• Home »
  • Article »
  • Kawasaki Harap Honda CRF150L Bisa Bikin Market Trail Lebih Berkembang

Kawasaki Harap Honda CRF150L Bisa Bikin Market Trail Lebih Berkembang


Diakui atau tidak, kehadiran Honda CRF150L di Indonesia sedikit banyak mengusik Kawasaki yang selama ini mendominasi market motor trail entry level lewat KLX150 series. Maklum, KLX150 itu salah satu tulang punggung penjualan Kawasaki di Indonesia. Bahkan kalau nggak salah KLX150 menyumbang hingga 70-80 persen penjualan Kawasaki di Indonesia. Sisanya baru diisi oleh Ninja 250 series, Z250 series, dan big bike dengan mesin di atas 600 cc. Jadi bisa dibilang KLX150 series itu volume maker buat Kawasaki.

Walaupun sedikit merasa terusik, tapi Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengaku tetap percaya diri dengan penjualan KLX150. Kenapa? Karena KLX150 merupakan first mover di segmen motor trail 150 cc 4T sejak tahun 2009. Nama KLX udah beken banget. Nggak sedikit orang awam yang menyebut motor trail apapun mereknya dengan panggilan KLX. Kurang lebih sama lah dengan motor sport full fairing yang sangat identik dengan Ninja. Tapi, apakah nama besar KLX sanggup menahan gempuran dari CRF150L?

Nah… Dengan kehadiran CRF150L, Kawasaki berharap motor itu nggak menggerogoti market yang dimiliki oleh KLX150L. Kawasaki menilai adanya CRF150L justru membuat konsumen punya pilihan, dan CRF150L diharapkan bisa membuka market baru serta membuat market motor trail 150 cc menjadi menggelembung. Alasannya karena nggak sedikit konsumen yang fanatik kepada masing-masing merek. Saat konsumen sudah fanatik dengan Kawasaki, dia nggak akan beli Honda. Begitu pula sebaliknya.

“Ya namanya ancaman dari luar pasti ada lah, ya percaya diri lah sama brand (Kawasaki). Harusnya (CRF150L) membuka market yang lebih gede karena kan fanatik brand masing-masing kan pasti ada. Harapannya ya buka pasar baru lah,” ungkap Michael Chandra Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotion, Sales and Marketing Division, PT Kawasaki Motor Indonesia.

Soal desain tentu masalah selera antara KLX150 series dan CRF150L. Namun yang pasti CRF150L punya sejumlah keunggulan yang nggak dimiliki oleh KLX150 series. Pertama adalah masalah suspensi. Baik KLX150 BF maupun CRF150L memang sama-sama pakai suspensi upside down buatan Showa. Tapi diameter tabung suspensi CRF150L lebih besar (37 mm), sedangkan KLX150 BF hanya 35 mm. Kemudian suspensi upside down CRF150L juga punya jarak stroke (travel suspension) yang lebih panjang (225 mm), membuatnya nggak ada gejala jledak-jleduk mentok ketika melibas medan off road ataupun buat jumping. Keunggulan kedua, CRF150L udah pakai konsol speedometer full digital, sementara KLX150 masih full analog. Keunggulan ketiga bisa jadi bahan perdebatan nih, di mana CRF150L mengusung sistem pembakaran injeksi lengkap dengan banyak sensor, mulai dari sensor suhu udara hingga tekanan udara, yang membuat asupan bahan bakar disesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan. Di sisi lain KLX150 pakai sistem pembakaran karburator model vakum yang lumayan sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan udara. Tapi dengan karburator, KLX150 jadi lebih mudah dan lebih murah ketika ingin dioprek. Mungkinkah Kawasaki akan bereaksi memberikan update kepada KLX150 dalam waktu dekat?

Advertisements