• Home »
  • Article »
  • Konsumsi Bahan Bakar CRF150L Diklaim 39,3 km/liter, Irit atau Boros?

Konsumsi Bahan Bakar CRF150L Diklaim 39,3 km/liter, Irit atau Boros?



Belakangan ini Honda CRF150L memang cukup rajin dibahas di blog ini. Mohon maaf kalau bosan ya bro… Maklum aja lah, CRF150L merupakan motor trail entry level yang udah ditunggu-tunggu banget sejak lama oleh para penggemar motor trail di Indonesia hingga akhirnya beneran resmi dirilis 9 November 2017 lalu Menariknya lagi, CRF150L memang nggak dibandrol dengan harga murah, tapi kompetitif dan atraktif, hanya Rp 31,8 juta on the road Jakarta alias lebih murah dibandingkan dengan Kawasaki KLX150 BF senilai Rp 32,8 juta on the road Jakarta.

Nah… Saat peluncuran CRF150L, PT Astra Honda Motor (AHM) cukup banyak buka-bukaan terkait dengan CRF150L. Nggak terkecuali dari sisi konsumsi bahan bakar si motor trail anyar. Diklaim oleh AHM, CRF150L yang diproduksi secara lokal di Indonesia ini mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar 39,3 km/liter menggunakan metode pengetesan ECE R40 EURO 3. Saat dites menggunakan metode ECE R40 EURO 2, konsumsi bahan bakarnya tembus 43,03 km/liter. Apakah konsumsi bahan bakar sebesar itu tergolong irit?

Sekedar informasi aja nih bro… ECE R40 merupakan sebuah metode yang biasa digunakan oleh pabrikan otomotif, termasuk pabrikan motor, untuk mengetes kadar emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan. Ini menjadi salah satu syarat agar sebuah kendaraan lolos uji sertifikasi emisi gas buang. Dari hasil emisi gas buang itu dapat diperoleh juga perhitungan konsumsi bahan bakar dengan melihat unsur karbon atau carbon balance. Mengenai detail metode ECE R40 EURO 2 dan ECE R40 EURO 3 bisa dicari dengan googling, banyak kok literasinya. Gampangnya ECE R40 adalah sebuah metode pengetesan emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar di laboratorium yang terdiri dari serangkaian tes. Berbagai macam variabel pengetesan sudah dikondisikan, mulai dari motor yang dikarantina dulu, bahan bakar harus dijaga suhunya, dan cara tester mengendarai motor juga sudah dikondisikan sesuai dengan standar yang ada. Jadi agak-agak impossible konsumsi bahan bakar yang diklaim oleh pabrikan bisa sama ketika dipakai oleh konsumen. Kenapa? Ya karena saat berada di tangan konsumen dan dipakai di jalanan, banyak banget faktor eksternal yang mempengaruhi, seperti kemacetan, kondisi jalan, bobot rider, suhu udara, bahkan arah dan kecepatan angin pun ikut berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar sebuah motor. Umumnya konsumsi bahan bakar ketika dites di jalanan lebih boros 10-15 persen daripada metode ECE R40.

So, apakah konsumsi bahan bakar CRF150L tergolong irit? Menurut Adventuriderz.com sih biasa aja. Sebagai perbandingan aja nih, Adventuriderz.com pernah coba tes konsumsi bahan bakar Kawasaki KLX150L (pendahulu Kawasaki KLX150 BF) secara harian di Kota Surabaya menggunakan metode full-to-full, hasilnya mendapatkan konsumsi bahan bakar 38 km/liter. Pernah juga dipakai sejauh 150 km dari Surabaya ke Purwodadi (Pasuruan) PP menghasilkan konsumsi bahan bakar 39,8 km/liter. Terus waktu melewati rute Surabaya-Malang-Batu-Cangar-Mojosari-Surabaya sejauh 200 km konsumsi bahan bakarnya hanya 34,5 km/liter. Dan yang paling parah saat melakukan perjalanan panjang dari Surabaya ke Lampung konsumsi bahan bakarnya cuma tembus 32 km/liter. Ya itu sebagai gambaran aja konsumsi bahan bakar antara CRF150L klaim dari pabrikan dibandingkan dengan Kawasaki KLX150L saat berada di tangan konsumen. Tapi angka-angka itu nggak bisa dibandingkan apple-to-apple ya, soalnya metodenya beda dan banyak banget faktor eksternal yang mempengaruhi. Sayangnya sih Kawasaki nggak merilis berapa konsumsi bahan bakar KLX150 menggunakan metode ECE R40 EURO 2 dan ECE R40 EURO 3. Oke, gitu aja deh… Semoga berguna…


Advertisements