang yang menuliskan artikel dalam Bahasa Jepang lengkap dengan tulisan Kanji, Webike, mengatakan bahwa Yamaha enggan memberikan update kepada WR250R dan WR250X agar motor itu comply dengan regulasi emisi Euro 4 yang sudah diberlakukan di Eropa sejak awal tahun 2017. Artinya, WR250R/WR250X menjadi motor kesekian yang ikut menyerah dalam menghadapi Euro 4. Sebelumnya Yamaha juga sudah mengibarkan bendera putih terkait dengan motor adventure XT660Z Tenere yang sulit menembus regulasi emisi Euro 4. Yamaha pun memberikan konfirmasi bakal menggantikan peran XT660Z Tenere yang menggunakan mesin satu silinder dengan Yamaha T7 yang sekarang masih dalam wujud prototipe/konsep. Yamaha T7 sendiri dikembangkan dari basis mesin dua silinder milik MT-07.

Jika kabar WR250R/WR250X dihentikan produksinya ini benar, jelas menjadi kabar yang buruk buat penggemar motor dual sport. Pasalnya, Kawasaki memberikan pengumuman lebih dulu kalau mereka bakal menghentikan penjualan motor dual sport KLX250S dan supermoto D-Tracker X. Namun kabar baiknya penghentian penjualan KLX250S/D-Tracker X itu hanya berlaku untuk market Eropa dan negara-negara yang menerapkan standar emisi sangat ketat setara dengan Euro 4, sedangkan untuk market Indonesia yang masih pakai standar emisi Euro 3 motor-motor KLX250S/D-Tracker X tetap dijual seperti biasanya. Di sisi lain, Honda sebagai pesaing utama Yamaha terus mempertahankan motor dual sport mereka CRF250L dan varian supermoto CRF250M. Bahkan Honda sukses menambah satu varian lagi, yaitu CRF250RALLY yang punya style ala motor balap Rally Dakar. Baik CRF250L, CRF250M, maupun CRF250RALLY semuanya comply dengan standar regulasi emisi Euro 4!



Oh ya… WR250R dan WR250X telah menghilang dari website Yamaha Eropa, sedangkan di website Yamaha Amerika Serikat masih ada… Hanya saja yang terpampang di website Yamaha Amerika Serikat adalah WR250R model year 2017. Padahal motor dual sport dengan teknologi lebih jadul seperti XT250 dan TW200 sudah tersedia dalam model year 2018. Bisa jadi ini juga menjadi indikasi kalau Yamaha bakal menghentikan penjualan WR250R. Tapi nih bro… Semoga saja Yamaha melakukan langkah seperti Kawasaki, menghentikan penjualan WR250R hanya di pasar-pasar yang sudah menerapkan regulasi emisi Euro 4 dan tetap mempertahankan penjualan di negara-negara yang pakai standar emisi lebih rendah.

Di Indonesia WR250R dipasarkan secara resmi oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sejak Februari 2015. Penjualannya nggak bisa dibilang menggembirakan. Dalam waktu satu tahun penjualan WR250R seringkali sulit menembus angka 100 unit. Kendala utama WR250R sulit dijual dalam jumlah banyak adalah harga. Yups… Di sini WR250R dibandrol dengan harga Rp 99 juta on the road Jakarta. Jelas banyak penggemar motor dual sport berpikir sekian kali sebelum memutuskan akan membeli WR250R. Walaupun nggak bisa dipungkiri performa mesin WR250R jauh lebih tinggi kalau dibandingkan dengan kompetitornya seperti KLX250S dan CRF250L/CRF250RALLY yang dijual di angka Rp 60 jutaan. Nggak tahu deh sekarang WR250R ini masih dijual oleh YIMM atau nggak… Mungkin ada bro sekalian yang tahu?

Advertisements