• Home »
  • Article »
  • Yamaha: Trail Kami Bukan Sekedar untuk di Jalan Raya, Tapi Juga Kompetisi

Yamaha: Trail Kami Bukan Sekedar untuk di Jalan Raya, Tapi Juga Kompetisi


PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kayaknya lumayan gerah juga dengan rencana PT Astra Honda Motor (AHM) yang akan meluncurkan motor trail dual sport entry level CRF150L pada 9 November 2017 nanti. Maklum, dua perusahaan ini memang sering bersaing sengit di berbagai segmen motor. Bahkan mungkin YIMM adalah perusahaan yang bisa memberikan tekanan berarti buat AHM. Nah, kegerahan YIMM itu bisa terungkap dari ungkapan salah satu petingginya.

Adventuriderz.com kutip dari detikOto, Deputy General Manager PT YIMM Edy Ang menyebut pihaknya tertarik memasarkan motor trail entry level karena market di segmen ini terus berkembang. Menariknya, Edy Ang mengatakan kalau Yamaha mau bikin motor trail, motor itu bukan sekedar bisa dipakai di jalan raya, tapi juga siap dipakai untuk berkompetisi. Nggak bisa dipungkiri, motor trail yang ada di pasaran sekarang seperti Kawasaki KLX150 dan nanti juga Honda CRF150L adalah motor dengan genre dual sport (on road – off road). Artinya, motor bisa dipakai di jalan raya dan off road sekaligus, meskipun bisa dibilang motor dual sporti itu nggak 100 persen enak buat di aspal dan nggak 100 persen siap dipakai di medan off road yang berat. Bisa sih dipakai off road adventure, tapi butuh sejumlah modifikasi dulu biar bener-bener siap melibas medan off road yang berat.

“Tunggu tanggal mainnya! Kami tertariklah, kan pasarnya makin membesar. Kami akan lebih serius, Yamaha biasanya jika akan mengeluarkan trail, akan memperhitungkan untuk semua, jadi bukan sekadar untuk jalan raya, tapi untuk kompetisi sekaligus,” ungkap Edy Ang.

Wah… YIMM menebar psywar nih! Hahaha… Oh ya, YIMM sebenarnya udah punya jagoan trail di Indonesia, yaitu motor dual sport WR250R. Sayang penjualan WR250R kurang sukses. Faktor utamanya jelas karena harga yang dipatok mencapai Rp 93 juta on the road Jakarta, kemudian jaringan dealer yang jualan motor ini juga sangat terbatas. Mungkin cuma beberapa gelintir dealer area Jabodetabek aja yang jualan WR250R. Untuk motor kompetisi, YIMM juga udah main di Tanah Air. Memang nggak dipasarkan sendiri oleh YIMM, melainkan melalui pihak ketiga yang ditunjuk, yaitu PT El Rhino Global (Yamaha CBU Off Road Indonesia alias Arnaud CBU Indonesia). Yamaha CBU Off Road Indonesia bener-bener cuma jualan motor kompetisi, baik itu untuk kompetisi motocross maupun enduro cross-country. Wajar aja kalau harganya mahal, mulai dari Rp 60 jutaan sampai Rp 90 jutaan karena memang siap dipakai balap. Deretan produk yang dijual oleh Yamaha CBU Off Road Indonesia antara lain untuk motocross terdiri dari YZ85, YZ125, dan YZ250F, sedangkan untuk enduro cross-country ada YZ250X dan YZ250FX.

Nah… Bakal menarik kalau YIMM beneran nyemplung di market motor trail entry level dengan produk yang bagus. Maksudnya bagus adalah sesuai dengan yang dibilang Edy Ang di atas! Motor nggak cuma buat di jalan raya, tapi bisa benar-benar siap dipakai kompetisi. Mungkin opsi WR150R dengan mesin V-Ixion lumayan menarik karena spec mesin V-Ixion dengan teknologi SOHC 4-valve berpendingin cairan jauh lebih tinggi daripada mesin Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150 yang masih SOHC 2-valve berpendingin udara. Kalau bisa Yamaha jangan ikut-ikutan pasang mesin SOHC 2-valve berpendingin udara punya Byson di motor trailnya nanti! Mesin V-Ixion paling maknyus tuh!

Cuma nih bro… Project motor trail entry level dengan spec kompetisi dari YIMM ini masih belum jelas kapan keluarnya. Nggak ada info atau clue apapun dari Edy Ang. Entah apakah YIMM sedang dalam proses mengembangkan motor tersebut atau masih sekedar wacana. Kenapa kok Adventuriderz.com bilang gitu? Soalnya belakangan ini YIMM lagi giat-giatnya ngeluarin motor skuter gambot, mulai dari NMAX, Aerox, sampai XMAX. IMHO trail entry level dari YIMM nggak perlu dipikirin banget… Nanti kalau ada progres ke arah yang lebih mateng, bakal Adventuriderz.com ulas kok di blog ini!

Advertisements