Suzuki Bakal Pamerkan TS 125 dan Motor Jadul Lainnya di IMH 2017



Bro sekalian… Ada kabar bagus banget nih dari Suzuki Indomobil Sales (SIS) ke newsroom Adventuriderz.com… Pasalnya, Suzuki berencana memamerkan sejumlah motor jadul mereka di ajang Indonesia Motorcycle History (IMH) pada tanggal 30 Juli 2017 mendatang. Event ini digagas oleh Mastomcustom dan kemudian penyelenggaraannya diserahkan kepada Haneishen dengan lokasi acara di Synthesis Residence Kemang. Memang motor jadul apa yang akan dipertontonkan Suzuki kepada publik di IMH 2017?

Dari keterangan resmi yang Adventuriderz.com dapatkan, rencananya Suzuki akan memboyong motor produksi massal pertama yang namanya “Power Free”. Satu unit motor Power Free buatan tahun 1951 terpantau ada di Indonesia dalam kondisi yang masih baik. FYI aja ya bro, Power Free lebih terlihat sebagai sosok sepeda yang ditempeli mesin 2-stroke berkapasitas 36 cc. Jadi jangan pernah membayangkan Power Free memiliki bentuk seperti motor modern yang ada sekarang. Kemudian bintang lainnya yang dipajang oleh Suzuki di IMH 2017 adalah A100 dan FR70. Dua motor itu cukup lekat di hati masyarakat Indonesia, termasuk masa kecil Adventuriderz.com saat SD yang sudah terbiasa nunggang A100 Econos. Selain A100 Econos, masa kecil Adventuriderz.com juga sangat dekat dengan Bravo. Cuma nggak tahu deh, apakah Bravo juga ikut dipamerkan atau nggak…

Apakah cuma itu aja? Ternyata nggak kok… Masih banyak banget motor legendaris Suzuki yang dipamerkan nanti. Buat penggemar motor trail maupun penggemar Suzuki, kayaknya nggak boleh melewatkan event ini karena di sana bakal nongkrong sosok motor trail yang sangat legendaris dari Suzuki. Apa lagi kalau bukan TS 125. Saking legendarisnya, sampai sekarang nama TS 125 masih sangat harum di mata penggemar motor trail meskipun sudah dihentikan produksinya sejak lama. Populasi TS 125 pun sekarang masih sangat banyak dan masih sangat bisa diandalkan buat blusukan. Buat penggemar motor sport dan motor naked sport, di IMH ada sosok RGR 150, RGR 400 Gamma, Thunder 250, hingga idola baru yang memang benar-benar baru alias bukan motor jadul GSX-S150.

“Banyak generasi milenial yang belum mengetahui sejarah motor Suzuki di Indonesia, maka pada ajang IMH 2017 inilah Suzuki turut mendukung Mastomcustom untuk menyelenggarakan event besar yang menggabungkan konsep seni, sepeda motor, dunia custom, dan sejarah. Bukan sekedar hiburan, tetapi acara ini juga bisa berguna untuk melestarikan sejarah otomotif di Indonesia,” ungkap Sales & Marketing 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Pak Yohan Yahya.

IMHO, ini adalah peluang yang sangat bagus buat generasi muda agar lebih mengenal perkembangan motor Suzuki di Indonesia dari masa ke masa. Curhat tentang motor jadul Suzuki, dulu Adventuriderz.com setidaknya pernah nyicip nunggang Bravo, Crystal, A100 Econos, Tornado, RK Cool 110, Shogun Kebo, Satria 120R, sampai Shogun 110 sejak SD sampai SMA. Dulu memang hidupnya di kampung yang sepi dan lengang, SD kelas empat udah bisa kebut-kebutan pakai Bravo dan A100 Econos, walaupun sekarang sadar hal itu nggak bener… Hehehe… Terus Satria 120R itu dulu dream bike waktu SMP, sempat ngerengek ke ortu minta beliin Shogun 110 waktu SMA (tapi malah dibeliin Kharisma 125), dan nyicip RK Cool 110 yang super kece itu punya temen SMA di Jogja. Rata-rata motor Suzuki yang pernah Adventuriderz.com cobain adalah kelas bawah sampai menengah, sedangkan motor-motor high end seperti RGR 150, FXR 150, dan TS 125 itu cuma bisa nyawang dan berdecak kagum! Kalau Adventuriderz.com di Jakarta aja rasanya pengen datang ke IMH 2017. Sayangnya sekarang lagi di Lampung dan lagi jadi suami siaga nggak bisa ke mana-mana. Monggo deh bro yang bisa merapat ke IMH 2017, langsung datang ke¬†Synthesis Residence Kemang pada 20 Juli 2017!


Advertisements