• Home »
  • Article »
  • KTM Perkenalkan Motor Trail “All-Rounder” – KTM Freeride 250 F

KTM Perkenalkan Motor Trail “All-Rounder” – KTM Freeride 250 F




Selama ini motor trail enduro KTM dikenal memiliki tenaga yang beringas. Itu memang sangat wajar karena KTM menciptakan motor enduro itu agar siap berkompetisi di track enduro yang sulit dan paling ekstrem sekalipun. Motor enduro KTM, khususnya dari klan EXC series, memang mengejar performa. Tapi ternyata nih bro, KTM nggak melupakan segmen motor enduro yang kastanya lebih rendah. Baru-baru ini brand motor asal Austria itu baru aja memperkenalkan KTM Freeride 250 F model year 2018. Seperti apa sosoknya?

Freeride series memang udah lama ada di dalam lineup produk KTM. Sebelumnya dalam jajaran Freeride ada KTM Freeride 250 R dengan mesin 2-stroke dan KTM Freeride 350 yang memakai mesin 4-stroke. Menariknya, pada tahun 2017 ini KTM meluncurkan KTM Freeride 250 F model year 2018 dengan mesin 250 cc 4-stroke! KTM menyebut KTM Freeride 250 F sebagai motor “all rounder”. Apa alasannya? Karena KTM Freeride 250 F tetap mengusung DNA Freeride generasi sebelumnya yang merupakan perpaduan antara model motor enduro dan trial. Dari segi fisik KTM Freeride 250 F nggak sebesar dan setinggi motor enduro tulen KTM 250 EXC-F misalnya. Dimensinya lebih ringkas, mungil, ketinggian jok lebih rendah, dan menggunakan ban dengan kembangan khas motor trial, bukan kembangan ban motor enduro. Imbasnya KTM Freeride 250 F sangat lincah, enak dipakai melibas obstacle-obstacle dengan ciri trial, bisa dipakai untuk enduro riding, trail riding, dual sport riding, dan nggak menutup kemungkinan dipakai untuk kendaraan sehari-hari ke kantor atau kegiatan lainnya karena motor ini lulus homologasi Euro 4 sehingga bisa menjadi motor street legal.

Bagaimana dengan sektor mesin? KTM membekali KTM Freeride 250 F dengan mesin 249,91 cc satu silinder, DOHC, 4-stroke, 4-valve dengan mekanisme pendingin cairan. Pastinya mesin KTM Freeride 250 F udah pakai sistem pembakaran injeksi buatan Keihin dengan throttle body 42 mm, rasio komporesi mesin 12.8:1, transmisi manual 6-percepatan, dan dilengkapi pula dengan sistem electric starter, serta knalpot dengan dua buah silencer. KTM mengklaim power delivery yang dikeluarkan oleh KTM Freeride 250 F sangat smooth, nurut, predictable, dan nggak megnintimidasi layaknya KTM 250 EXC-F, sehingga mengendarai motor ini untuk berbagai macam kegiatan (enduro riding, trail riding, trial riding, dual sport riding, city riding) menjadi jauh lebih menyenangkan. Itu juga jadi alasan kenapa KTM Freeride 250 F adalah motor trail all-rounder yang benar-benar perfect!



Walaupun punya kasta dan performa mesin yang berada di bawah KTM EXC series, tapi KTM tetap memasang komponen-komponen premium pada KTM Freeride 250 F. Sebut saja suspensi depan menggunakan model upside down WP Xplor 43 mm, suspensi belakang WP Xplor PDS, handlebar Neken EXC yang terbuat dari bahan aluminium, disc brake buatan Formula, rim 1.60 x 21 inch (depan) & 2.15 x 18 inch (belakang) dengan merek Giant, serta ban depan menggunakan Maxxis M 7311 dan ban belakang Maxxis TrialMaxx. Bobot KTM Freeride 250 F itu sendiri sangat ringan cuma 98,5 kg. Sayangnya kapasitas tangki bahan bakarnya ikutan mungil, hanya 5 liter.

Ada yang tertarik beli KTM Freeride 250 F buat having fun atau sebagai motor all-rounder? Beruntung sekali karena KTM Indonesia bakal membawa motor tersebut ke Tanah Air. Lebih menarik lagi lantaran harga yang ditawarkan KTM Indonesia untuk KTM Freeride 250 F model year 2018 jauh lebih murah ketimbang KTM 250 EXC-F model year 2018 yang tergolong sebagai motor enduro kompetisi. Di sini, KTM 250 EXC-F model year 2018 dijual dengan harga Rp 165,6 juta off the road, sedangkan motor all-rounder KTM Freeride 250 F harganya Rp 134 juta off the raod. Bedanya lebih dari Rp 30 juta, lumayan kan? Tapi konsumen Indonesia sih biasanya menganut azas “tanggung”. Ah tanggung cuma beda sekian… Mending langsung beli yang itu aja, mesin lebih oke, lebih ganas, lebih powerful, jambakan setan, dan lain-lain… Ternyata waktu dicoba di jalur off road justru jumpalitan nggak bisa menguasai motor yang lebih mahal itu tadi. Hehehe…

Advertisements