1.001 Alasan Kenapa Trail 2-Stroke Lebih Menarik Ketimbang Trail 4-Stroke



Di segmen street bike, mesin 2-stroke yang dikenal punya jambakan setan boleh dibilang udah tutup usia. Nggak ada lagi pabrikan motor yang mengeluarkan street bike bermesin 2-stroke karena terkendala oleh regulasi emisi yang semakin ketat. Indonesia aja udah pakai standar emisi Euro 3, sedangkan Uni Eropa malah lebih ketat lagi dengan Euro 4. Mungkin masih ada 1-2 pabrikan yang memproduksi street bike 2-stroke, tapi dalam jumlah yang sangat terbatas (limted), bukan produksi massal yang mencapai ratusan atau ribuan unit, dan harganya pun pasti sangat mahal.

Rata-rata pabrikan motor punya alasan yang kompak kenapa mereka nggak lagi memproduksi street bike 2-stroke. Alasan utamanya ya itu tadi karena regulasi emisi yang tambah ketat. Banyak dari pabrikan motor itu menyerah dan merelakan mesin 2-stroke disuntik mati. Ada juga yang bilang, mereka bisa melakukan riset agar mesin 2-stroke comply dengan regulasi emisi terbaru tapi butuh dana yang nggak sedikit. Imbasnya, harga jual motor bermesin 2-stroke nggak masuk akal lagi. Pabrikan yang lain lagi beralasan mereka bisa membuat mesin 2-stroke lolos regulasi emisi terbaru namun performanya disunat habis yang membuat roh mesin 2-stroke hilang. Ujungnya pabrikan ramai-ramai menghentikan produksi motor bermesin 2-stroke.

Berbeda dengan segmen street bike, di segmen motor trail off road/enduro keberadaan mesin 2-stroke masih tetap langgeng dan terus tumbuh subur. KTM, Husqvarna, Beta, Sherco, Gas Gas, hingga Yamaha masih punya lineup motor enduro 2-stroke. Bahkan buat para pabrikan asal Eropa, motor enduro dengan mesin 2-stroke masih jadi tulang punggung utama buat penjualan mereka. Nggak heran kalau pabrikan-pabrikan motor enduro begitu all out dalam pengembangan mesin 2-stroke. KTM dan Husky misalnya, mereka sampai rela keluar duit banyak buat meriset mesin 2-stroke dengan sistem pembakaran injeksi biar emisi gas buangnya sesuai dengan standar Euro 4. Kemudian Beta dan Sherco yang sebelumnya cuma punya motor enduro 2-stroke 250/300, sekarang mereka menambah lineup dengan mesin 125. Itu menunjukkan kalau mesin 2-stroke di segmen motor enduro nggak pernah ada matinya.

Mungkin banyak dari bro sekalian bertanya-tanya, kenapa kok masih banyak konsumen yang cinta dengan motor enduro 2-stroke? Padahal di sisi lain juga udah banyak motor enduro 4-stroke yang lebih hi-tech, lebih smooth, dan performanya nggak kalah beringas. Di sini bakal Adventuriderz.com jabarkan sejumlah alasan kenapa motor trail enduro 2-stroke jauh lebih menarik ketimbang motor trail enduro 4-stroke. Memang nggak sampai 1.001 alasan kayak di judul. Cuma ada beberapa alasan aja, malah cuma ada empat. Tapi paling nggak bisa membuka wawasan bro sekalian pembaca Adventuriderz.com. Mungkin kalau ada yang mau urun rembug bisa share pendapatnya di kolom komentar. Yuk simak alasannya!

  • Dengan kapasitas mesin yang sama, power motor enduro 2-stroke itu jauh lebih gede daripada motor enduro 4-stroke. Kita ambil contoh KTM 250 EXC TPI model year 2018 (2-stroke) dan KTM 250 EXC-F model year 2018 (4-stroke). KTM mengklaim bahwa KTM 250 EXC TPI punya power 51 HP, sedangkan KTM 250 EXC-F powernya sekitar 40-42 HP. Bedanya lumayan banget kan? Nggak heran jambakan setan terkenal banget di mesin 2-stroke.
  • Selain power, sisi paling menarik dari motor enduro 2-stroke adalah bobotnya yang sangat ringan, bikin power-to-weight ratio motor enduro 2-stroke nggak bisa disaingi oleh motor enduro 4-stroke. Bobot yang ringan itu membuat rider nggak cepat lelah waktu dipakai blusukan di medan off road.
  • Umumnya banyak penggemar off road yang demen dengan motor enduro 2-stroke karena perawatannya mudah, masih pakai karbu (kecuali KTM 250/300 EXC TPI & Husky TE 250i/TE 300i), dan nggak pakai sistem elektronik yang jelimet. Beda cerita dengan motor enduro 4-stroke yang mengusung teknologi lebih advance, lebih kompleks, dan jelimet, mulai dari sistem pembakaran injeksi dengan ECU, ada fuel pump, riding mode, traction control, dan lain-lain. Semakin banyak sensor dan komponen yang dipasang, maka perawatannya semakin rumit, butuh tools yang canggih, butuh teknisi terlatih, dan butuh biaya nggak sedikit.
  • Uniknya di segmen ini, harga motor enduro 2-stroke bisa dipastikan lebih murah daripada motor enduro 4-stroke. Nggak percaya? Yuk kita bandingkan! KTM 250 EXC TPI di Indonesia dijual dengan harga Rp 149 juta off the road, sementara KTM 250 EXC-F dibandrol Rp 165,6 juta off the road. Dengan kapasitas yang sama, ada selisih harga Rp 16,6 juta antara mesin 2-stroke dan 4-stroke. Mau merek Yamaha, Beta, Sherco, atau Husky pun sama. Motor enduro mereka dengan mesin 2-stroke pasti lebih murah ketimbang 4-stroke!

Di luar berbagai keunggulannya, motor enduro 2-stroke pastinya menyimpan berbagai kekurangan. Mulai dari keribetan waktu ngisi bahan bakar (mesti premix bahan bakar dan oli), knalpot ngebul sehingga bikin polusi, getaran lebih kuat, sampai dengan power delivery yang begitu galak dan unpredictable. Kayaknya motor enduro 2-stroke kurang cocok dipakai oleh rider pemula dan amatir. IMHO cocoknya buat rider yang kaya pengalaman dan banyak malang melintang di dunia off road. Jadi sebenarnya mau mesin 2-stroke atau 4-stroke punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tinggal gimana kita nentuin pilihan sesuai dengan duit, riding skill, dan preferensi yang kita punya.

Buat bro sekalian yang mau beli motor enduro 2-stroke, pilihannya di Indonesia ini banyak banget. Sejumlah pabrikan motor off road yang memproduksi motor enduro 2-stroke punya distributor resmi atau jaringan dealer di sini kok. Sebut saja KTM, Husky, Sherco, sampai dengan Beta. Kemudian motor enduro 2-stroke juga dikeluarin sama pemain Jepang, Yamaha, lewat Yamaha CBU Off Road Indonesia yang bermarkas di Gading Serpong Р Tangerang. Harga motor-motor enduro 2-stroke ini memang tergolong mahal, di atas Rp 100 jeti. Tapi soal performa, fitur, ketangguhan, dan komponen yang dipakai nggak diragukan lagi. Coba deh cek motor apa yang jadi juara di kompetisi hard enduro macam Red Bull Minas Rider, Red Bull Hare Scramble, Red Bull Romaniacs, Red Bull Sea to Sky, Roof of Africa, dan lain-lain?? Pastinya adalah motor enduro 2-stroke!

Pilihan Motor Enduro 2-Stroke Model Year 2018:

  • KTM 150 XC-W
  • KTM 300 XC-W
  • KTM 250 EXC TPI
  • KTM 300 EXC TPI
  • Husqvarna TE 150
  • Husqvarna TE 250i
  • Husqvarna TE 300i
  • Beta Xtrainer 250
  • Beta Xtrainer 300
  • Beta RR 2T 250
  • Beta RR 2T 300
  • Sherco 125 SE-R
  • Sherco 250 SE-R
  • Sherco 300 SE-R
  • Yamaha YX250X

Advertisements