Penjualan Kurang Moncer, Kawasaki: Versys-X 250 Motor Segmented


Dalam dua bulan pertama distribusi, data penjualan motor adventure seperempat liter Kawasaki Versys-X 250 boleh dibilang sangat menjanjikan. Gimana nggak bro? Di bulan Februari 2017 misalnya, Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sanggup mengirimkan 430 unit Versys-X 250, disusul pada Maret 2017 motor itu terkirim sebanyak 416 unit. Hasilnya, pada dua bulan pertama (Februari-Maret 2017) aja Versys-X 250 terkirim sebanyak 846 unit. Angka itu jelas lumayan tinggi untuk varian motor yang masuk ke segmen baru (segmen adventure 250 cc). Tapi sayangnya, tingginya angka distribusi Versys-X 250 pada dua bulan pertama itu lantaran masih memasuki fase spike. Sudah menjadi hal yang lumrah angka distribusi motor baru relatif tinggi pada dua sampai dengan tiga bulan awal. Pada bulan-bulan berikutnya tren distribusi Versys-X 250 cenderung mengalami penurunan. April 2017 Versys-X 250 terkirim 72 unit, Mei 2017 14 unit, dan yang paling parah parah pada Juni 2017 cuma terkirim 9 unit. Apa kata KMI menanggapi angka-angka distribusi Versys-X 250 ini?

Pada saat launching akhir November 2016 lalu, KMI menargetkan Versys-X 250 bisa terjual sebanyak 5.000 unit sepanjang tahun 2017. Namun melihat data penjualan semester pertama 2017 yang totalnya cuma 941 unit, hampir bisa dipastikan target yang diinginkan oleh KMI itu gagal tercapai. Realistis saja lah… Bahkan paruh pertama 2017 Versys-X 250 nggak mampu mendulang angka 20 persen dari target. Deputy Head Sales and Promotions KMI Michael Chandra Tanadhi menyebut bahwa Versys-X 250 adalah motor yang sangat segmented dengan basis pengguna tidak banyak. Ditambah lagi KMI lewat Versys-X 250 menjadi pabrikan motor pertama di Indonesia yang meluncurkan motor adventure 250 cc di Tanah Air, sehingga tingkat popularitas motor jenis ini masih kalah jauh ketimbang motor sport full fairing 250 cc.

“Versys-X 250 itu kan termasuk motor yang segmen penggunanya sempit sekali. Apalagi ini motor jenis ini baru ada di Indonesia pertama kali. Oleh karena itu, ketimbang membeli Versys-X 250, banyak konsumen yang cari aman dengan beralih ke Ninja 250 FI yang secara brand sudah sangat kuat mengakar,” ungkap Michael Chandra Tanadhi.

Last… Di segmen motor adventure 250 cc, Versys-X 250 bertarung langsung dengan jagoan Astra Honda Motor (AHM) CRF250RALLY. Keduanya sama-sama dibandrol dengan harga mulai dari Rp 63 jutaan on the road Jakarta dan sama-sama diproduksi di Thailand. Bedanya, Versys-X 250 mengusung mesin 249 cc dua silinder yang cenderung on road oriented, sedangkan CRF250RALLY pakai mesin 249 cc satu silinder dengan karakter off road lebih kental. Secara total penjualan Versys-X 250 di semester pertama 2017 memang jauh lebih unggul daripada CRF250RALLY lantaran jagon AHM cuma terdistribusi sebanyak 410 unit. Di sini terlihat Versys-X 250 unggul lebih dari dua kali lipat. Tapi menariknya, distribusi CRF250RALLY dalam dua bulan terakhir semester pertama 2017 cenderung mengalami tren meningkat. Di bulan Mei 2017 lalu CRF250RALLY terkirim 77 unit dan pada Juni 2017 terkirim 176 unit. Tinggal kita lihat nanti di akhir tahun, apakah CRF250RALLY mampu mengalahkan penjualan Versys-X 250? Atau Versys-X 250 masih tetap jadi raja motor adventure seperempat liter?

Advertisements