• Home »
  • Article »
  • Pengen Motor Trail Tapi Cuma Punya Duit Rp 25 Juta, Bisa Dapat Apa?

Pengen Motor Trail Tapi Cuma Punya Duit Rp 25 Juta, Bisa Dapat Apa?




Beberapa tahun belakangan ini yang namanya motor trail memang cukup ngehits ya… Yang pakai motor trail buat trabas, blusukan, atau bahasa kerennya off road/enduro banyaaak… Motor trail dengan ban aspal gaya supermoto komunitasnya sak abrek-abrek… Ada juga yang pakai motor trail buat dual sport adventure. Jadi memang cukup fleksibel sih mau pakai motor trail ini buat apa. Makanya nggak heran kalau pabrikan motor berlomba-lomba ngeluarin motor trail entry level dengan harga murah. Nggak cuma dari kalangan brand Jepang aja lho, tapi juga dari kalangan brand lokal. Malah brand lokal ini jauh lebih agresif daripada brand Jepang.

Nah… Sejak keluarnya Honda CRF150L, motor ini memang jadi sorotan yang cukup luas dari kalangan penggemar motor trail. Kenapa? Karena dengan berbagai keunggulan spesifikasi dan fitur yang dimiliki, CRF150L dibandrol dengan harga yang lebih murah ketimbang musuh utamanya, Kawasaki KLX150 BF. Tapi walaupun dibilang motor trail entry level dengan harga murah, faktanya nggak semua penggemar motor trail bisa menjangkau CRF150L dan KLX150 BF dengan range harga Rp 32-35 jutaan itu. Terus gimana kalau temen-temen cuma punya duit Rp 25 juta, apa bisa dapat motor trail?

Menurut Adventuriderz.com angka Rp 25 juta itu udah lumayan dan dipastikan bisa untuk memboyong motor trail ke rumah. Ada beberapa opsi buat temen-temen yang pengen beli motor trail dengan harga Rp 25 jutaan. Opsi pertama tentu motor dalam kondisi baru keluaran brand lokal. Pilihannya ada Viar Cross X 200 GT dengan harga Rp 23 jutaan on the road, Gazgas Hummer 150 Rp 22 jutaan off the road, Gazgas Hummer Pro 250 dan Gazgas Hummer Pro 250 X yang dibandrol Rp 26 juta off the road, atau Diablo 230x yang juga manteng di angka Rp 25 juta off the road. Kalau tujuan beli motor trail buat dipakai off road, kelima motor trail merek lokal ini udah sangat siap. Nggak perlu utak-atik mesin, ganti ban, ganti knalpot, ganti gear, ganti ini itu dan lain-lain, kelimanya bisa langsung diajak main-main ke medan off road. Mesinnya udah powerful dan torque, ban juga udah pakai kembangan kasar khas motor off road. Perkara upgrade part-part yang kurang optimal sih bisa nyusul, yang penting bisa langsung main off road. Tapi kalau mau dipakai ngaspal, supermoto, atau dual sport adventure, pilihannya mengerucut antara Viar Cross X 200 GT, Gazgas Hummer 150, dan Gazgas Hummer Pro 250 X karena tiga varian inilah yang bisa dibikin surat-suratnya, sedangkan Gazgas Hummer Pro 250 dan Diablo 230x dijual kosongan tanpa surat-surat alias khusus buat off road. Konsekuensi pakai motor trail brand lokal di aspal itu vibrasinya kerasa banget dan boros bensin!



Gimana kalau nggak mau pakai motor trail merek lokal mas? Solusinya ya beli motor trail Jepang bekas! Pilihannya memang agak terbatas ya. Dengan budget sekitar Rp 25 juta, temen-temen bisa dapat KLX150L (ban besar ring 18-21 inch) tahun 2014 atau KLX150G (ban kecil ring 16-19 inch) tahun 2015-2016. Kadang malah lebih murah dari Rp 25 juta, bisa-bisa cuma Rp 22-23 juta udah dapat KLX150L. Tergantung juga kondisinya gimana. Kalau beruntung, duit Rp 25 juta bisa dapat KLX150 BF dengan kondisi mulus. Itu kalau beruntung ya… Walaupun kebanyakan pasaran KLX150 BF tahun 2015 itu ada di kisaran Rp 28-29 juta. Yang paling memungkinkan dengan duit Rp 25 juta ya KLX150L 2014 atau KLX150G 2015-2016.

Misal nih temen-temen dapat KLX150L, KLX150G, atau KLX150 BF bekas dalam kondisi masih standar ting-ting dan pengen dipakai buat off road, memang perlu lebih banyak effort dan juga tambahan dana. KLX150 standar belum benar-benar siap dipakai off road. Perlu ganti ban, ubah final gear ratio alias ganti gear, ganti knalpot, biasanya juga merembet ganti karbu model skep dengan venturi lebih besar, ganti gas spontan, dan masih banyak lagi rembetannya. Tapi dibandingkan dengan motor trail merek lokal, KLX150 series ini unggul di sektor suspensi dan frame yang lebih enak, lebih minim vibrasi, dan pastinya lebih hemat bahan bakar. Semua ada plus-minus. Tinggal sesuaikan aja dengan selera.

Advertisements